Sudah pernah mendengar dua istilah Cryptocurrency: ATH Crypto dan ATL Crypto? Pasangan istilah Cryptocurrency ini rupanya mempunyai makna dan arti yang sangat penting dalam trading, lho.

Arti istilah ATH dalam trading tidak boleh disepelekan. Pasalnya, kondisi ATH ATL Crypto bisa membantu Anda menentukan kapan sebaiknya menjual atau membeli sebuah aset.

Wah, kira-kira seperti apa ya arti istilah ATH dalam trading Cryptocurrency? Yuk langsung kita pelajari selengkapnya dalam artikel belajar istilah Cryptocurrency berikut ini!

Apa Itu ATH Crypto?

ath-crypto

Setiap investor Crypto wajib tahu arti istilah ATH dalam trading. Jika tidak, maka proses investasi Anda akan otomatis terhambat atau tertinggal di belakang.

ATH Crypto adalah singkatan dari All Time High. Dalam bahasa Indonesia, arti istilah Cryptocurrency ATH adalah “Semua Waktu Tinggi”. Apa maksudnya?

Arti istilah ATH dalam trading cukup spesial karena merujuk pada nilai tertinggi sebuah aset Crypto. Tak tanggung-tanggung, nilai ATH Crypto biasanya adalah yang tertinggi untuk sepanjang masa (seumur hidup).

Maka dari itu, komunitas Crypto sering menganggap arti istilah ATH dalam trading sebagai momen emas/terbaik dalam proses investasinya. ATH Crypto juga sering dijadikan referensi penilaian potensi sebuah aset di masa depan.

Uniknya, arti istilah ATH dalam trading tidak hanya berlaku untuk komunitas Crypto saja. Tetapi ikut pula berlaku dalam instrumen investasi lain (misal saham) dan pasar uang tradisional lain.

Artikel Terkait  7 Manfaat dan Contoh Blockchain Technology untuk Memajukan Aplikasi E-commerce Anda

Contoh Kasus ATH Crypto

ATH Crypto cukup sering terjadi. Dari awal kemunculan koin-koin Crypto dan budaya investasi digital sampai saat ini, ada banyak koin Crypto yang pernah mencapai ATH. Beberapa contoh di antaranya adalah:

ATH Bitcoin

Yap, koin Crypto apa lagi yang pasti pernah ATH kalau bukan Bitcoin (BTC)? Sebagai Crypto koin terlaris sepanjang masa, Bitcoin sudah pernah tembus posisi ATH. Bahkan pertumbuhan harga Bitcoin melonjak drastis dengan cepat dibandingkan koin-koin Crypto lain.

ATH Bitcoin terjadi pada bulan April 2021 dengan harga 63.792.5 USD per keping. Kenaikan harga Bitcoin tergolong fantastis pada tahun 2021 gara-gara perusahaan mobil internasional Tesla melakukan investasi dengan BTC sebanyak 1,5 miliar USD. Selain itu, Tesla dikabarkan ikut menggunakan Bitcoin untuk transaksi jual-beli mobilnya.

Sejak berita di atas beredar luas ke seluruh penjuru negara, harga Bitcoin langsung melonjak dua kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

ATH Ethereum (Ether)

Selain Bitcoin, koin Ethereum (Ether; ETH) juga pernah mencapai posisi All Time High. Uniknya, posisi tersebut diraih ETH hanya satu bulan setelah Bitcoin mencapai ATH tepatnya pada 10 Mei 2021 lalu.

Saat itu, harga 1 keping Ethereum setara dengan 4.242 USD atau 60 juta rupiah. Komunitas Crypto sukses dibuat kagum, mengingat harga Ether pada awal kemunculannya masih di bawah 200 USD.

Beberapa pakar Crypto menilai ATH Ether terjadi karena adanya kemajuan eksosistem investasi DeFi (Decentralized Finance). DeFi menggeser sistem keuangan tradisional yang bergantung ke bank menjadi serba digital dan desentral (tidak tergantung pihak ketiga seperti bank).

Berkat kesuksesannya mencapai ATH, kini koin Ethereum diprediksi memiliki potensi besar untuk mengambil alih kekuasaan kapitalisasi investasi digital yang dulu dipegang Bitcoin. Dengan kata lain, nilai Ethereum akan sama bagusnya atau bahkan bisa melebihi, Bitcoin.

Apa Itu ATL Crypto?

Setelah mengetahui ATH Crypto, sekarang kita lihat “lawan” dari posisi tersebut: ATL. Ibarat mata koin dua sisi, ATH ATL Crypto tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dimana ada ATH, pasti akan ada ATL di baliknya.

Sederhananya, ATL adalah kebalikan ATH. ATL adalah singkatan dari “All Time Low” atau “Semua Waktu Terendah” dari sebuah aset investasi.

Ketika sebuah koin Crypto mencapai ATL, maka artinya harga koin tersebut ada di posisi terendah dalam sejarah.

Contoh Kejadian ATL Crypto

Mengingat kondisi pasar Crypto yang selalu tidak menentu, pastinya banyak koin Crypto pernah mengalami kejatuhan harga drastis. Tak tanggung-tanggung, banyak koin juga pernah mencapai titik terendahnya alias ATL.

Mengutip dari laman informasi grafik harga Crypto terkini, Cryptocurrencytracker, di bawah ini ada 4 jenis koin Crypto yang pernah menyentuh titik ATL beserta harganya:

ATL Bictoin (BTC)

Mungkin Anda terkejut mendapati nama Bitcoin muncul dalam daftar koin Crypto yang pernah ATL. Faktanya, mau sepopuler apapun Bitcoin, ia tetaplah koin digital yang memiliki harga fluktuatif (naik-turun).

Dalam posisi All Time Low, Bitcoin dihargai cuma 91.66 USD per keping. Benar-benar jauh sekali dari harga normal, apalagi ketika All Time High!

ATL Ether

Ethereum (ETH) juga pernah mengalami ATL. Ketika kondisi pasar memburuk dan harganya sedang jatuh, sekeping Ethereum bisa dibeli mulai dari 0.41560 USD per keping. Murah sekali, ya?

ATL Binance Coin

Di posisi ketiga ada Crypto Binance Coin (BNB). Saat mengalami ATL, harga sekeping Binance Coin mencapai 0.17960 USD. Sedangkan harga normal BNB bisa mencapai 492.74 USD sekeping.

ATL Cardano

Terakhir adalah koin Cardano (ADA) dengan harga super murah saat ATL yaitu 0.01497 per keping. Angka tersebut jauh di bawah ketiga koin Crypto lain dalam kondisi ATL. Sementara harga normal Cardano adalah 3.01 USD per keping.

Artikel Terkait  Belajar Trading Crypto | 10 Tool Trading Crypto Gratis Terbaik 2021

Mengapa ATH ATL Crypto Terjadi?

Beberapa orang penasaran mengapa kondisi ATH ATL Crypto bisa terjadi dalam dunia investasi. Kalau Anda juga penasaran, nah, ini dia jawabannya:

Terjadinya ATH dan ATL bisa dijelaskan dengan mudah memakai konsep kerja investasi Cryptocurrency. Menurut sejarah Crypto, koin digital pertama yang ditemukan adalah Bitcoin (BTC) dan sistem blockchainnya.

Seiring berjalannya waktu, barulah dikembangkan jenis-jenis Crypto lain. Sebut saja Ethereum, Dogecoin, Cardano, Binance, Litecoin, dan lain-lain. Kemunculan koin-koin tersebut didukung oleh ketenaran Cryptocurrency di masyarakat.

Sebagian ahli Crypto pun memandang kepopuleran Crypto saling memengaruhi dengan jumlah jenis koin yang ada. Maksudnya, semakin populer Crypto, maka otomatis akan semakin banyak pula jenis koin baru bermunculan. Begitu juga sebaliknya.

Pada akhirnya, ATH ATL Crypto akan muncul secara natural sebagai hasil persaingan popularitas setiap jenis koin yang ada. Ketika sebuah koin mendadak trending dan menjadi sorotan, otomatis tingkat permintaannya akan naik beserta harganya. Mungkin saja kenaikan tersebut terus bertumbuh dan menjadikan koin mencapai ATH (All Time High).

Begitu pula sebaliknya. Saat kepopularitasan dan permintaan koin Crypto menurun drastis di pasaran, harganya akan “jatuh bebas”. Bisa saja harga aset akhirnya mencapai ATL (All Time Low).

Satu hal yang perlu Anda ingat, kondisi ATH ATL Crypto hanyalah salah satu unsur untuk memprediksi potensi harga koin di masa depan. Ketika sebuah koin mencapai ATH hari ini, maka belum tentu seterusnya ia akan ATH di masa depan. Pergerakan harganya akan tetap bergantung dengan situasi pasar.

Sama saja ketika koin mengalami ATL di masa lalu, belum pasti harganya akan selalu anjlok kelak. Bisa saja koin tersebut justru mengalami ATH besok atau di hari-hari selanjutnya.

Artikel Terkait  Cara Investasi Crypto : Dampak “Halving” pada Pasar Cryptocurrency

Yang Harus Dilakukan Ketika ATH ATL Crypto

Setelah mengetahui arti ATH Crypto dan ATL, maka pertanyaan terakhir adalah: apa yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan dua situasi investasi ini?

Jawabannya sesungguhnya sederhana. Pertama, Anda tidak perlu panik atau kalap ketika koin investasi mengalami ATL. Tetap tenang dan lihat dari sisi positif. Jangan berpikir ATL sebagai kerugian atau akhir dari investasi Anda. Lebih baik manfaatkan momen ATL untuk membeli sebanyak mungkin koin selama harganya super rendah.

Sekali lagi, tidak ada hal yang pasti dalam dunia investasi Cryptocurrency. Kondisi pasar Crypto akan selalu berubah karena berbagai faktor. Bisa saja koin yang Anda beli sekarang dengan harga murah akan bertumbuh menjadi koin mahal di masa depan.

Nah, ketika koin Crypto Anda akhirnya mencapai ATH, maka inilah waktu yang tepat untuk menjual koin dan memperoleh untung. Ada banyak investor Crypto yang memainkan trik ini. Hasilnya, mereka semua sukses mendapat keuntungan besar dari selisih harga beli dan harga jual aset.

Apapun keputusan Anda nantinya saat berinvestasi Crypto, ingatlah untuk selalu mempertimbangkannya masak-masak dan berpikir jangka panjang. Selamat mencoba!

Demikianlah artikel belajar Cryptocurrency kali ini seputar istilah Cryptoccurency: ATH dan ATL. Yuk perkaya wawasan investasi online Anda dengan segudang tips dan trik menarik lainnya, gratis, dari Crypto Markey!. Terima kasih sudah mengikuti sampai di sini. Sampai bertemu lagi!