Slippage adalah salah satu resiko lain investasi crypto. Saat masuk ke dunia trading, Anda pasti akan sangat sering menjumpai istilah satu ini. Namun apa itu slippage means (arti slippage)?

Yuk langsung saja kita pelajari apa itu slippage means pada artikel berikut ini! Pastikan membaca sampai tuntas karena akan ada strategi perhitungan slippage tolerance untuk meminimalisir kerugian investasi crypto Anda. Selamat membaca!

Slippage Adalah

slippage-adalah.

Sejatinya slippage adalah kata dari bahasa Inggris yang berarti ‘tergelincir’ atau ‘terpeleset’. Slippage means kondisi terpeleset secara tak sengaja akibat menapaki permukaan yang licin.

Kurang lebih begitulah analogi slippage means untuk dunia crypto. Slippage adalah kondisi dimana investor ‘tergelincir’ saat melakukan transaksi di bursa efek karena berbagai faktor. Beragam faktor slippage inilah yang diibaratkan sebagai ‘permukaan licin’.

Lebih spesifiknya, slippage adalah perbedaan yang muncul dari harga aset harapan investor dengan harga asli saat transaksi. Selisih harga sering disebut ‘selip’ oleh komunitas trader crypto.

Walaupun faktanya, slippage bisa terjadi di hampir seluruh jenis investasi: crypto, saham, obligasi, ekuitas, kontrak berjangka, forex, dan lain-lain. Jadi Anda tidak perlu cemas, karena slippage adalah resiko investasi yang wajar terjadi.

Bagaimana Slippage Forex Terjadi?

Bagaimana slippage terjadi? Mari ambil contoh pada slippage forex. Umumnya kasus slippage terjadi kurang lebih dengan alur yang sama.

Hal terpenting yang harus Anda ingat adalah slippage forex bisa terjadi kapan saja. Akan tetapi mayoritas kejadian slippage forex terjadi saat nilai volatilitas pasar trading dalam kondisi tinggi dan banyak orang memilih transaksi melalui sistem market order.

Gambaran sederhananya seperti ini: setiap orang pasti mengharapkan angka jual beli aset bisa pas, tepat atau sesuai dengan harga asli real time yang dimiliki oleh bursa exchange.

Semisal angka jual beli aset kripto yang diharapkan adalah 50 ribu rupiah. Maka Anda pasti mengharapkan nominal tersebutlah yang muncul di grafik bursa efek saat melakukan transaksi tidak kurang atau lebih.

Sayangnya, kondisi ideal tersebut agak sulit terjadi akibat faktor volatilitas market crypto. Sulit sekali bagi investor mendapatkan prediksi harga aset yang 100% akurat gara-gara pergerakan nilai aset yang sangat fluktuatif dinamis.

Nyatanya nilai kripto akan selalu berubah per detik. Bisa saja Anda membayar 100 ribu rupiah untuk mendapat 5 keping crypto. Namun karena slippage, belum tentu Anda akan memperoleh 5 crypto bisa saja lebih banyak atau sedikit. Mau tak mau, investor harus menerima perbedaan nilai tersebut.

Slippage juga bisa terjadi dengan skenario lain: semisal terjadi penjualan atau pembelian aset dalam jumlah sangat besar namun order tak dapat dilaksanakan karena volume aset tak mencukupi. Volume aset untuk menjaga bid/ask spread sangat kurang dari jumlah ideal.

Faktor jumlah suplai dan tingkat permintaan ini sangat mempengaruhi harga crypto secara langsung. Begitu juga faktor eksternal tambahan seperti pandangan dan sentimen komunitas.

3 Jenis dan Contoh Slippage Means Crypto

Tercatat ada 3 jenis dan contoh kasus slippage crypto, yakni situasi normal (nol slippage), slippage positif, dan slippage negatif.

Penjelasan lengkap dari ketiga jenis slippage adalah:

1. Normal (Nol Slippage)

Kondisi pertama adalah nol slippage. Sesuai namanya, tidak terjadi slippage sama sekali pada situasi ini. Harga aset asli sama persis dengan harga perkiraan.

Slippage Normal: Harga Asli = Harga Perkiraan

Semisal 1 keping Doge dihargai sebesar 20 ribu rupiah. Lalu Anda membeli 5 Doge dan membayar pas Rp100.000 IDR. Bahkan ketika dicek pada dompet kripto, Anda sudah memiliki 5 keping Doge, tidak kurang atau lebih.

2. Slippage Positif (Menguntungkan Investor)

Tipe kedua slippage adalah slippage positif yang menguntungkan investor. Pasalnya, slippage ini terjadi saat Anda berhasil mendapat aset crypto dengan harga asli lebih rendah dari harga perkiraan saat mengklik proses transaksi.

Slippage Positif: Harga Asli < Harga Perkiraan

Otomatis, Anda akan mendapat lebih banyak crypto dengan biaya murah. Contohnya Anda membeli Dogecoin (per keping 20 ribu IDR) dengan total Rp100.000.

Namun ketika transaksi dieksekusi, Anda ternyata memperoleh Dogecoin seharga 19 ribu perkepingnya dan total aset sebanyak 5,26 DOGE dalam dompet kripto. Jadi Anda untung 0,26 DOGE dari nominal asli.

Artikel Terkait  Cara Beli Cyronium Coin Paling Lengkap & Mudah

3. Slippage Negatif (Merugikan Investor)

Terakhir adalah slippage negatif yang merupakan kondisi sebelumnya. Di sini Anda justru mengalami kerugian akibat harga asli eksekusi transaksi crypto lebih besar dari harga perkiraan.

Slippage Negatif: Harga Asli > Harga Perkiraan

Kenaikan harga yang tak terprediksi ini tentunya akan mengurangi jumlah keuntungan investasi Anda. Contohnya Anda membayar 100 ribu rupiah dengan harapan mendapat 5 keping DOGE (1 keping seharga 20 ribu).

Akan tetapi saat eksekusi transaksi, harga Dogecoin justru naik menjadi 21 ribu per keping. Alhasil Anda hanya memperoleh 4,76 keping DOGE saja.

3 Strategi Slippage Tolerance untuk Menghindari Kerugian

Setelah mengenal apa itu slippage, sekarang mari cari tahu strategi jitu untuk menyiasatinya. Apakah slippage bisa diatasi? Tentu saja bisa!

Ada juga investor yang justru sengaja menunggu slippage karena mereka sudah tahu taktik terbaik memanfaatkan kondisi tersebut. Memang jika dikelola dengan benar, slippage positif bisa memberi lebih banyak keuntungan investasi.

Lantas bagaimana strategi slippage tolerance yang dimaksud? Ini dia jawabannya:

1. Gunakan Fitur Limit Order

Hampir semua bursa exchange crypto berkualitas menyediakan fitur limit order (pembatasan transaksi). Ternyata, fitur ini memiliki banyak manfaat positif bagi investor. Salah satunya adalah menghindarkan diri dari kerugian slippage.

Jika diaktifkan, fitur limit order akan membatasi jumlah pembelian aset Anda secara otomatis. Misalnya Anda mengatur limit order pada angka maksimal 5 juta rupiah. Alhasil nilai pembelian yang dieksekusi akan selalu di angka maksimal 5 juta atau kurang (mencegah slippage negatif).

Tips mengaktifkan limit order yang baik:

  1. Kalkulasikan dana ideal yang Anda miliki untuk modal investasi.
  2. Masukkan jumlah limit untuk penjualan dan pembelian sesuai hasil kalkulasi.
  3. Pakai fitur stop limit order untuk penawaran harga aset sesuai budget. Apabila situasinya baik dan memungkinkan pembelian aset, maka pembelian akan berjalan lancar.
  4. Aktifkan fitur stop loss order untuk mengurangi kerugian saat nilai aset crypto Anda menurun di pasaran. Namun jangan lupa untuk mengatur batas toleransi atau batas maksimal penurunan harga. Tujuannya agar aset langsung dijual ketika harga terdeteksi turun melewati batas.

2. Fitur Slippage Tolerance

Fitur bermanfaat selanjutnya adalah slippage tolerance alias batas toleransi selisih harga crypto. Fitur ini membantu investor mengatur nilai pergerakan aset yang ditoleransi, baik itu lebih tinggi atau rendah. Anda bebas mengatur nilai toleransi slippage sesuai keinginan dan kebutuhan terbaik.

PancakeSwap terkenal sebagai platform crypto yang aktif memakai fitur ini. Mereka menetapkan slippage tolerance sebesar 0,5%. Anda bisa memakai angka ini sebagai patokan awal jika bingung menentukan nilai slippage tolerance terbaik.

Artikel Terkait  Mekanisme dan Resiko dari AMM (Automated Market Maker)

3. Batasi Nilai Transaksi Aset (Enter – Exit Strategy)

Terakhir, cobalah untuk membatasi nilai transaksi jual beli aset. Anda bisa memakai enter – exit strategy. Apa itu?

Enter strategy dilakukan dengan cara menghitung nilai modal dan keuntungan yang diharapkan. Setelah mendapat kisaran harga terbaik, Anda bisa memasukkan nilai jual dan beli sesuai perkiraan.

Begitu juga sebaliknya (exit strategy). Exit strategy adalah kebalikan dari enter strategy. Hitung target profit penjualan yang ingin Anda capai lalu masukkan nominalnya sebelum penjualan aset. Anda juga bisa memodifikasi strategi ini dengan fitur limit order.

Kesimpulannya, slippage tidak bisa dihindari karena berkaitan langsung dengan volatilitas dan harga aset secara berkala. Kita hanya bisa meminimalisir kerugian slippage dengan strategi-strategi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sekali lagi, Anda tidak perlu cemas atau takut dengan slippage karena kondisi ini sejatinya wajar dan selalu terjadi.

Yuk pelajari lebih banyak lagi tips dan trik investasi menguntungkan lainnya hanya dari CRYPTO MARKEY. Follow terus website kami di http://crypto.markey.id/ untuk mendapatkan ratusan artikel informatif gratis setiap hari. Sampai bertemu lagi!