Teori Dow adalah kerangka teknis yang memprediksi pergerakan pasar dalam tren naik jika salah satu rata-ratanya naik dari yang sebelumnya, bisa disertai atau diikuti oleh kenaikan serupa pada rata-rata lainnya. Teori ini berdasarkan pada gagasan bahwa pasar mendiskon segala sesuatu dengan hipotesis pasar yang efisien dan dengan cara yang konsisten.

Apa itu Teori Dow?

Teori Dow adalah teori keuangan yang menjelaskan bahwa pasar berada dalam tren naik jika salah satu rata-ratanya naik dari harga yang sebelumnya dan disertai atau diikuti oleh kenaikan serupa pada rata-rata yang lainnya. Misalnya, jika Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik ke level menengah, Dow Jones Transportation Average (DJTA) diperkirakan akan mengikuti dalam jangka waktu yang wajar.

Memahami Teori Dow

Teori Dow merupakan sebuah pendekatan perdagangan yang dikembangkan oleh Charles H. Dow yang bersama Edward Jones dan Charles Bergstresser, mendirikan sebuah perusahaan Dow Jones & Company, Inc. dan mengembangkan Dow Jones Industrial Average pada saat yang bersamaan di tahun 1896. Dan Dow menyempurnakan teori dalam serangkaian editorial di Wall Street Journal, yang ia dirikan bersama rekan-rekannya.

Dow percaya bahwa pasar saham secara keseluruhan adalah ukuran yang dapat didasarkan dari keseluruhan kondisi bisnis dalam perekonomian dengan menganalisis pasar secara keseluruhan. Seseorang dapat secara akurat mengukur kondisi bisnis tersebut serta mengidentifikasi arah tren utama pasar dan kemungkinan arah sahamsecara individu.

Artikel Terkait  Ingatlah 3 Pola Candlestick ini di Pasar Mata Uang Kripto

6 Prinsip Teori Dow

Teori Dow adalah teori pasar yang ditemukan oleh Charles Dow pada akhir abad ke-19 dan teori ini masih disukai oleh banyak investor sebagai dasar dari semua analisis teknis. Memahami teori ini sangat penting dalam menganalisis semua harga pasar (seperti Saham, cryptocurrency dan Forex).

Teori ini dibangun di atas enam prinsip, prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

Prinsip 1: Harga Saham Rata-Rata Menggabungkan Semua Peristiwa

Prinsip pertama, “harga saham rata-rata menggabungkan semua peristiwa” adalah dasar untuk analisis teknis bahwa analisis grafik penting untuk investasi. Misalnya, harga saham dipengaruhi oleh jual beli investor dan kinerja suatu perusahaan. Karena informasi ini mempengaruhi pergerakan harga, menjadikan harga saham berfluktuasi. Artinya semua informasi tersebut tercermin dalam pergerakan harga yang terjadi saat ini.

Teori Dow bergantung pada hipotesis pasar efisien (EMH) yang menyatakan bahwa harga aset adalah menggabungkan semua peristiwa yang ada. Dengan kata lain, pendekatan ini berdasarkan dari ekonomi perilaku para investor.

Potensi pendapatan, keunggulan kompetitif, kompetensi manajemen dan semua faktor ini serta lebih banyak lagi yang memiliki harga di pasar, merupakan hal yang berpotensi dalam pergerakan harga. Dalam pembahsan lebih lanjut dari teori ini, mengatakan bahwa peristiwa masa depan bisa menjadi sebuah risiko yang mengancam harga pasar atau bahkan menjadi hal yang menguntungkan.

Prinsip 2: Tren Diklasifikasikan Menjadi 3 Jenis: Jangka Pendek, Jangka Menengah, Dan Jangka Panjang.

Dengan cara ini, tren dibagi menjadi tiga dalam setiap sumbu waktu: Tren jangka pendek, tren jangka menengah, dan tren jangka panjang. Melihat gambaran di atas, kita dapat melihat bahwa trennya berbeda-beda tergantung dari cara kita melihatnya dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlunya mengetahui sumbu waktu mana, apakah jangka pendek hingga jangka panjang dalam trading.

Pasar mengalami tren utama yang berlangsung selama satu tahun atau lebih (seperti pasar bullish atau bearish). Mereka yang mengalami tren sekunder seringkali bekerja melawan tren utama, seperti kemunduran dalam pasar bullish atau dalam pasar bearish (tren sekunder ini berlangsung dari tiga minggu hingga tiga bulan). Terakhir, noise merupakan tren kecil yang berlangsung kurang dari tiga minggu.

Prinsip 3: Ada Tiga Tren Utama

Tren utama akan melewati tiga fase (menurut teori ini), dalam pasar bullish ini merupakan disebut fase gabungan dari fase partisipasi publik dan fase over. Sedangkan pasar bearish, merupakan fase gabungan dari fase distribusi, fase partisipasi publik, dan fase panik.

Ada tiga tahap dalam tren: Periode pra-Periode, periode tindak lanjut, dan periode pengambilan keuntungan.Pra-periode adalah tahap pertama dari tren (beberapa investor membeli dan mengumpulkan). Saat investor besar mengumpulkan modal pada harga terendah, harga akan naik secara moderat.

Selanjutnya, periode tindak lanjut merupakan tahap kedua dari tren, dan investor yang merespons tren periode sebelumnya membeli modal. Dan seluruh pasar akan mengikuti pergerakannya, dan harga akan naik secara signifikan.

Terakhir, periode pengambilan keuntungan adalah tahap akhir dari tren ini, dan harga akan naik lebih jauh dengan masuknya investor umum (amatir dan pemula) yang telah mengetahui kenaikan harga pasar. Seperti yang Anda baca, ada tiga tren  dan penting untuk mengetahuinya.

Prinsip 4: Harga Harus Saling Dikonfirmasi

Prinsip keempat, “Harga harus saling dikonfirmasi” misalnya sebagai contoh pada saat di pasar saham, tren harga saham industri dan kereta api harus saling terkait. Sederhananya, jika ekonomi terkait industri kuat, ekonomi terkait kereta api yang membawa produk juga harus kuat.

Agar tren dapat ditetapkan, indeks yang digunakan atau rata-rata pasar harus saling mengkonfirmasi. Ini berarti bahwa sinyal yang terjadi pada suatu indeks harus cocok atau sesuai dengan sinyal yang lainnya. Jika satu indeks, seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengkonfirmasi tren naik primer yang baru, tetapi indeks lain tetap dalam tren turun utama. Maka, pedagang tidak boleh berasumsi bahwa tren baru telah dimulai.

Dow menggunakan dua indeks yang ia dan mitranya ciptakan, Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA). Dengan asumsi bahwa jika kondisi bisnis sebenarnya  dikatakan sehat, misalnya saat kenaikan DJIA mungkin kereta api akan mendapat untung dari memindahkan barang yang dibutuhkan dari kegiatan bisnis ini. Kemudian jika harga aset naik tetapi harga rel nya buruk, trennya kemungkinan tidak akan berkelanjutan kedepannya (begitu pula sebaliknya).

Membandingkan hal tersebut dengan kondisi yang saat ini yang sering terjadi, misalnya dalam mata uang virtual, akan memungkinkan untuk memeriksa korelasi antara token terkait Defi dan Bitcoin, serta mengukur kekuatan Ethereum dengan Bitcoin, dan lain-lain. Dengan menekan pergerakan yang berkorelasi dengan cara ini, menjadi mungkin untuk memahami tren secara akurat.

Prinsip 5: Tren Juga Harus Dikonfirmasi dalam Volume

Prinsip kelima adalah bahwa “tren harus dikonfirmasi oleh volume”, berarti ketika tren skala penuh terjadi, volumenya juga akan meningkat. Sebaliknya, jika volume tidak disertai, ada kemungkinan tren yang terjadi hanya bermain-main (tidak pasti).

Volume harus meningkat jika harga bergerak ke arah tren utama dan menurun jika bergerak ke arah yang berlawanan. Volume rendah menandakan kelemahan dalam tren, misalnya dalam pasar bullish, volume harus meningkat saat harga naik, dan turun selama pullback sekunder. Jika dalam contoh ini volume meningkat selama pullback, itu bisa menjadi sinyal bahwa tren sedang berbalik arah karena semakin banyak pelaku pasar yang berubah menjadi bearish.

Dengan kata lain, ketika sebuah tren sedang terjadi dengan sungguh-sungguh, Anda pasti akan dapat memeriksa volumenya secara jelas. Di sisi lain, sering terlihat dalam mata uang virtual bahwa jika volume naik atau turun sesuai dengan volume, itu mungkin merupakan tanda turning point, jadi Anda harus berhati-hati.

Prinsip 6: Tren Berlanjut Sampai Mendapatkan Sinyal Balik Yang Jelas

Prinsip keenam adalah tren terus berlanjut sampai ada sinyal balik yang jelas.

Teori Dow
Sumber : investomedia.com

Seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas, dalam tren naik, tren tersebut naik sambil membulatkan harga yang tinggi dan rendah. Dalam teori ini, situasi dimana harga yang tinggi dan rendah terus dibulatkan ke atas dan dinilai sebagai tren naik.

Sebaliknya, tren turun adalah kebalikan dari fenomena ini, atau bisa dikatakan bahwa harga tinggi dan rendah akan turun saat evaluasi, coba perhatikan gambar berikut!

Teori Dow
Sumber : investomedia.com

Dalam hal ini, baik harga tinggi dan rendah dibulatkan ke atas. Ada tren naik antara harga tinggi, tetapi pembulatan ke atas gagal pada harga tinggi. Dari sini, teori Dow menentukan bahwa tren naik telah berakhir pada tahap ini.

Teori ini merupakan ringkasan singkat dari poin-poin penting sebagai pola khas grafik pasar. Tetapi merupakan teori penting yang merangkum poin-poin yang sangat penting. Ini adalah teori yang dapat diterapkan pada pasar apa pun itu, dan juga merupakan dasar dari harga pasar. Jadi, ingatlah bahwa itu akan berguna bahkan ketika berinvestasi di berbagai target investasi (Saham, Kripto, Forex).

Pembalikan dalam tren primer dapat dikacaukan dengan tren sekunder, serta sulit untuk menentukan apakah kenaikan di pasar bearish adalah suatu pembalikan yang akan diikuti oleh posisi terendah yang masih lebih rendah. Dan teori ini menganjurkan kehati-hatian pelaakunya, dan bersikeras bahwa kemungkinan terjadinya momen pembalikan.

Pertimbangan Khusus

Berikut adalah beberapa poin tambahan untuk Anda pertimbangkan tentang Teori Dow, yaitu:

Harga Penutupan dan Rentang Garis

Charles Dow hanya mengandalkan harga penutupan dan tidak memperhatikan pergerakan harga indeks harian pasar, dan membentuk sinyal tren tersebut adalah dengan cara harga penutupan harus memberi sinyal tersebut dan bukan dari pergerakan harga harian.

Fitur lain dalam teori ini adalah gagasan tentang rentang garis dan juga disebut sebagai rentang perdagangan di bidang analisis teknis lainnya. Periode pergerakan harga horizontal, ini dilihat sebagai periode konsolidasi dan pedagang harus menunggu pergerakan harga menembus garis tren sebelum sampai pada kesimpulan ke mana arah pasarnya. Misalnya, jika harga bergerak di atas garis, kemungkinan pasar akan naik.

Artikel Terkait  “Elliott Wave” : Analisis Aset Kripto Anda dengan Teori Ini!

Sinyal dan Identifikasi Tren

Salah satu faktor yang sulit dari penerapan teori ini ialah identifikasi yang akurat dari trennya, sedangkan pengikut teori ini berdagang dengan arah pasar secara keseluruhan. Jadi sangat penting bagi mereka untuk mengidentifikasi titik dimana arah pergerakannya kemana akan bergeser.

Salah satu teknik utama yang digunakan dalam mengidentifikasi pembalikan tren untuk teori ini adalah analisis peak-and-trough, dimana sebuah puncak  didefinisikan sebagai harga tertinggi dari pergerakan pasar, sementara palung dipandang sebagai harga terendah dari pergerakan pasar. Dan teori ini menganggap bahwa pasar tidak bergerak dalam garis lurus tetapi dengan cara dari puncak (tertinggi) ke palung (terendah) dengan keseluruhan pergerakan pasar tersebut.

Tren naik dalam teori ini adalah serangkaian puncak yang lebih tinggi dan palung yang lebih tinggi secara berurutan, sedangkan tren turun adalah serangkaian puncak yang lebih rendah dan palung yang lebih rendah secara berurutan.

Sama seperti hukum pertama Newton tentang gerak, dimana sebuah benda yang bergerak cenderung bergerak dalam satu arah sampai ada gaya yang menghentikan. Demikian pula, pasar akan terus bergerak ke arah utama, seperti perubahan kondisi bisnis, cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan utama ini.

Pembalikan

Pembalikan tren yang utama ditandai ketika pasar hendak menciptakan puncak dan palung secara berturut-turut ke arah tren utama tetapi tidak berhasil. Dalam tren naik, pembalikan akan ditandai dengan ketidakmampuan untuk mencapai titik puncak tertinggi yang baru dan diikuti oleh ketidakmampuan untuk mencapai titik terendah palung yang lebih tinggi (dari sebelumnya). Dalam situasi ini, pasar telah beralih dari periode tertinggi dan terendah berturut-turut, dari yang lebih tinggi ke tertinggi dan terendah yang lebih rendah, hal tersebut yang merupakan komponen dari tren turun.

Pembalikan tren utama menurun terjadi ketika pasar tidak lagi jatuh ke posisi terendah dan tertinggi ke yang lebih rendah. Hal ini terjadi ketika pasar telah menetapkan puncak yang lebih tinggi dari sebelumnya dan diikuti oleh palung yang lebih tinggi dari palung sebelumnya, hal tersebut yang merupakan komponen dari tren naik.

Penutup

Pentingnya mengenali tentang teori Dow akan sangat membawa impact dalam cara berinvestasi Anda. Bagaimana tidak mungkin, Teori ini sendiri merupakan teori dasar yang harus diketahui oleh para trader (terutama dalam dunia cryptocurrency).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan menjadi refrensi tentang Teori Dow dalam trading cryptocurrency Anda serta pemahaman tentang teori ini, dan tentunya kami akan terus memberikan info dan refrensi untuk Anda, sampai jumpa di artikel selanjutnya!