Trading CFD adalah salah satu istilah populer dalam dunia investasi Crypto, saham dan Forex internasional. Sudahkah Anda memahami apa arti dari istilah tersebut?

Rupanya, memahami arti CFD adalah hal yang penting bagi seorang investor. Sebab, strategi CFD bisa menghindarkan Anda dari kerugian investasi. Kira-kira seperti apa arti trading CFD serta kegunaannya? Yuk langsung saja kita simak penjabarannya pada artikel seri cara trading Crypto bagi pemula berikut ini. Selamat membaca!

Trading CFD Adalah : Definisi dan Contoh

Pernah mendengar nasehat investor bijak yang berbunyi, “Jangan simpan asetmu dalam satu tempat”? Ya, faktanya, seorang investor berpengalaman pasti tidak pernah melakukan satu jenis investasi saja. Selain untuk memaksimalkan untung, rupanya teknik berinvestasi di banyak tempat juga dilakukan untuk alasan keamanan.

Dalam dunia Crypto, trading CFD adalah salah satu upaya memecah aset investasi Anda demi keamanan. Merujuk pada kamus, arti CFD adalah Contract For Difference. Trading CFD adalah investasi yang dilakukan atas dasar kontrak kerja sama Anda (selaku investor) dengan pihak broker.

Lebih jelasnya lagi, sejumlah arti CFD adalah sebagai berikut:

  • Arti CFD adalah kontrak antara seorang investor dengan broker/penyedia aset untuk menukar selisih harga aset ketika kontrak investasi dimulai dan berakhir.
  • CFD merupakan investasi berdasarkan kontrak derivatif antara Anda selaku investor dengan broker/penjual aset. Kontrak tersebut mengatur hal-hal penting seperti proses pembayaran selisih harga jual dan harga beli aset investasi (misalnya saham, Crypto, komoditas, valuta mata uang asing, dan lain-lain).

Contoh Trading CFD

Untuk mempermudah pemahaman, contoh trading CFD dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Anda membuat kesepakatan (kontrak) dengan sebuah broker untuk melakukan investasi berdasarkan pergerakan harga aset Crypto atau saham. Ketika harga aset naik, pihak broker yang membayar selisih harga kepada Anda. Begitupun sebaliknya. Saat harga penutupan aset turun atau lebih rendah dari harga beli, Anda yang membayar selisih harga ke pihak broker.

Jadi, trading CFD merupakan investasi yang dilakukan menurut naik turunnya harga aset bukan berdasar asetnya. Anda bisa mendapat keuntungan investasi walaupun tidak punya aset Crypto, saham, Forex, dan lain-lain secara langsung. Lain cerita dengan investasi biasa di mana Anda benar-benar dinyatakan sah sebagai pemilik sebuah aset.

Artikel Terkait  Cara Main Crypto Terbaru : Cara Menyiasati Bubble Crypto

3 Alasan Melakukan Trading CFD

cfd adalah

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa seseorang mau melakukan trading CFD. Berikut adalah beberapa penyebab trading CFD dipandang sebagai aktivitas yang menguntungkan.

1. Memecah Investasi dan Meningkatkan Keamanan

Alasan pertama melakukan trading CFD yakni untuk meningkatkan keamanan investasi itu sendiri. Seorang investor berpengalaman pasti menyadari bahwa resiko investasi amat besar. Sebuah aset bisa mengalami kenaikan dan penurunan harga yang drastis.

Bayangkan Anda hanya mempunyai satu aset Crypto saja. Seluruh uang Anda diinvestasikan untuk aset tersebut. Namun di kemudian hari, aset yang Anda punya justu mengalami kejatuhan harga yang cukup besar sehingga Anda merugi total.

Nah, memecah investasi bisa menjadi langkah yang bijak untuk mengurangi kerugian tersebut. Katakanlah Anda mempunyai aset Crypto dan CFD. Ketika Crypto mengalami kerugian, Anda tetap bisa untung dari hasil CFD. Dan ketika kedua aset sama-sama menguntungkan, keuntungan investasi Anda menjadi dua kali lipat. Strategi ini bisa menjadi win-win solution bagi Anda.

2. Mendapat Untung dari Pembelian dan Penjualan

CFD bisa memberikan Anda keuntungan, baik saat membeli ataupun menjual aset. Ini karena setiap investor diberi keleluasaan untuk memilih mau membeli atau menjual aset pada waktu tertentu. Ketika Anda yakin harga aset kelak akan naik, maka Anda bisa membeli begitupun sebaliknya.

Namun CFD trading tetap bisa membantu Anda meminimalisir kerugian investasi dengan cermat. Karena penjualan dilakukan berdasarkan pergerakan grafik harga, maka Anda bisa memilih opsi jual ketika grafik sudah menunjukan tanda-tanda akan menurun. Alhasil keuntungan pun bisa tetap dikantongi.

3. Mengakses Pasar Investasi Internasional

Alasan terakhir seseorang melakukan CFD yakni karena trading ini memberi mengakses langsung ke pasar investasi internasional (global). Mayoritas broker atau penyedia CFD menawarkan produk investasi yang laris-manis di berbagai negara.

Jadi Anda tidak perlu pusing membuka akun di banyak broker. Cukup pilih satu saja yang terbaik, lalu Anda sudah bisa berinvestasi untuk Crypto, saham, forex dan lain-lain dengan skala internasional.

Jenis-Jenis CFD Trading: Long dan Short

Ada dua jenis CFD trading yang populer yaitu long trading dan short trading. Anda bebas memilih sendiri hendak melakukan investasi CFD long atau short. Keduanya mempunyai karakteristik atau ciri khas yang berbeda, yakni sebagai berikut:

1. Long Trading CFD

Long trading adalah strategi investasi jangka panjang. Long trading biasa dilakukan ketika seseorang meyakini harga aset yang dibelinya akan naik dalam kurun waktu panjang (masa depan). Alhasil, orang tersebut melakukan buy (beli) ketika harga aset rendah, menyimpannya untuk jangka waktu yang lama sampai harga kembali meninggi. Nah, saat harga aset sudah tinggi itulah ia menjual (sell) untuk mendapat untung.

2. Short Trading CFD

Berbanding terbalik dengan long trading, short trading adalah investasi jangka waktu pendek untuk mendapat keuntungan lebih cepat. Short trading juga bisa menjadi “solusi penyelamatan” ketika grafik harga aset investasi dirasa sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Jadi aset segera dijual untuk mendapat keuntungan sebelum harganya lebih rendah lagi dibandingkan saat pembelian. Dengan begini Anda bisa tetap mendapat untung investasi.

Kelemahan CFD Trading yang Wajib Diwaspadai

Sama seperti investasi lainnya, CFD Trading juga mempunyai kelemahan yang wajib Anda waspadai. Mengetahui kelemahan trading CFD bisa membantu menghindarkan diri Anda dari masalah yang tak diinginkan kelak. Adapun beberapa kelemahan investasi CFD yakni:

1. Resiko Pasar yang Selalu Berubah

Investasi CFD bergantung sepenuhnya pada margin harga aset. Meskipun Anda bisa berinvestasi dengan modal kecil, nyatanya resiko pasar investasi akan selalu ada dan selalu berubah tak menentu.

Salah satu kekhawatiran investor adalah perubahan harga aset yang tiba-tiba. Terutama untuk pasar Crypto. Semisal hari ini harga Crypto tinggi, tapi besok harganya bisa tiba-tiba jatuh. Seorang investor yang tidak siap dengan perubahan pasti akan langsung merugi besar.

Maka dari itu, ada baiknya Anda memahami betul-betul cara mengelola uang serta membaca pergerakan pasar Crypto dengan baik. Beberapa investor CFD profesional umumnya juga akan menyarankan Anda untuk memanfaatkan fasilitas stop loss yang disediakan oleh pihak broker.

Artikel Terkait  Pedoman Lengkap Belajar Blockchain Terbaru untuk Pemula | Definisi dan Cara Kerjanya

2. Peraturan yang Lemah

Resiko kedua datang dari lemahnya peraturan yang mengelola investasi CFD. Investasi CFD masih belum dibarengi dengan peraturan yang ketat, sehingga semua resiko, masalah dan kerugian ditanggung sepenuhnya oleh sang investor sendiri.

Supaya tidak rugi, Anda wajib waspada saat memilih broker atau platform investasi Crypto CFD. Pastikan fasilitas yang Anda gunakan sudah terdaftar resmi di Badan OJK Indonesia untuk menghindari penipuan atau jasa broker abal-abal. Jangan lupa pula untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum berinvestasi guna menghindari kesalahpahaman.

3. Beban Spread

Kelemahan terakhir adalah adanya beban biaya tambahan spread yang lumayan tinggi dalam investasi CFD. Salah satu aturan investasi ini adalah Anda harus membayar biaya spread ketika hendak masuk mendaftar sebagai investor  ataupun saat keluar dari investasi. Tanpa membayar spread, Anda tidak bisa memperoleh profit dari CFD.

Terkadang banyak orang memilih mengurungkan niat investasi karena terkendala beban spread ini. Sebaiknya konsultasikan kembali dengan calon broker pilihan guna mengetahui pasti biaya-biaya tambahan yang berlaku selama proses investasi berlangsung.

Demikianlah pembahasan artikel edisi kali ini seputar cara trading Crypto bagi pemula: arti CFD.

Tidak ada salahnya untuk mencoba trading CFD sebagai salah satu upaya mendapat pemasukan pasif. Namun sebaiknya CFD dilakukan ketika Anda memang mempunyai “uang dingin” yang aman, ya. Jika investasi Crypto utama Anda mendatangkan keuntungan yang lumayan, tidak ada salahnya menggunakan separuh keuntungan untuk CFD.

Ingin belajar lebih banyak cara trading Crypto bagi pemula? Atau ingin tahu lebih banyak tips dan trik investasi jenis lain? Yuk follow terus website Crypto Markey dan dapatkan ratusan artikel menarik seputar Crypto secara gratis!

Terima kasih sudah mengikuti sampai di sini. Sampai bertemu lagi di pembahasan selanjutnya, ya!