Jumlah proyek pengembangan blockchain terus meningkat. Di saat yang sama, angka pemakaian Ethereum juga ikut meroket di kalangan blockchain developers.

Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah para blockchain developers memang sengaja menggunakan sistem Ethereum dibanding yang lain?

Jawabannya adalah “iya”. Banyak pengembang setuju bahwa teknologi ETH adalah bahan dasar terbaik untuk berbagai proyek berbasis blockchain. Ia punya lebih banyak keuntungan dari segi tingkat keamanan, cara kerja, dan dukungan komunitas.

Untuk menambah wawasan Anda, berikut ini kami telah rangkum 5 manfaat terbaik Ethereum bagi blockchain developers. Yuk langsung simak bersama ulasan selengkapnya!

5 Kelebihan Ethereum Menurut Blockchain Developers

ethereum

Apakah Anda tertarik mengembangkan proyek blockchain? Jika iya, maka sebaiknya gunakanlah teknologi Ethereum sebagai basis aplikasi yang Anda kembangkan.

Blockchain Ethereum dipandang lebih aman, stabil, serta fleksibel untuk menjalankan beragam jenis kinerja. Pun ada 5 kelebihan ETH lainnya yang diyakini oleh banyak blockchain developers:

1. Keamanan Terjamin, Legal dan Adil Merata

Pertama-tama, Ethereum adalah jaringan blockchain dengan tingkat keamanan terbaik. Ia juga menawarkan sistem distribusi data yang paling adil merata (decentralized) dan sah legal diakui.

Maka dari itu, Anda tidak perlu mencemaskan hal-hal seperti pembobolan data. Seluruh data pengguna dijamin terdistribusi dan tersimpan dengan aman dalam jaringan Ethereum. Apalagi Ethereum memakai algoritma khusus POW (Proof of Work) yang menambah tingkat keamanan jaringan ini.

Seluruh komputer di jaringan peer to peer Ethereum mempunyai otoritas yang sama, menyimpan seluruh data secara merata, dan tidak bisa dimatikan dengan gampang. Proteksinya benar-benar ketat; Anda pun harus memvalidasi transaksi secara digital demi mencegah penipuan.

2. Didukung Banyak Kode dan Tools Pemrograman Gratis

Banyak blockchain developers menyukai Ethereum karena alasan ini: tools dan sumber daya pengembangannya mudah didapat secara gratis.

Ethereum adalah salah satu teknologi yang sudah “matang” perkembangannya. Hal ini masuk akal mengingat ia telah dikembangkan dari tahun 2013. Sedangkan teknologi blockchain modern masih sangat baru dan terbatas sumber dayanya.

Alhasil, penggunaan Ethereum akan sangat membantu para blockchain developers. Mereka tidak perlu bingung lagi mencari kode program, tutorial coding, serta tools-tools pengembangan.

Beberapa contoh alat-alat coding Ethereum yang bisa digunakan adalah:

  • Vyper: bahasa pemrograman Ethereum smart contract yang dikembangkan dari Python.
  • Solidity: bahasa pemrograman Ethereum smart contract terpopuler dan paling banyak digunakan.
  • js: tools Ethereum JavaScript API.
  • Remix IDE: IDE terbaik untuk mengembangkan smart contract ETH.
  • MetaMask: software wallet crypto yang juga sering dipakai dalam proyek berbasis Ethereum.
  • Truffle Suite: alat pengembangan jaringan Ethereum yang berfungsi untuk menguji coba aplikasi smart contract.
  • Ropsten: software network untuk mengetes smart contract ETH.

3. Bersifat Multi Fungsi dan Sangat Fleksibel

Ethereum Virtual Machine (EVM) mempunyai fleksibilitas dan daya guna yang tinggi. Satu perangkat lunak ini saja sudah dilengkapi banyak fitur, mulai dari smart contract, cryptographic token, dan decentralized apps (Dapps).

Maka dari itu, fungsi blockchain Ethereum sesungguhnya sangat kompleks – bukan hanya sebatas mengirim dan menerima Ether. EVM inilah yang digunakan pengembang blockchain untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi cerdas modern:

  • Smart Contract: fitur transfer otomatis aset cryptographic (token ETH standar atau NFT) berdasarkan kondisi tertentu sesuai kesepakatan pengguna. Seluruh aset disimpan di dalam blockchain, dan pengiriman smart contract cenderung sulit dibatalkan.
  • Decentralized App (Dapps): sebuah web app dengan sistem back end berupa smart contract Ethereum. Dapps bersifat open source, dilengkapi token cryptographic, dan beroperasi pada jaringan desentral Ethereum.
  • DeFi (Decentralized Finance): aplikasi Ethereum yang ramai digunakan oleh sektor finansial. Transaksi manca negara dengan crypto berlangsung lebih mudah menggunakan DeFi karena tidak perlu diatur pihak ketiga (bank), atau terhambat perbedaan nilai mata uang.

4. Mudah Mengembangkan Jaringan Bisnis

Banyak bisnis merasa terbantu dengan kehadiran teknologi blockchain Ethereum. Dengan catatan bahwa aplikasi Ethereum harus dimodifikasi sesuai keperluan usaha masing-masing.

Aplikasi Ethereum untuk bisnis tidak sama dengan blockchain biasa. Pasalnya, sistem blockchain Ethereum memiliki sifat transparansi data yang tinggi. Jadi mau tak mau blockchain developer harus mengubah sedikit modifikasi demi melindungi data-data penting perusahaan.

Salah satu contoh teknologi Ethereum untuk bisnis yang populer di masyarakat adalah ConsenSys Quorum. App ini dapat mewadahi transaksi global yang stabil, aman, sekaligus rahasia (privat).

Artikel Terkait  Cara Bitcoiner Indonesia Melakukan Bitcoin Mining

5. Didukung oleh Banyak Komunitas Berbagai Dunia

Manfaat terakhir jaringan Ethereum menurut para pengembang adalah popularitasnya di masyarakat.

Mencari developer blockchain Ethereum jauh lebih mudah karena teknologi ini sudah lama dikenal baik masyarakat. Juga ada banyak komunitas Ethereum di seluruh dunia yang siap membantu Anda belajar terkait programming blockchain ini.

Besarnya support system Ethereum di masyarakat menjadi sinyal positif, karena turut melestarikan pemakaian teknologi ini untuk jangka panjang. Anda tidak perlu takut aplikasi ETH yang dibuat sepi pengguna.

3 Pertanyaan Blockchain Developers seputar Ethereum

Berikut adalah tiga pertanyaan umum dari para pengembang blockchain pemula terkait pemakaian Ethereum:

1. Apa Perbedaan Blockchain Ethereum dan Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang crypto terpopuler nomor 1 di dunia sedangkan Ethereum menduduki peringkat kedua.

Uang digital BTC juga didistribusikan memakai blockchain, sehingga banyak orang penasaran mengapa blockchain Ethereum justru lebih dilirik developer. Apakah Anda juga mempertanyakan hal ini?

Jawabannya ternyata sederhana: meskipun harga tokennya jauh lebih mahal, kegunaan blockchain Bitcoin masih kalah saing dibandingkan Ethereum.

Bitcoin adalah jaringan crypto pertama sehingga fungsinya masih sangat terbatas. Studi menemukan bahwa blockchain BTC hanya bisa digunakan untuk mengirim dan menerima aset saja.

Sementara teknologi di balik blockchain Ethereum sudah jauh lebih maju. Dengan adanya EVM, para pengembang dapat menciptakan lebih banyak aplikasi berdaya guna tinggi, seperti smart contract, Dapps dan DeFi.

2. Apakah Blockchain Ethereum Aman?

Tentu saja. Blockchain publik Ethereum telah teruji dan dipastikan 100% sangat aman.

Ethereum menggunakan sistem pengamanan berlapis sehingga data pengguna tidak bisa dibobol meskipun transaksi Anda bersifat terbuka (transparan). Teknologi pengaman Ethereum mencakup algoritma POW, digital signatures, dan fungsi cryptographic hash.

3. Apa Itu Token Standar ERC-20?

Nama token standar ERC-20 akan sangat sering muncul saat Anda bekerja memakai Ethereum. Ini karena ERC-20 adalah satuan standar yang sering digunakan developer untuk mengembangkan token cryptographic blockchain Ethereum.

Token ERC-20 ini juga yang menjadi patokan pengembangan smart contract Ethereum. Program yang tidak mengikuti satuan ini akan sulit beroperasi dengan baik.

Demikianlah pembahasan terkait 5 manfaat Ethereum untuk proyek blockchain. Semoga ulasan di atas bermanfaat menambah wawasan Anda, ya!

Yuk pelajari seluk-beluk keunikan dunia crypto lebih jauh bersama CRYPTO MARKEY. Baca gratis artikel-artikel seru kaya wawasannya hanya di https://crypto.markey.id/. Sampai bertemu lagi!