Blockchain technology sudah bukan hal yang asing lagi bagi investor dan trader mata uang digital Kripto, Bitcoin dan Dogecoin. Namun bagaimana jadinya kalau Blockchain technology kita aplikasikan pada dunia e-commerce?

Perkembangan dunia IT saat ini memang sangat cepat dan tak pernah ada matinya. Seperti pada kasus Blockchain technology. Dulu, tujuan penciptaan Blockchain adalah untuk memfasilitasi transaksi mata uang digital saja. Jadi pengguna hanya bisa menggunakan Blockchain untuk mengirim dan menerima uang digital.

Tetapi sekarang, para programmer dan ahli IT sudah menemukan beragam cara mengombinasikan keunggulan Blockchain untuk aplikasi e-commerce. Bagi Anda sang pebisnis online modern kekinian, maka Anda wajib menyimak apa saja contoh Blockchain inovatif untuk aplikasi e-commerce. Yuk langsung kita telusuri informasi selengkapnya berikut ini, selamat membaca!

5 Contoh Blockchain Technology Baru untuk Dunia Bisnis Online

Blockchain

Dunia bisnis online sedang dihebohkan oleh 5 contoh blockchain technology baru yang sedang dikembangkan. Bukan tanpa sebab, kelima inovasi teknologi ini rupanya merupakan kombinasi antara Blockchain technology dengan aplikasi e-commerce. Hasilnya sungguh menakjubkan! Anda dijamin bisa berbisnis dengan lebih simpel, hemat biaya dan mendapat omset besar.

Artikel Terkait  Ripple Apakah Bisa Menjadi Prospek Masa Depan?

Adapun kelima contoh Blockchain inovatif untuk e-commerce tersebut adalah:

1. Aplikasi “Sharing” Bisnis dan Ekonomi

Inovasi pertama e-commerce Blockchain adalah aplikasi bisnis sharing (berbagi). Konsep bisnis sharing sejatinya sudah berkembang sejak lama, diperkenalkan oleh perusahaan Airbnb (bisnis sharing perhotelan) dan Uber (bisnis sharing transportasi). Dalam sistem bisnis sharing, fasilitas yang disewakan bisa digunakan bersama oleh lebih dari satu konsumen.

Bisnis sharing terbukti sukses dan mampu mendatangkan omset 2x lipat lebih tinggi dari perusahaan biasa. Hanya saja aplikasi bisnis sharing biasa masih belum bisa mandiri alias masih bergantung pada perantara pihak ketiga.

Semisal layanan bisnis sharing transportasi Anda yang masih harus bergantung pada sistem Uber. Alhasil, Anda harus membagi pendapatan bisnis Anda dengan Uber karena merekalah yang menyediakan sistem pemesanan dan pembayaran online.

Hambatan inilah yang dicoba untuk dihapus oleh sistem Blockchain. Blockchain adalah teknologi yang mampu memfasilitasi transaksi tanpa bergantung ke pihak ketiga, seperti bank atau perusahaan lainnya. Anda dapat mengadaptasi sistem Blockchain untuk membuat metode pembayaran peer-to-peer (konsumen ke penjual).

Jadinya konsumen hanya akan langsung membayar tarif jasa atau harga produk kepada Anda saja. Seluruh penghasilan bisa Anda dapatkan 100% tanpa perlu dibagi-bagi lagi ke pihak lain.

2. Aplikasi Kontrak Pintar Bisnis

Selanjutnya ada aplikasi smart contract (kontrak pintar). Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah perusahaan dalam melaksanakan kontrak kerjanya.

Kontrak kerja merupakan hal yang wajib ada dalam setiap jenis pekerjaan. Ini karena kontrak kerja memuat semua poin kesepakatan, perjanjian, pembagian upah dan juga sanksi yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang bekerjasama.

Sayangnya sampai hari ini kebanyakan kontrak masih bersifat manual, diketik di kertas dan mudah dilupakan. Akibatnya banyak terjadi penyelewengan aturan kontrak yang berujung pada cekcok.

Namun saat ini Anda sudah bisa bernapas lega karena teknologi aplikasi kontrak pintar akan dihadirkan menggunakan inovasi Blockchain. Blockchain mempunyai sistem komputer cerdas tersendiri yang dapat mengeksekusi poin-poin dalam kontrak jika kondisi yang ditetapkan sudah terpenuhi.

Sistem Blockchain khusus untuk aplikasi kontrak ini nantinya bisa Anda gunakan untuk:

  • Mengawasi dan menegakkan kewajiban seluruh pihak dalam kontrak secara langsung. Seperti dengan mengirimkan notifikasi pengingat pekerjaan dalam jadwal yang telah ditentukan.
  • Melaksanakan transaksi komersial. Semisal melakukan pembayaran royalti kepada pihak-pihak yang sudah bekerjasama dalam bisnis. Anda bisa menetapkan besaran upah dan juga waktu pembayaran. Nantinya sistem aplikasi yang akan secara otomatis mengirimkan uang pada waktu tersebut.
  • Otomatisasi penerimaan dan verifikasi pembayaran digital. Jadi Anda tidak perlu repot mengecek dan melakukan verifikasi satu demi satu.
  • Membantu melakukan persetujuan secara otomatis. Anda hanya perlu menetapkan kondisi-kondisi yang menjadi tolak ukur atau parameter. Tujuannya supaya sistem Blockchain tahu apakah harus menolak dan menyetujui sebuah kesepakatan.

3. Aplikasi Penyimpanan Konten Bisnis

blockchain teknologi

Hampir 80% bisnis online masa kini menggunakan strategi konten marketing untuk mempromosikan usahanya. Cara tersebut digemari karena terbukti manjur mendatangkan konsumen ke toko. Hanya saja, Anda perlu waspada dan apik dalam menyimpan konten agar tidak mudah hilang, dicuri atau diretas.

Kebanyakan pebisnis online masih tidak tahu cara menyimpan dan menjaga file konten usaha mereka. Bahkan tidak sedikit juga yang mengabaikan tata cara penyimpanan konten. Akibatnya file-file tersebut sangat mudah hilang. Ada pula pebisnis online yang mengalami kendala seperti website macet karena terlalu banyak memuat konten (overload).

Untuk mengatasi semua permasalahan di atas, Anda bisa mencoba inovasi Blockchain berupa aplikasi penyimpanan konten bisnis. Blockchain adalah sistem penyimpanan berbasis Cloud digital yang bisa Anda gunakan tanpa batas ukuran maksimal. Website Anda tidak akan pernah “lemot” atau rusak lagi hanya karena kelebihan beban muatan konten.

Selain itu, Blockchain juga bisa mendistribusikan file ke seluruh jaringan akun bisnis Anda dalam hitungan detik. Hasilnya konten-konten marketing bisnis online Anda bisa tersimpan dengan rapi, tidak mudah hilang atau tercecer. Konten juga tidak mungkin bisa dicuri orang lain karena sistem penyimpanan Blockchain diamankan dengan kode-kode verifikasi unik tersendiri.

Artikel Terkait  Mengenal EDC Blockchain Wallet: Dompet Kripto Masa Kini | Pengertian, Cara Kerja dan Manfaat

4. Aplikasi Pelindung Karya untuk Freelancer dan Artis

Sebagian orang memilih berkarir dengan jalan berkarya sebagai artis, penulis dan freelancer. Mereka mendapatkan uang dari menjual beragam karya seni ciptaan masing-masing seperti film, desain grafis, foto, dan buku.

Karya-karya seni ini seringkali diunggah ke internet untuk dijualbelikan secara online. Sayangnya alih-alih dibeli, pada kenyataannya karya seni tersebut justru dibajak dan dibagikan gratis oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal ini jelas merugikan para artis, penulis dan freelancer karena mereka tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Kini orang-orang mulai menciptakan solusi baru dengan Blockchain untuk mencegah pembajakan karya seni yang bernilai. Salah satunya adalah aplikasi smart contract yang bisa melindungi hak cipta, mencegah hacker mencuri file, serta memfasilitasi penjualan karya secara online kepada konsumen.

Selain aplikasi smart contract, terdapat pula inovasi baru berupa aplikasi pelindung karya berbasis Blockchain. Walaupun masih baru dan perlu banyak pengembangan, rupanya sudah ada perusahaan yang menggunakan teknologi ini, yakni bisnis musik asal Inggris bernama “Mycelia”.

Mycelia mengadaptasi sistem Blockchain untuk memfasilitasi jual-beli lagu dari musisi ke konsumen secara langsung. Pembayaran dilakukan dengan sistem peer-to-peer sehingga uang konsumen akan didistribusikan otomatis ke produser, musisi dan penulis lagu dalam jumlah yang sudah ditetapkan. Orang-orang jadi bebas berkarya dan sukses tanpa perlu takut menjadi korban pembajakan.

5. Aplikasi Bisnis Berbasis “IoT”

Banyak orang menilai bahwa saat ini kita sudah masuk ke masa “IoT”. IoT adalah singkatan dari “Internet of Things”, yang juga merupakan tahapan tertinggi dalam perkembangan internet.

Pada masa IoT, orang-orang sudah memaksimalkan penggunaan internet untuk mengendalikan beragam jenis perabotan rumah tangga elektronik. Semisal lampu pintar (smart bulb), TV pintar (smart TV), kulkas pintar (smart fridge), alat pemantau suhu udara, dan masih banyak lagi. Melalui koneksi internet dan aplikasi, seseorang bisa mengendalikan, menghidupkan dan mematikan alat-alat “pintar” tadi. Canggih, ya?

Mulai dari sekarang pun sudah ada banyak bisnis online yang mengembangkan usahanya dengan sistem IoT. Namun tentu, bisnis tersebut jumlahnya masih terbatas dan sebagian besar berasal dari industri teknologi komunikasi seperti Apple, Samsung, AT&T dan IBM. Bisnis-bisnis ini sudah mengembangkan sistem IoT untuk menciptakan sistem kerja online yang lebih efisien.

Akan tetapi di masa depan, bisnis kecil juga diprediksi bisa ikut memanfaatkan IoT dengan bantuan Blockchain. Blockchain digadang-gadang akan menjadi teknologi e-commerce yang memungkinkan perusahaan mengembangkan bisnis di ranah IoT dengan mudah.

Melalui rancangan Blockchain, Anda bisa menciptakan sistem bisnis baru yang dapat bekerja otomatis dari jarak jauh dengan internet. Hasilnya, bersiap-siap untuk mendapati performa bisnis Anda yang lebih baik, efisien dan sukses mendulang lebih banyak keuntungan!

Menarik sekali bukan contoh-contoh inovasi aplikasi e-commerce yang bisa kita buat dengan teknologi Blockchain? Jadi semakin tidak sabar untuk segera bisa menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut di masa yang akan datang!

Demikianlah pembahasan artikel kali ini seputar aneka ragam inovasi aplikasi e-commerce baru dengan sistem Blockchain. Yuk selalu up-to-date informasi terkini terkait dunia crypto bersama Crypto Markey! Sampai jumpa lagi di artikel seru lainnya!