Pada sesi kali ini kami akan membahas tentang sistem fork dalam bitcoin salah satunya yaitu hard fork.

Perjalanan Bitcoin telah mengalami banyak perubahan sistem serta peningkatan. Selama 12 tahun, Bitcoin telah melahirkan beberapa keturunan yang terjadi pada proses fork.

Sedikit informasi, fork dalam dunia cryptocurrency merupakan suatu kondisi di mana sistem blockchain tidak dapat berjalan dengan baik dan tidak bisa menampung atau mengerjakan permintaan pengguna. Alhasil perpecahan pun terjadi dan menghasilkan versi baru dari Bitcoin.

Hard Fork Beda Haluan

hard-fork.

Peristiwa yang terjadi pada Bitcoin Cash adalah jenis hard fork. Hard fork sendiri merupakan pembaruan perangkat lunak yang tidak bersifat backward-incompatible. Nanti akan muncul node baru yang memiliki aturan baru pula dan bertentangan dengan aturan node lama.

Node baru ini sifatnya hanya bisa berkomunikasi dengan node lain yang juga mengoperasikan versi baru. Gambaran sederhananya, blockchain terbelah, menghasilkan dua jaringan yang terpisah yang mana satu jaringan berjalan dengan aturan baru dan satunya berjalan dengan aturan lama.

Selanjutnya ada yang dinamakan soft fork. Sedikit informasi, soft fork sedikit berbeda dengan hard fork, soft fork adalah peningkatan yang kompatibel ke belakang, artinya node yang baru terbentuk masih bisa berkomunikasi dengan node lama yang belum ditingkatkan. Hal yang seringkali Anda lihat dan mencolok adalah penambahan aturan yang ada pada node baru tidak akan bertentangan dengan node lama yang tidak ditingkatkan.

Antara Bitcoin Cash ABC dan Bitcoin Cash SV mulai membentuk blok pada masing-masing blockchain mereka. Keduanya berlomba-lomba untuk menjadi yang paling eksis, mendapatkan blok sebanyak mungkin dan menunjukkan performa dari masing-masing.

Keduanya memobilisasi sebagian dari kekuatan penambangan mereka dengan cara memindahkan Bitcoin ke Bitcoin Cash. Sangat disayangkan, hal tersebut dapat mempengaruhi harga Bitcoin dan membuat pasar crypto merosot pada saat itu.

Hasil fork bisa berbeda jauh dari induknya, walaupun masih dalam satu jaringan. Selama ini terdapat lebih dari 100 fork Bitcoin yang terjadi. Jumlah keseluruhan tersebut tidak semua aktif, terhitung hanya 75 koin aktif dan sisa koin mati.

Dari banyaknya fork yang terjadi, sebagian dari mereka digerakkan oleh komunitas yang tujuannya untuk menambahkan lebih banyak fungsionalitas ke Bitcoin. Alasan lainnya juga bisa karena adanya ketidaksepakatan pada fitur-fitur penting yang ada di dalamnya, seperti penyimpanan, kecepatan dan biaya transaksi.

Jika berbicara mengenai Bitcoin Cash, awal mula munculnya pada saat itu karena Bitcoin dianggap tidak sanggup melayani banyaknya transaksi yang terjadi yang semakin hari semakin meningkat.

Hal tersebut karena terbatasnya ukuran blok yang dimiliki Bitcoin, yaitu hanya 1 MB saja. Maka dari itu terjadilah fork dan muncul Bitcoin Cash beserta solusi, yaitu dengan jumlah blok yang lebih besar, antara 8 MB sampai 32 MB.

Tak lama setelah itu, kini giliran Bitcoin Cash yang mengalami hard fork. Bitcoin Cash terpecah menjadi dua, yaitu Bitcoin Cash ABC (Adjustable Blocksize Cap) dan Bitcoin Cash SV (Satoshi Vision). Fork yang terjadi pada Bitcoin Cash merupakan akibat dari perbedaan pendapat antar pengguna dan diadopsinya smart contract ke dalam blockchain Bitcoin Cash.

Artikel Terkait  Menyimak Sejarah Bitcoin dan Potensinya Kelak [Terlengkap!]

Keduanya memiliki pendukung masing-masing dan membuat perselisihan secara terang-terangan sejak 2017 lalu. Bitcoin Cash ABC pada dasarnya menggunakan klien Bitcoin Cash asli, hanya saja terdapat beberapa perubahan sistem pada blockchain-nya.

Bitcoin Cash ABC muncul ke permukaan pada November 2020 lalu dan didukung penuh oleh Roger Ver, advokat Bitcoin Cash terkenal dan Jihan Wu, salah satu pendiri Bitmain. Sedikit informasi, Bitmain merupakan perusahaan swasta asal Beijing, China yang fokus dalam merancang sirkuit chip terintegrasi khusus aplikasi (ASIC) untuk penambangan Bitcoin.

Seiring berjalannya waktu, Bitcoin Cash ABC sudah mulai diterima dengan tanda telah didaftarkannya oleh Coinbase, Binance, dan OKEx. Sementara itu crypto exchange lainnya, Poloniex mendeklarasikan dirinya untuk mendukung Bitcoin ABC dan Bitcoin SV jika sewaktu-waktu terjadi perpecahan.

Bitcoin Cash ABC Tidak Mengenal Perubahan Sistem

Pendukung Bitcoin Cash ABC memberikan dukungan penuh terhadap gagasan yang menyatakan bahwa struktur dasar Bitcoin Cash tidak memerlukan perubahan. Hanya saja peta jalan Bitcoin Cash ABC menunjukkan adanya pengembangan jaringan yang lebih lanjut, khususnya mengenai peningkatan ukuran blok dan membuat biaya transaksi lebih terjangkau.

Kecepatan transaksi menjadi salah satu hal yang sangat penting dan riskan jika tidak dapat memenuhi proses transaksi yang ada. Faktor ini mempengaruhi fungsionalitas suatu aset kripto, adopsi masal, pendorongan skalabilitas dan kesuksesan akhir dari crypto itu sendiri.

Menurut Statistik dari agregator data Bitcoin Cash Coin Dance, Bitcoin Cash ABC lebih unggul dalam mengumpulkan proof-of-work (PoW) dibandingkan dengan Bitcoin Cash SV sejak perpecahan terjadi.

Sementara itu Bitcoin Cash SV dipelopori oleh Craig Wright, seorang ilmuwan komputer asal Australia yang mengaku sebagai Satoshi Nakamoto yang tidak puas dengan ukuran blok Bitcoin Cash yang mencapai batas maksimal 32 MB saja. Ia mengusulkan agar ukuran blok ditingkatkan kembali menjadi 128 MB.

Kabar terakhir, penggunaan Bitcoin Cash SV terbesar ada pada aplikasi perbankan, yaitu Gravity, dan platform pendidikan yang bernama Bitcoin SV Academy. Platform pendidikan tersebut menjadi pendukung penuh atas asumsi bahwa Bitcoin Cash SV merupakan satu-satunya jaringan yang sesuai dengan visi Nakamoto mengenai infrastruktur keuangan peer-to-peer yang sebenarnya.

Bitcoin SV aktif mempromosikan gagasan atau mengubah secara sepihak struktur Bitcoin Cash yang ada saat ini. Tindakan tersebut dilakukan karena mereka ingin mengembalikan “rasa” Satoshi yang asli. Pemisahan tersebut dirancang untuk meningkatkan ukuran blok, dari yang maksimum 32 MB menjadi 128 MB. Alasan dibalik peningkatan ukuran blok tersebut karena adanya keinginan untuk meningkatkan skala jaringan dan juga kapasitas yang dimiliki oleh blockchain.

Walaupun terlihat tidak begitu eksis, Anda tidak bisa meremehkan Bitcoin SV begitu saja. Aset kripto yang satu ini memiliki pendukung setia yang akan memberikan dampak berupa keseimbangan yang menguntungkan pada saat krisis terjadi.

Sayangnya pendukung yang ada di sekitar Bitcoin SV memiliki persepsi yang sedikit berbeda. Persepsi tersebut meyakini bahwa satu-satunya perubahan yang masuk akal untuk mendorong skalabilitas Bitcoin Cash SV adalah dengan cara meningkatkan ukuran blok. Jika keputusan yang diambil tidak berkaitan dengan peningkatan ukuran blok, maka mereka menganggap keputusan tersebut telah menyimpang dari protokol Bitcoin asli.

Sampai dengan saat ini dengan banyaknya pilihan cryptocurrency yang hadir, tentu para investor akan bingung memilih satu di antara semuanya. Terlepas dari itu, mengenai lebih unggul mana antara Bitcoin Cash ABC dan Bitcoin Cash SV, tentu itu tergantung dari sudut pandang masing-masing.

Semua informasi yang telah dijelaskan sebelumnya perlu dipertimbangkan kembali sesuai dengan kebutuhan Anda. Demikianlah informasi mengenai dua jenis hard fork bitcoin cash, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, simak dan kunjungi terus situs Crypto Markey dan dapatkan update terbaru setiap hari seputar dunia cryptocurrency.