Apakah investasi crypto aman? Tentu saja iya! Meski begitu, Anda tetap harus mewaspadai berbagai resiko crypto yang menghantui di balik layar, seperti crypto scam.

Akhir-akhir ini ada banyak sekali bahaya cryptocurrency baru yang bermunculan. Salah satunya adalah crypto “Squid Game” yang terbukti sebagai resiko crypto scam. Anda harus super waspada karena resiko crypto scam sedang sangat marak bertebaran.

Apa itu scam crypto dan bagaimana cara mendeteksinya? Yuk langsung simak penjelasan selengkapnya pada tips menghindari bahaya cryptocurrency berikut ini!

Apa Itu Crypto Scam?

crypto-scam..

Apakah investasi crypto aman? Ya, tentu saja. Walau begitu bahaya cryptocurrency tetap bisa hadir dalam berbagai bentuk.

Dunia investasi memang tidak akan pernah lepas dari beragam resiko dan ancaman. Baik itu investasi saham, emas maupun crypto, semuanya pasti dibayang-bayangi oleh berbagai resiko. Namun Anda tidak perlu cemas karena semua resiko crypto bisa dengan mudah disadari dan diatasi.

Salah satu bahaya cryptocurrency adalah crypto scam. Crypto scam merupakan modus aksi penipuan oleh individu atau kelompok untuk mengelabui investor.

Penipu akan menggiring investor untuk memberikan informasi sensitif seperti kode keamanan dompet crypto mereka. Berbekalkan data-data tersebutlah penipu bisa membobol koleksi crypto Anda.

Ada dua jenis modus scam yang sering terjadi menimpa komunitas crypto yakni sebagai berikut:

Modus Transfer Crypto

Resiko crypto scam pertama berupa modus pengiriman crypto langsung ke rekening atau dompet milik penipu. Aksi ini bisa dilancarkan karena para penipu memalsukan identitasnya sehingga korban terkecoh. Selain itu modus scam ini juga bisa terjadi melalui aksi investasi bodong oleh lembaga bursa crypto ilegal.

Modus Pembobolan Data Pribadi

Modus scam kedua dilakukan berupa pembobolan data pribadi investor. Aksi ini ditujukan untuk memperoleh data-data penting supaya penipu bisa dengan mudah masuk ke akun investor dan mencuri isinya. Akses yang biasa dibobol berupa password, pin rahasia, authentication creentials dan kode-kode lainnya.

Contoh Bahaya Cryptocurrency Scam

Baru-baru ini muncul berita menghebohkan dari dunia crypto. Sebuah crypto baru yang sempat populer, crypto “Squid Game” terbukti sebagai aksi scam.

Squid Game sendiri adalah film Korea Selatan bergenre thriller-action. Film tersebut dirilis oleh platform Netflix dan sangat booming hingga ke mancanegara. Kepopuleran Squid Game mendorong banyak pihak untuk membuat produk terkait film tersebut tak terkecuali oknum penipu crypto.

Namun untungnya, banyak ahli crypto cepat menangkap keanehan pada platform crypto Squid Game. Mulai dari banyaknya typo dan salah eja pada website resminya hingga tidak adanya opsi jual pada aset crypto yang dibeli.

Alhasil crypto Squid Game langsung dinyatakan sebagai salah satu bentuk scam terbaru. Scam ini termasuk membahayakan sekaligus menjebak banyak orang, khususnya para penggemar film Squid Game.

4 Jenis Crypto Scam yang Paling Marak saat ini

Selain koin Squid Game, inilah 4 jenis bahaya cryptocurrency scam lainnya yang marak terjadi pada tahun ini. Ayo kenali dan waspadai kehadirannya!

1. Scam NFT

Aset kripto NFT sedang melejit naik daun di tahun ini. Seiring pertumbuhan aset NFT yang sangat tinggi di masyarakat, rupanya muncul juga banyak aksi scam NFT yang merugikan.

Scam NFT berupa aksi penawaran NFT palsu pada kolektor. Oknum penipu akan menjual NFT dengan harga yang sangat mahal melebihi harga aslinya. Mereka bisa membual mengaku aset tersebut memiliki nilai seni tinggi, padahal sejatinya belum tentu.

Untuk menghindarinya, investor NFT disarankan untuk membeli aset melalui platform terpercaya saja. Misalnya langsung dari pengembang blockchain NFT atau marketplace NFT sejenis OpenSea.

2. DeFi Rug Pulls

Bahaya cryptocurency kedua adalah DeFi Rug Pulls. Aksi penipuan ini tergolong sangat baru dan lumayan menjebak karena dikembangkan memakai teknologi blockchain DeFi itu sendiri.

Sistem DeFi dikembangkan untuk mempermudah proses desentralisasi keuangan dengan menyingkirkan gatekeeper rumit di setiap transaksi. Sayangnya oknum hacker berhasil menemukan cara untuk membawa kabur uang dengan sistem DeFi.

Saat menjalankan DeFi Rug Pulls, oknum penipu akan menjebak investor untuk menyimpan dan mengunci aset mereka ke jaringan DeFi perusahaan penipu. Investor akan diberi iming-iming profit yang lebih tinggi kalau mereka mau menyimpan sementara aset di DeFi. Padahal sesungguhnya aset yang disimpan dalam jaringan akan langsung dibawa kabur.

Artikel Terkait  Apa itu PoS (Proof of Stake)? | Perbedaan dan Kelebihan dari PoW

3. Malware dan Virus Crypto

Scam juga bisa hadir dalam bentuk malware dan virus yang menyerang komputer investor. Jaringan blockchain memang sulit ditembus malware, tapi tidak dengan komputer atau sistem dompet kripto yang Anda pakai.

Malware dan virus online bisa merusak sistem komputer, laptop atau smartphone yang menampung dompet kripto beserta isinya. Sekali saja komputer Anda disusupi oleh malware, maka penipu sudah bisa langsung mengambil alih seluruh sistem operasionalnya.

Malware membantu hacker untuk memantau dan merekam semua aktivitas serta data pribadi Anda. Dengan begini mereka akan lebih mudah membobol isi dompet kripto Anda.

Namun cara mengatasi malware dan virus ini ternyata sangat mudah. Anda hanya perlu memastikan seluruh perangkat komputer, laptop dan smartphone dilengkapi dengan perlindungan antivirus serta antimalware. Ada banyak sekali jenis antivirus yang bisa digunakan baik secara gratis atau berbayar.

Beberapa tips lainnya:

  • Rajin-rajin lakukan scan komputer untuk mencegah adanya virus dan malware yang tersembunyi.
  • Hindari download file dari sumber tak dikenal, file bajakan atau sembarang mengklik link yang tak jelas asal-usulnya.
  • Pastikan dompet kripto dilindungi oleh sistem perlindungan autentikasi dua faktor. Sistem ini akan memberi pengamanan ekstra sehingga dompet tak bisa diakses sembarang orang dalam 1x klik.

4. ALT Coin Pumps and Dumps

Modus scam crypto terakhir adalah ALT coin pumps and dumps. Pump and dump sendiri merupakan salah satu modus penipuan yang cukup sering terjadi di sepanjang sejarah perkembangan crypto.

Sesungguhnya aksi pump and dump memang lumrah dilakukan komunitas crypto. Hanya saja aksi ini sangat rentan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin meraup keuntungan instan.

Pump terjadi ketika investor besar sekaligus berpengaruh membeli aset kripto tertentu untuk mendorong penjualan, minat dan harganya di pasaran. Nantinya ketika harga aset kripto sudah meningkat tajam, investor tadi akan menjual asetnya kembali. Akibatnya, harga aset akan langsung turun drastis (dump).

Perubahan situasi pasar secara drastis inilah yang menimbulkan kerugian di kalangan investor. Oknum-oknum bisa sengaja ‘bermain’ untuk menaikkan harga aset agar mendapat untung berkali-kali lipat dari harga awal.

4 Cara Mewaspadai Crypto Scam

Tentunya tak seorangpun ingin menjadi korban bahaya cryptocurrency scam. Untuk itu, kita wajib membekali diri dengan strategi mewaspadai bahaya cryptocurrency scam. Bagaimana caranya? Anda beruntung karena jawabannya sudah tersedia lengkap berikut ini:

1. Selektif Menerima Model Pembayaran

Para ahli crypto menghimbau kepada investor agar lebih selektif dalam memilih model pembayaran saat membeli aset. Pembayaran via gift card, wire transfer atau transfer crypto langsung bisa saja merupakan modus scam.

Lebih baik gunakan sistem pembayaran yang aman, umum digunakan dan terpercaya. Misalnya Anda membayar aset dengan sistem smart contract yang sudah terbukti aman. Cara ini akan menghindarkan Anda dari potensi menjadi korban scam.

2. Hapus dan Block Email Mencurigakan

Scam juga bisa datang dalam bentuk email pemerasan atau ‘blackmail’. Email ini memiliki sejumlah ciri seperti:

  • Tidak jelas alamatnya.
  • Tidak jelas identitas pengirimnya.
  • Pesan yang dimuat bernada ancaman.
  • Pengirim akan mengatakan bahwa mereka memiliki data-data pribadi Anda yang membahayakan atau memalukan (bisa berupa foto, video dan lain-lain). Lalu mereka akan meminta Anda menransfer sejumlah crypto supaya data tersebut tak disebarluaskan.

Apabila Anda menerima email seperti itu, tetap tenang dan jangan panik. Cobalah untuk mengecek keaslian data yang ‘katanya’ mereka miliki, cari tahu kemungkinan data tersebut bisa mereka dapatkan. Anda juga bisa langsung menghapus atau memblokir pihak pengirim email tersebut.

Tetapi jika email terus-menerus datang dan dirasa mengganggu, segera laporkan kasus pada pihak berwenang untuk diproses ke jalur hukum.

3. Berinvestasi dari Platform Terpercaya

Jangan pernah membeli aset dari bursa crypto yang tidak jelas asal-usulnya. Untuk kawasan Indonesia, pastikan jasa bursa crypto yang Anda gunakan sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Lembaga keuangan yang tak terdaftar OJK biasanya adalah instansi ilegal yang berpotensi menipu.

Pun sekarang sudah ada banyak sekali platform bursa exchage yang legal, murah dan lengkap fasilitasnya. Tahan diri dan jangan sampai tergiur penawaran investasi modal rendah dengan profit tinggi yang diberikan oleh perusahaan abal-abal. Selalu kedepankan sikap waspada dan cari tahu riwayat kinerja bursa exchange pilihan Anda.

4. Pahami Sistematika Kerja Investasi Bodong

Terakhir, pelajari bagaimana sistematika kerja dari investasi bodong. Banyak orang awam terjebak investasi palsu karena pada dasarnya mereka tidak mengetahui bagaimana cara kerja penipu menjalankan aksinya.

Ada beberapa modus sistem kerja investasi crypto bodong yakni:

  • Tidak ada opsi bagi investor untuk menjual aset kripto mereka. Investor hanya bisa membeli aset tapi tak bisa menjualnya kembali seperti pada kasus kripto Squid Game. Jika kelak Anda menemukan platform crypto seperti ini, maka sudah pasti itu adalah platform crypto bodong.
  • Investasi yang menawarkan keuntungan besar dengan modal sedikit dan dalam waktu singkat. Secara logika hal tersebut sangat jelas tidak mungkin terjadi. Investasi apapun saham, emas, Bitcoin dan crypto lainnya tidak mungkin berkembang secepat kilat menghasilkan profit besar semudah membalikkan telapak tangan.
  • Lowongan pekerjaan palsu. Sejumlah oknum scammer sengaja memasang lowongan pekerjaan dengan posisi strategis melalui website. Akan tetapi pelamar diminta membayar sejumlah sekian crypto agar bisa lolos. Aksi ini juga patut diwaspadai karena rawan terjadi pencurian data pelamar oleh perusahaan bodong.
  • Layanan finansial crypto yang tak jelas. Ada pula oknum scammer yang bekerja dengan cara menawarkan jasa finansial yang tak jelas kredibilitasannya, seperti layanan konversi uang fiat ke crypto, jasa rekrut investor, sampai jasa jual atau menambang crypto.
Artikel Terkait  Pedoman Lengkap Belajar Blockchain Terbaru untuk Pemula | Definisi dan Cara Kerjanya

Kesimpulan : Apakah Investasi Crypto Aman?

Jadi sekali lagi, apakah investasi crypto aman? Jawabannya adalah iya. Jangan takut berinvestasi crypto hanya karena terdapat ancaman yang membayangi pertumbuhan portofolio Anda.

Sudah ada banyak sekali orang yang sukses mendapat profit besar dari investasi crypto. Namun supaya sukses, tetap ingat untuk mengikuti pedoman investasi yang aman. Dengan berpegangan pada strategi investasi crypto yang sah sesuai aturan, maka investasi Anda sudah pasti akan berjalan dengan baik. Selamat mencoba!

Demikianlah pembahasan artikel kali ini seputar resiko crypto, khususnya kejahatan scam. Semoga pembahasan di atas mampu menambah wawasan Anda terkait cara berinvestasi yang aman dan menguntungkan, ya!

Yuk ikuti terus CRYPTO MARKEY untuk mempelajari lebih banyak tips trik investasi crypto yang baik untuk pemula maupun profesional. Follow websitenya di http://crypto.markey.id/ dan langsung dapatkan ratusan artikel menarik gratis tiap hari. Sampai bertemu lagi!