Analisis teknikal adalah strategi analisis crypto yang dipengaruhi oleh banyak indikator. Nah, indikator analisis teknikal ini wajib diketahui karena bisa memengaruhi jumlah profit trading crypto Anda.

Apa sajakah faktor yang memengaruhi analisis crypto? Langsung kupas tuntas semuanya pada materi belajar teknikal analisis crypto di bawah ini yuk!

Analisis Teknikal Adalah

analisis-teknikal-adalah-2

Pernahkah Anda penasaran bagaimana para trader crypto bisa tahu waktu terbaik menjual atau membeli aset?

Tentunya mereka tidak pernah asal menebak, apalagi berinvestasi mengikuti tren dan FOMO. Demi mendapat keuntungan maksimal, setiap trader selalu melakukan analisis crypto teknikal secara berkala.

Apa itu analisis crypto teknikal? Analisis teknikal adalah sebuah strategi khusus untuk memprediksi perubahan harga aset seakurat mungkin. Teknikal analisis crypto umumnya dilakukan dengan membaca grafik pergerakan harga aset, serta data-data historisnya.

Dengan metode analisis crypto ini, seorang trader bisa lebih mudah memperkirakan kapan harga aset naik atau turun, lengkap dengan seberapa banyak perubahan nilainya.

4 Hal yang Bisa Diprediksi dengan Analisis Teknikal Adalah

Apa saja yang bisa Anda ketahui lewat teknikal analisis crypto? Umumnya para trader memakai strategi ini untuk mengetahui:

  • Harga sebuah aset crypto di masa mendatang.
  • Memprediksi sentimen pasar crypto.
  • Mengetahui tren-tren yang bisa memengaruhi pasar dan nilai aset.
  • Strategi trading atau investasi crypto secara jangka pendek maupun panjang.

4 Pertimbangan dalam Analisis Teknikal Adalah

Sementara hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam analisis teknikal adalah:

  • Sejarah pergerakan sebuah aset crypto.
  • Grafik harga aset saat ini.
  • Volume perdagangan token crypto.
  • Hal-hal lain yang masih berkaitan dengan pemakaian, distribusi dan transaksi dari token pilihan.

4 Indikator Analisis Teknikal Adalah

Belajar teknikal analisis crypto sejatinya cukup mudah. Minimal, Anda harus mengetahui indikator-indikator analisis teknikal yang krusial atau penting.

Ada 4 faktor utama yang selalu memengaruhi hasil analisis crypto satu ini. mereka adalah volume perdagangan aset, garis tren, level resistance dan support, serta moving average. Berikut penjelasan selengkapnya:

Volume Perdagangan

Indikator analisis teknikal pertama adalah volume perdagangan aset crypto. Volume perdagangan memperlihatkan prediksi tren dari setiap mata uang ke depannya.

Volume perdagangan yang tinggi akan disertai tren crypto yang kuat, begitu pula sebaliknya – volume perdagangan rendah berpasangan dengan tren lemah.

Sangat penting untuk mengecek kenaikan volume penjualan crypto secara berkala. Apabila volume perdagangan menurun, maka dapat dikatakan bahwa tren koin saat itu juga sudah menuju titik akhir, selesai atau berganti dengan yang baru.

Sebuah tren pertumbuhan nilai aset juga baru dapat dikatakan sehat apabila grafiknya selalu meningkat, disertai pertumbuhan volume perdagangan

Garis Tren

Indikator penting kedua dari analisis teknikal adalah garis tren. Garis tren juga dikenal sebagai garis pergerakan dan arah harga sebuah crypto.

Mengamati garis tren bisa dilakukan dengan grafik pergerakan nilai crypto. Menganalisis grafik dapat membantu Anda mengetahui titik-titik tren tertinggi (harga aset naik dan mahal), terendah (harga aset turun dan murah), maupun pola-pola khas dari perkembangan crypto pilihan.

Hal penting untuk dicermati terkait garis tren adalah periode terjadinya. Ada tren yang bisa terjadi dalam jangka waktu singkat, menengah, dan menengah. Tren yang seperti ini bergerak secara sideways (ke samping) dalam grafik.

Level Resistance dan Support

Jika garis tren bergerak menyamping, maka indikator level resistance dan support bergerak secara horizontal. Fungsi dari indikator ini adalah mengetahui kondisi penawaran dan permintaan aset oleh pasar.

Level support memperlihatkan tingginya tingkat permintaan, dan ada banyak investor yang ingin membeli crypto. Hal ini terjadi karena komunitas meyakini token masih memiliki harga yang rendah dan terjangkau. Maka dari itu, mereka berminat menginvestasikannya.

Tingginya jumlah pembelian akan menghentikan pergerakan grafik hingga lebih jauh lagi ke garis bawah. Sering kali, momentum grafik berubah menanjak ke atas setelah volume pembelian meningkat.

Bergeraknya garis ke sisi atas grafik akan memicu kemunculan level resistance. Level resistance sendiri merupakan kebalikan dari support. Saat grafik menyentuh nilai ini (sisi teratas grafik), artinya mayoritas investor tengah bersiap untuk menjual aset mereka.

Pembelian akan terhenti dan berganti menjadi penjualan besar-besaran di level resistance. Penjualan massal akan mengembalikan stok crypto dalam jumlah yang besar agar dapat dibeli kembali.

Moving Average

Indikator analisis teknikal crypto yang terakhir adalah moving average alias rata-rata pergerakan. Moving average adalah rata-rata harga sebuah crypto dalam kurun waktu tertentu.

Contohnya, rata-rata pergerakan harga Bitcoin pada hari ini dihitung dengan kumpulan data dari 20 hari sebelumnya. Seluruh data harga BTC selama 20 hari tadi dikumpulkan, dirunut, kemudian dihubungkan dalam sebuah garis. Nah, garis itulah yang nantinya kita analisis lebih lanjut.

Analisis moving average sering dicap sebagai indikator sekaligus sistem yang paling sederhana dalam memprediksi tren.

Artikel Terkait  Yuk Kenalan dengan 15 Istilah Trading Crypto Ini! | Cara Main Crypto Pemula

4 Konsep Dasar Analisis Teknikal Adalah

Setelah mengetahui 4 indikator utama dalam analisis teknikal, maka selanjutnya bagaimana cara mempelajari data crypto tersebut?

Belajar teknikal analisis crypto dapat Anda lakukan memakai konsep-konsep dasar dari Teori Dow. Teori ini dikembangkan dengan konsep serta sistem yang sama dengan analisis teknikal.

Konsep 1 : Pasar Mempertimbangkan Segalanya

Pasar selalu mempertimbangkan segala aspek yang ada ketika menetapkan harga sebuah aset. Mulai dari informasi aset di masa lalu, saat ini, hingga kemungkinan-kemungkinan lain di masa depan, semuanya dipertimbangkan dan diintegrasikan dalam proses penetapan harga aset.

Dapat dikatakan bahwa harga aset saat ini merupakan respon dari semua informasi tersebut: pengetahuan tentang koin, sentimen pasar, ekspektasi masyarakat, dan seterusnya. Di sinilah analisis teknikal berfungsi sebagai “gerbang” prediksi nilai aset ke depannya dengan meninjau data-data terdahulu.

Konsep 2 : Harga Tidak Bergerak Secara Acak

Anda mungkin selama ini melihat bahwa nilai aset crypto bergerak naik turun secara “bebas”, “acak” dan “tak beraturan”. Kenyataannya tidak demikian.

Pergerakan harga aset sejatinya tidak pernah acak. Harga selalu bergerak mengikuti tren, baik yang terjadi dalam waktu singkat maupun panjang. Analisis teknikal membantu trader untuk melihat celah pergerakan harga dan mengambil keuntungan darinya.

Konsep 3 : What (Apa) Lebih Penting dari Why (Mengapa)

Teknikal analisis crypto lebih mementingkan analisis harga koin (what) ketimbang variabel yang menyebabkan perubahan nilai harga (why). Metode ini cenderung membedah perihal kondisi penawaran dan permintaan aset, alih-alih menggali faktor yang menyebabkan harga koin bergerak ke suatu arah.

Konsep 4 : Sejarah Harga Crypto Sering Terulang

Sangat mungkin sekali bagi kita memprediksi nilai harga crypto. Mengapa? Studi dengan analisis teknikal crypto telah banyak menemukan bahwa nilai aset cenderung berulang dalam sebuah pola.

Semisal sebuah crypto bisa menembus nilai ATH hingga 80 juta di masa lalu. Maka sudah pasti ada kemungkinan ia mencapai nominal yang sama, atau bahkan lebih tinggi, di masa depan. Dengan analisis teknikal, kita bisa membaca kapan kira-kira pengulangan momentum tersebut akan terjadi.

Demikianlah pembahasan artikel belajar teknikal analisis crypto kali ini seputar indikator dan konsep analisis teknikal! Yuk belajar lebih banyak lagi seputar dunia investasi crypto hanya di CRYPTO MARKEY (https://crypto.markey.id/). Sampai bertemu lagi!