Crypto fear and greed index adalah taktik termudah untuk menentukan sentimen pasar kripto. Jadi, Anda wajib tahu cara menghitung fear and greed index demi melancarkan transaksi.

Apa itu crypto fear and greed index? Yuk langsung pelajari definisi, kegunaan dan indikator perhitungannya secara lengkap di sini.

Arti Crypto Fear and Greed Index

Para trader crypto aktif pasti sudah tak asing dengan “index fear and greed”. Istilah ini diambil dari “Fear and Greed” index milik CNN Money yang dipakai dalam analisis pasar saham. Kegunaan index tersebut pun tak jauh berbeda ketika dibawa ke dunia crypto.

Crypto fear and greed index adalah skor sentimen pasar kripto dari 0 sampai 100. Setiap poin skor memperlihatkan bagaimana kondisi pasar crypto hari ini, alhasil, trader tahu kapan harus membeli atau menjual asetnya. Index ini memegang peranan yang cukup penting dalam pengaturan strategi trading bagi sejumlah komunitas crypto.

Hanya saja, crypto fear and greed index cuma bisa digunakan untuk mengukur sentimen pasar Bitcoin saja. Instrumen ini belum dapat dipakai mengukur pasar kripto yang seutuhnya.

Rentang Fear and Greed Index

fear-and-greed-index.

Index Fear and Greed terdiri dari dua jenis aspek yakni “fear” dan “greed”. Berikut adalah perbedaan sekaligus rincian rentang masing-masing aspek index tersebut:

  • Fear (skor 0 – 49): memperlihatkan situasi pasar oversupply dan undervalued. Kondisi fear menandai waktu terbaik membeli aset crypto (but the dip).
  • Greed (skor 50 – 100): memperlihatkan periode pasar bullish crypto akan berakhir. Selain itu, aset mungkin mengalami bubble crypto dan nilainya meroket.

Selain itu ada juga kondisi extreme index, yakni:

  • Extreme fear (skor 0 – 24): kondisi fear yang sangat tajam. Banyak orang menjual aset mereka dan menurunkan harganya.
  • Extreme greed (skor 75 – 100): nilai crypto membengkak dan menjadi bubble yang bisa ‘pecah’ kapan saja.
  • Netral (skor 50): kondisi pasar crypto hari ini normal.

Fungsi Utama Fear and Greed Index

Salah satu kendala besar yang dihadapi trader crypto adalah tidak tahu kapan waktu terbaik membeli dan menjual aset mereka. Apalagi kondisi pasar dan nilai crypto hari ini selalu berubah secara dinamis. Di sinilah fear and greed index berguna membantu Anda saat mau bertransaksi.

Ketika jarum index berada dalam posisi greed, maka ini adalah waktu terbaik untuk Anda menjual aset crypto dan memperoleh untung. Begitupun sebaliknya. Anda dapat membeli Bitcoin lagi ketika index memperlihatkan kondisi fear.

Selain menjadi pedoman sederhana menentukan buy and sell, crypto fear and greed index juga dapat menolong Anda supaya tidak ‘kalap’ bertransaksi di waktu yang kurang pas. Jadi Anda akan terhindarkan dari aksi FOMO yang kerap menyesatkan trader.

Hanya saja, para ahli crypto menyarankan trader agar turut mengombinasikan fear and greed dengan patokan lain ketika membuat strategi trading. Ini karena kondisi pasar kripto yang berubah super cepat dan drastis sewaktu-waktu.

Mengingat kondisi pasar yang serba tak pasti, maka kombinasi beragam cara analisa sentimen pasar bisa menghasilkan prediksi investasi yang jauh lebih akurat.

Artikel Terkait  Manfaat Membuka Banyak Bursa Kripto dan Promosi Investasi Yang Terdiversifikasi

Cara Hitung & Indikator Fear and Greed Index

Terakhir, bagaimana cara menghitung crypto fear and greed index? Strateginya tidak jauh berbeda dengan perhitungan fear and greed pada pasar saham.

Namun khusus untuk crypto, ada 6 indikator yang wajib dipertimbangkan dengan proporsi berbeda-beda. Keenam indikator tersebut adalah:

Volatilitas (25%)

Indikator pertama adalah volatilitas dengan persentase nilai 25% dari skor total. Unsur volatilitas banyak dipakai untuk mengukur level fear pasar kripto. Ketika skor index volatilitas menguat dan tinggi, maka kemungkinan besar pasar crypto hari ini sedang dilanda fear.

Bagaimana mengukur volatilitas? Biasanya indikator ini membandingkan harga Bitcoin sekarang (terbaru) dengan rata-rata harganya pada 30 dan 90 hari terakhir.

Sosial Media (15%)

Faktor berikutnya adalah sosial media. Sosial media mempengaruhi index skor total sebanyak 15%. Pun sesuai namanya, indikator ini menganalisis sentimen publik di sosial media terhadap aset Bitcoin.

Contohnya seperti jumlah interaksi atau post tentang topik Bitcoin, kecepatan interaksi, dan hashtag-hashtag yang terkait. Apabila aktivitas publik soal Bitcoin meledak tajam dan cepat di sosial media, maka itu berarti pasar crypto dalam kondisi greedy.

Volume Pasar atau Momentum (25%)

Faktor momentum atau volume pasar dipakai dalam penentuan level bullish market crypto. Proporsinya sama dengan volatilitas yakni 25% dari total skor index. Pasar dinilai bullish agresif jika volume beli pasar memperlihatkan hasil positif dan tinggi setiap hari.

Terkait cara mengukurnya, aspek volume pasar membandingkan volume rata-rata perdagangan Bitcoin 30 dan 90 hari terakhir dengan jumlah yang terbaru saat ini. Jika hasil perbandingan mengarah kuat ke atas, itu berarti sentimen pasar crypto hari ini tengah bullish.

Survey Mingguan (15%)

Ketika dikembangkan pertama kali, unsur survey juga termasuk ke dalam faktor index fear and greed. Hanya saja unsur ini sudah sangat jarang dipakai lagi dalam perhitungan skor. Alhasil orang-orang sekarang cuma mempertimbang kelima faktor lainnya saja.

Survey mingguan menyumbang prediksi sebesar 15% dari total. Survey biasanya dilakukan oleh media-media polling. Mereka secara rutin mengadakan survey untuk mengetahui pendapat pasar dari setiap trader. Lambat laun cara ini ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih efektif.

Dominasi (10%)

Faktor dominasi menandakan jumlah kapitalisasi aset (nilai market cap Bitcoin) terhadap keseluruhan kapasitas market. Dominasi menyumbang sebesar 10% untuk skor fear and greed.

Meningkatkanya nilai dominasi dapat mengindikasikan beberapa hal dalam index fear and greed. Ada yang meyakini semakin besar dominasi aset maka sedang terjadi bearish di kalangan trader. Spekulasi aset kripto lain juga menurun ketika nilai dominasi naik.

Namun ada pula yang mengartikan kenaikan dominasi sebagai pengurangan pembelian altcoin. Dominasi Bitcoin menandakan bahwa masyarakat lebih memercayai Bitcoin untuk trading ketimbang koin crypto lainnya.

Tren (10%)

Faktor fear and greed crypto terakhir adalah tren dengan alokasi porsi 10% dari skor index total. Faktor tren merujuk pada volume penelusuran Google terhadap topik Bitcoin dalam kurun waktu tertentu. Perhitungan tren dilakukan dengan rekomendasi web terkenal serta volume pencarian kata kunci.

Volume tren juga bisa mengarah pada dua jenis pemberitaan Google. Jika tren dan volume search lebih banyak mengarah pada berita Bitcoin yang positif, maka artinya sentimen komunitas mengarah ke greed. Kalau sebaliknya volume berita negatif lebih tinggi maka pasar sedang mengalami fear.

Demikianlah ulasan terkait index crypto fear and greed yang bisa Anda pakai untuk menganalisis sentimen pasar kripto hari ini.

Ingin belajar lebih banyak seputar dunia crypto hari ini? Yuk baca CRYPTO MARKEY di https://crypto.markey.id/. Ratusan artikel informatif gratis seputar crypto tersaji lengkap khusus untuk Anda di sini. Jangan sampai ketinggalan updatenya, ya, sayonara!