Dunia investasi Crypto selalu berkaitan dengan penggunaan grafik di dalamnya. Salah satu grafik yang terkenal dan sering dipakai adalah “Grafik Candlestick”. Sudahkah Anda tahu bagaimana cara membaca Grafik Candlestick tersebut?

Nama grafik “Candlestick” sering disebut-sebut sebagai grafik termudah untuk dipelajari investor Crypto pemula. Grafik ini mampu menjadi pedoman terbaik Anda untuk memprediksi naik-turunnya harga aset di waktu yang akan datang. Anda bisa dengan mudah untung besar dari investasi Crypto kalau sudah menguasai cara membaca Candlestick 1 menit!

Kira-kira apa saja bentuk Candlestick dan artinya, ya? Yuk pelajari selengkapnya dalam artikel seri belajar Crypto pemula berikut ini!

Belajar Crypto Pemula: Apa Itu Grafik Candlestick?

candlestick

Grafik Candlestick adalah salah satu chart/grafik yang menjadi andalan investor Crypto. Dibandingkan dengan chart lainnya, bentuk-bentuk Candlestick dan artinya jauh lebih mudah dipahami dan diprediksi.

Grafik adalah chart khusus yang pasti ada di sebuah platform investasi. Grafik berfungsi untuk menunjukkan kondisi serta pergerakan harga aset investasi. Dari sinilah Anda bisa tahu kondisi aset secara berkala apakah harganya naik atau turun.

Sejatinya ada banyak sekali jenis grafik dalam dunia investasi. Namun para investor tampaknya paling menggemari bentuk Candlestick. Alhasil, Candlestick sering digunakan untuk menganalisis pertumbuhan forex, saham, komoditas dan yang paling baru: Cryptocurrency.

Sesuai namanya pun, Candlestick mempunyai bentuk serupa batang lilin. Body “batang lilin” sengaja didesain sebagai cerminan dari harga pembukaan dan penutupan aset. Uniknya, chart Candlestick juga dilengkapi dengan warna: merah (yang berarti harga penutupan lebih rendah dari pembukaan), dan hijau (harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan).

Sejarah Candlestick: Berasal dari Jepang

Candlestick adalah grafik investasi yang berasal dari Jepang. Penemunya adalah seorang investor abad 18 dari tanah Sakura bernama Munehisa Honma. Kala itu, Honma terkenal sebagai trader komoditas beras.

Penemuan grafik Candlestick bisa dikatakan sebagai sebuah ketidaksengajaan. Sebagai seorang trader, Honma mempunyai kebiasaan mencatat pergerakan harga beras. Setiap hari, ia menulis balok-balok harga di atas perkamen padi dengan apik. Sampai pada akhirnya Honma menyadari ada pola berulang dari catatannya tersebut.

Dari sanalah Honma lantas terpikir untuk mengembangkan pola tadi sebagai sebuah chart/grafik baru. Singkat cerita, Honma mengembangkan hukum-hukum investasi lengkap dengan grafik “Japanese Candlestick” barunya.

Namun kepopuleran Candlestick lebih banyak dipengaruhi oleh Steve Nison, seorang trader profesional dari Eropa. Di tahun 1987, Nison mengetahui bentuk Candlestick dan artinya ketika berkenalan dengan seorang pialang dari Jepang.

Merasa tertarik, Nison pun mendalami cara membaca grafik Candlestick sebelum menuangkannya ke dalam buku berjudul “Japanese Candlestick Charting Techniques”. Akhirnya buku tersebut sukses mendunia dan kita pun mengenal beraneka bentuk Candlestick dan artinya.

Artikel Terkait  Apa itu Cryptocurrency? Mengenal Lebih Dalam Tentang Cryptocurrency

Struktur Grafik Candlestick

candlestick

Nah, sekarang Anda harus hafal struktur Candlestick supaya bisa cepat menguasai cara membaca grafik Candlestick. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Candlestick adalah grafik/chart yang dapat memprediksi pergerakan nilai aset investasi. Chart ini umumnya dipakai untuk menganalisis harga aset secara teknikal.

Struktur grafik Candlestick sejatinya tidak jauh berbeda dengan grafik bar. Perbedaannya hanya tampak pada “bentuk tubuh” masing-masing grafik saja.

Sebuah grafik Candlestick memuat empat komponen di dalamnya yaitu: Open (harga pembuka), High (harga tertinggi), Low (harga terendah) dan Close (harga penutup). Keempat unsur tersebut sering disebut juga sebagai “OHLC”.

Bodi lilin grafik Candlestick menggambarkan rentang jarak harga pembuka dan penutup untuk periode tertentu. Setiap bodi juga diwarnai dengan warna tertentu untuk mempermudah investor mengetahui naik-turunnya harga. Warna yang dipakai bisa merah-hijau, merah-biru, atau putih-hitam.

Bull VS Bear Candle

Terdapat dua tipe kondisi dari sebuah Candlestick, yakni bull dan bear candle. Bull candle (diambil dari istilah trading “bull/bullish”) digunakan ketika harga aset naik/mahal. Kondisi bull candle terjadi ketika harga pembuka di bawah harga penutup.

Sedangkan bear candle (diambil dari istilah trading “bear/bearish”) adalah posisi sebaliknya. Bear candle menunjukkan harga aset menurun, ditandai dengan harga pembuka yang lebih tinggi daripada penutup.

Investor bisa menjual aset ketika kondisi grafik Candlestick menunjukkan bull candle untuk memperoleh untung. Pun Anda bisa membeli aset sebanyak-banyaknya ketika bear candle terjadi.

Lalu bagaimana dengan kondisi High dan Low? Elemen High dan Low pada Candlestick menunjukkan rentang harga aset tertinggi dan terendah. Ketika garis grafik berada di atas bodi lilin, maka saat itu muncul elemen High (harga tertinggi aset). Pun sebaliknnya, elemen Low (harga terendah aset) akan tampak saat garis chart berada di bawah batang lilin.

Keunggulan Candlestick untuk Investasi

Candlestick lebih mudah digunakan ketimbang grafik lainnya karena punya tampilan visual yang menonjol. Dalam sekali lihat saja, Anda sudah bisa mengetahui posisi kenaikan atau penurunan harga aset, plus harga tertinggi dan terendahnya.

Namun selain itu, Candlestick juga mempunyai lebih banyak keunggulan untuk membantu investasi yakni:

  • Bisa memprediksi harga ke depannya. Sinyal-sinyal perubahan harga pasar aset investasi di masa yang akan datang dapat diprediksi dengan baik dan akurat oleh Candlestick.
  • Visual yang nyaman. Sebagian besar orang lebih nyaman menganalisis dan mengamati Candlestick karena tampilan visualnya yang impresif warna-warni.
  • Bisa menampilkan psikologi pasar. Candlestick bisa menuntun investor untuk mencari tahu siapa yang mendominasi pasar investasi dengan melihat ukuran body dan shadow grafik saja.
  • Mudah dipraktekkan. Anda tidak perlu menghafal banyak pola seperti pada grafik lain. Cara membaca Candlestick 1 menit sudah bisa Anda lakukan setelah familiar dengan elemen-elemen penyusunnya.

Pedoman Cara Membaca Candlestick 1 Menit untuk Pemula

Sekarang tibalah kita pada bagian yang dinanti-nanti: cara membaca grafik Candlestick! Bagaimana cara membaca Candlestick 1 menit saja? Pertanyaan tersebut sering kali muncul dalam benak investor Crypto, saham ataupun forex.

Kalau Anda juga mengalami permasalahan yang serupa, kini Anda tidak perlu bingung lagi. Berikut adalah tips cara membaca grafik Candlestick untuk pemula:

Perhatikan Panjang Sumbu

Setiap lilin pasti memiliki sumbu, bukan? Begitu juga dengan grafik Candlestick. Sumbu atau “ekor” pada Candlestick menunjukkan volatilitas harga perkiraan perubahan harga aset sekuritas untuk kurun waktu tertentu. Sumbu lilin grafik yang panjang menunjukkan harga aset yang tumbuh cepat dalam durasi tertentu, tapi menerima penolakan akibat perlawanan pihak tertentu.

Perhatikan Ukuran Bodi Lilin

Selanjutnya, perhatikan ukuran dari bodi lilin grafik. Bodi lilin memperlihatkan kekuatan dari pertumbuhan aset. Ketika bodi memendek/mengecil, momentum pertumbuhan aset pelan. Namun sebaliknya, ketika bodi memanjang, itu artinya momentum sedang tumbuh kuat.

Letak Bodi

Cek juga letak dari bodi lilin. Posisi memperlihatkan kondisi kestabilan dan kepastian pasar investasi saat ini. Beberapa makna dari posisi bodi lilin, misalnya:

  • Batang lilin di tengah sumbu atas dan sumbu bawah: kondisi pasar investasi sedang tidak pasti di pasaran.
  • Batang lilin bersumbu panjang di salah satu ujung: ada perlawanan atau penolakan pertumbuhan dari pihak tertentu.

Hitung Rasio Panjang Sumbu dan Bodi

Menghitung rasio panjang sumbu dan bodi lilin juga penting untuk mengetahui momentum pertumbuhan aset dan kondisi pasar. Beginilah dua perbedaan kondisinya yang mencolok:

  • Pasar aset momentum tinggi: Candlestick kebanyakan berukuran panjang dan bersumbu pendek.
  • Pasar dengan momentum aset tak pasti: Candlestick kebanyakan berukuran pendek dan sumbunya panjang.

Atur Durasi Waktunya

Anda juga bisa lho mengecek Candlestick berdasarkan waktu-waktu tertentu untuk mempermudah prediksi harga aset di masa depan. Cukup pilih filter waktu sesuai kebutuhan, bisa 15 menit, 1 jam, 24 jam (1 hari), satu minggu, ataupun hitungan bulanan. Semakin real-time atau terkini waktu investasi yang diamati maka akan semakin akurat juga prediksi kondisi Candlestick berikutnya.

Artikel Terkait  Pedoman Lengkap Belajar Blockchain Terbaru untuk Pemula | Definisi dan Cara Kerjanya

Volume Aset

Terakhir, cek pola volume aset pada grafik Candlestick. Pola grafik lilin bisa menampilkan volume aset investasi yang tengah diperjualbelikan. Pengertian volume tak lain merupakan jumlah aset yang sedang dijual dalam waktu tertentu.

Semakin tinggi sebuah volume, maka itu artinya ada banyak orang yang membeli dan menjual aset tersebut. Volume bisa Anda jadikan sebagai patokan timing menjual atau membeli aset baru.

Ketika volume berwarna merah, artinya aset Crypto Anda sedang mengalami penurunan minat di pasaran. Saat ini terjadi, orang-orang cenderung memilih menjual aset. Sebaliknya, ketika volume berwarna hijau, terjadi peningkatan minat pada aset dan orang-orang cenderung membeli Crypto.

Demikianlah artikel seri belajar Crypto pemula hari ini seputar cara membaca Candlestick 1 menit. Semoga pembahasan di atas bisa menambah wawasan Anda seputar bentuk-bentuk Candlestick dan artinya.

Pedoman di atas hanyalah satu referensi tambahan untuk Anda. Kami tetap menyarankan Anda untuk sebaiknya mempelajari lebih banyak sumber cara membaca grafik Candlestick sebelum memutuskan berpraktek. Ingat, seluruh resiko investasi sepenuhnya ditanggung oleh sang investor sendiri. Jadi selalu bersikap bijak saat berinvestasi, ya!

Ingin mendapat bahan belajar Crypto pemula gratis yang lebih banyak? Yuk follow website Crypto Markey supaya tidak ketinggalan info update tentang crypto terbaru setiap hari.

Sampai jumpa lagi di pembahasan selanjutnya!