Crypto lending program adalah cara dapat uang dari cryptocurrency yang mudah dan ampuh. Sudah pernah mendengar istilah ini sebelumnya?

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, arti crypto lending program adalah pinjaman kripto. Aktivitas ini bisa dikatakan sebagai alternatif baru peminjaman dana yang lebih mudah dan praktis. Tidak cuma menguntungkan pihak peminjam, Anda selaku donatur juga bisa memperoleh keuntungan bunga berlipat, lho!

Kira-kira seperti apa cara dapat uang dari cryptocurrency lending? Apa sajakah keuntungan program yang satu ini? Semuanya sudah terjawab tuntas pada artikel edisi kali ini, yuk langsung disimak bersama!

Pengertian Pinjaman Crypto

crypto-lending.

Meminjam dana dari lembaga finansial seperti bank, kredit atau lembaga finance pastinya sudah cukup lumrah dilakukan sehari-hari. Tapi apa jadinya jika kita meminjam dana berupa crypto?

Perkembangan cryptocurrency kian hari semakin marak dan pesat. Dulu, kripto hanya bisa digunakan untuk investasi dan transaksi online via blockchain. Tapi sekarang muncul inovasi baru yang bisa dilakukan dengan crypto yakni crypto lending program atau pinjaman kripto.

Sesuai namanya, di program ini kita bisa meminjam atau memberi pinjaman kripto pada orang-orang yang membutuhkan. Aktivitas ini juga dikenal dengan nama P2P crypto lending.

Dalam P2P crypto lending, pinjaman yang diberikan tentunya berupa aset kripto. Nantinya pihak peminjam harus mengembalikan aset tersebut lengkap dengan besaran bunga yang telah disepakati sebelumnya. Konsep pinjaman crypto nyaris tidak ada bedanya dengan pinjaman uang biasa yang sering kita lakukan.

Cara Kerja dan Sejarah Pinjaman Kripto

Sistem pinjaman crypto bekerja 100% online via blockchain, dan bersifat langsung antara pihak peminjam dan nasabah (tidak diatur oleh otoritas keuangan ketiga). Aset pinjaman bisa digunakan untuk berbagai keperluan : modal bisnis, pengembangan lembaga, dan lain seterusnya.

Bagaimana dengan sistem keamanannya? Semua proses P2P crypto lending sudah terjamin aman, praktis dan mudah bagi pengguna. Ini karena sistem pinjaman crypto bergerak menggunakan teknologi DeFi yang dioptimalkan khusus. Siapapun bisa saling pinjam-meminjam kripto menggunakan uang fiat, aset kripto atau stablecoin milik sendiri.

Walaupun baru ‘booming’ akhir-akhir ini, rupanya crypto lending program sudah ada sejak tahun 2018 silam. Sejumlah layanan P2P crypto lending mulai bermunculan di dunia cryptocurrency kala itu. Mereka bekerja membangun kemudahan akses simpan-pinjam yang mandiri sekaligus terdesentralisasi ke masyarakat.

Secara teknis, sistem kerja platform peminjaman kripto mirip dengan cara kerja lembaga fintech biasa. Semua penyedia layanan lending crypto wajib mengikuti prosedur KYC (Know You Customer), mempunyai protokol keamanan pinjaman, sistem kustodian, dan berhak untuk membangun kemitraan bisnis bersama beragam institusi lainnya.

Artikel Terkait  Awas! Pajak Kripto Akan Mulai Diberlakukan

4 Alasan dan Keuntungan Crypto Lending

Mengapa Anda harus mencoba mempertimbangkan P2P crypto lending? Tentunya peminjaman peer to peer kripto ini tergolong menjanjikan, lho!

Inilah beberapa alasan sekaligus keuntungan dari melakukan peminjaman kripto:

1. Memperoleh Bantuan Dana dengan Cepat

Keuntungan utama lending crypto tentunya membantu peminjam atau nasabah memperoleh bantuan dana dengan cepat. Tidak seperti layanan modal tradisional yang ribet, bertele-tele dan memerlukan banyak validasi berkas, sistem DeFi blockchain mampu meringkas seluruh prosedur transfer pinjaman. Alhasil transaksi Anda berlangsung dengan lebih hemat biaya dan waktu serta lebih nyaman.

2. Mengurangi Pengaruh Volatilitas

Crypto terkenal dengan dampak volatilitasnya yang tinggi. Sayangnya, volatilitas adalah sifat bawaan semua aset kripto sehingga mustahil untuk dihindari sepenuhnya. Tapi crypto lending program bisa mengurangi pengaruh volatilitas secara lumayan signifikan.

Lending stablecoin terbukti mampu menjaga nilai aset di market supaya tidak jatuh atau mengalami volatilitas tinggi. Stablecoin adalah aset kripto yang stabil karena nilainya setara dengan uang fiat. Jadi, pinjaman stablecoin bisa menghasilkan keuntungan besar tanpa perlu takut nilainya anjlok sewaktu-waktu.

Oleh sebab itulah banyak pihak lebih merekomendasikan pinjaman kripto dalam bentuk stablecoin demi kenyamanan bersama.

3. Memperoleh Bunga Tinggi

Semua aktivitas simpan-pinjam pasti memiliki bunga keuntungan di dalamnya, termasuk peminjaman crypto. Namun bersiap-siaplah, sebab bunga pengembalian peminjaman kripto cukup tinggi!

Mayoritas lembaga lending crypto menawarkan bunga 8% untuk sistem pinjaman stabil. Angka tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan, katakanlah, bunga pengembalian pinjaman bank yang di bawah 1%.

Tingginya bunga pinjaman crypto ini sangat menjanjikan bagi donatur. Bayangkan berapa banyak profit passive income yang bisa Anda peroleh dari strategi lending ini saja! Pastinya jauh lebih tinggi dibandingkan investasi crypto biasa (HODL).

4. Meningkatkan Fungsi Aset

Manfaat mengikuti program peminjaman crypto terakhir adalah membantu meningkatkan fungsi aset. Melalui simpan-pinjam, Anda turut berkontribusi menambah jumlah peredaran uang produktif. Otomatis, nilai utilitas kripto tersebut bertambah ketika digunakan untuk beragam keperluan nyata di masyarakat.

7 Resiko Crypto Lending yang Patut Diwaspadai

Terlepas dari semua keuntungan yang dijanjikan, proses peminjaman crypto peer to peer ini juga tetap dibayangi sejumlah resiko. Anda wajib memahami seluruh resiko tersebut sebelum benar-benar mencoba lending kripto.

Apa sajakah resiko yang dimaksud? Ini jawabannya:

  • Peraturan setiap lembaga lending bisa berbeda-beda. Penting bagi nasabah selalu memerhatikan syarat dan ketentuan peminjaman yang ditawarkan platform pilihan.
  • Lebih beresiko dibandingkan bank yang diatur ketat dan diawasi pemerintah. Pastikan betul-betul apakah instansi lending yang beroperasi di negara Anda adalah lembaga yang legal/sah.
  • Update sistem DeFi secara berkala bisa memengaruhi kinerja simpan-pinjam. Proses pinjaman bisa bermasalah jika sistem blockchain mengalami error.
  • Bunga pinjaman yang terlalu tinggi dinilai memberatkan pihak nasabah. Selalu perhatikan rasio pinjaman Anda agar jumlah pinjaman tetap “aman”.
  • Berpotensi diretas. Walaupun teknologi blockchain sudah sangat canggih dan ketat, tetap tak menutup kemungkinan adanya celah serangan hack melalui serangan bug.
  • Voilatilitas tetap ada. Meski menggunakan stablecoin yang paling aman, nyatanya volatilitas adalah sifat natural kripto yang tak mungkin hilang. Volatilitas akan tetap terjadi dan bisa memengaruhi harga aset kapan saja. Kita hanya bisa meminimalisir besarannya dengan stablecoin.
  • Dibayangi aturan pajak. Resiko aturan pajak juga kerap membayangi ekosistem simpan pinjam aset crypto. Besaran pajak juga agak sulit untuk ditetapkan karena masih belum ada aturan jelas yang mengaturnya sampai hari ini. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya berhati-hati sebelum meminjam dana crypto.

3 Tips Penting Sebelum Meminjam Crypto

Untuk Anda yang tetap tertarik mencoba simpan-pinjam dengan crypto, berikut ini kami punya 3 tips penting yang wajib disimak! Ketiga tips ini bisa membantu Anda mencoba lending peer to peer crypto yang lebih aman:

1. Memahami Aturan Kerja Standar Platform

Pertama, pahami kembali semua aturan, syarat dan ketentuan standar yang berlaku di platform simpan-pinjam crypto Anda. Cek testimoni nasabah lain, prosedur pinjam dan pengembalian, perkiraan aset kembali, besar bunga, hingga sistem penalti yang ada di platform.

Usahakan untuk memahami semua informasi dengan detil. Jangan takut untuk bertanya kepada pihak platform apabila dirasa ada informasi yang masih belum jelas atau ambigu.

2. Buat Strategi Cadangan

Sebagai donatur dana, Anda wajib punya strategi cadangan jika nasabah peminjam mengalami gagal bayar (tidak bisa mengembalikan uang). Pastikan platform smart contract yang dipakai dalam transaksi mampu mengembalikan aset kripto jika situasi tersebut terjadi. Pengembalian umumnya bisa dilakukan melalui jaminan aset atau asuransi sesuai kesepakatan di awal.

Ingat, kepercayaan saja tidak cukup sebagai modal transaksi yang penuh resiko seperti simpan-pinjam modal.

Artikel Terkait  Pahami Option Trading Untuk Menganalisa Pergerakan Pasar Cryptocurrency

3. Rutin Mencari Informasi Seputar Lending

Tips terakhir, usahakan untuk rutin mencari informasi seputar strategi lending kripto sebelum benar-benar mencoba. Pelajarilah semua cara kerja lending kripto, jenis platform yang cocok untuk Anda, keuntungan dan kerugiannya.

Sebisa mungkin pelajari semua informasi terbaru, akurat dan sedetil mungkin. Jangan cepat tergiur dengan iming-iming atau tawaran pinjaman menjanjikan demi menghindarkan diri dari kejadian tak diinginkan di kemudian hari.

Demikianlah pembahasan cara dapat uang dari cryptocurrency yang mudah lewat sistem lending! Kesimpulannya, ada dua cara dapat uang dari cryptocurrency yang bisa Anda lakukan: investasi atau memberi pinjaman. Apapun strategi yang nantinya Anda ingin lakukan, ingatlah untuk mempertimbangkan dulu segenap resiko yang sekiranya akan dihadapi, ya.

Mari belajar lebih banyak tentang dunia cryptocurrency secara gratis bersama CRYPTO MARKEY! Follow website kami di https://crypto.markey.id/ agar tak ketinggalan update artikel, tips atau berita crypto terbaru setiap harinya. Sampai bertemu lagi!