Selama ini mungkin saja Anda pernah mendengar mengenai Bitcoin Cash, tetapi apakah Anda sudah benar-benar tahu mengenai Bitcoin Cash? dari nama saja sudah mirip dengan mata uang kripto yang paling populer saat ini, yakni Bitcoin, tetapi apakah keduanya sama? atau malah berbeda 180 derajat?

Alasan Munculnya Bitcoin Cash

mata-uang-kripto

Sebelum Bitcoin Cash muncul secara resmi, ada sedikit penjelasan mengenai latar belakang mata uang kripto Bitcoin Cash ini lahir. Jadi, di awal diciptakannya Bitcoin, sang penemu Satoshi Nakamoto sudah menetapkan tujuannya agar Bitcoin ini nantinya menjadi mata uang kripto peer to peer yang aktif digunakan sebagai transaksi harian oleh banyak orang.

Namun seiring perkembangannya, ternyata Bitcoin mengarah ke jalan investasi, karena harga kripto yang bersaing dan juga ramai peminat. Karena banyaknya jumlah transaksi tiap waktunya, Bitcoin tidak mampu menampungnya, alasannya Bitcoin memiliki pasokan yang terbatas, hanya 21 juta keping. Blok yang dimiliki juga terbatas, yaitu hanya 1 MB, maka dari itu blok tidak mampu mengatasi jumlah transaksi yang terus melonjak.

Dengan melonjaknya transaksi dan tidak mampunya Bitcoin mengatasinya, maka tim pengembang pun berpikir untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Terdapat dua pilihan yang dimiliki, yaitu meningkatkan ukuran blok atau melarang proses transaksi dalam jumlah besar di dalam sistem blockchain.

Akhirnya pengembang lebih memilih untuk memperbesar ukuran blok di dalam sistem blockchain yang baru dan mengeluarkan koin baru yang nantinya akan digunakan di sistem blockchain yang baru, namanya adalah Bitcoin Unlimited.

Namun nyatanya tidak berjalan mulus, Bitcoin Unlimited mengalami peretasan dan tidak mendapat apresiasi penuh dari masyarakat. Banyak yang mempertimbangkan sisi negatif dari Bitcoin Unlimited, contohnya untuk menyediakan jumlah blok dengan ukuran besar maka tentu membutuhkan sumber daya komputer yang besar pula.

Hal tersebut akan menimbulkan sentralisasi pada jaringan Bitcoin. Tak hanya itu, pada saat sesi testing juga masih ditemukan beberapa bug pada Bitcoin Unlimited sehingga beberapa pihak ragu terhadap performa dari Bitcoin Unlimited nantinya dan enggan untuk meng-upgrade.

Hasil akhirnya, pengembang memutuskan meluncurkan Bitcoin Cash pada Agustus 2017. Berbeda dengan Bitcoin, Bitcoin Cash sendiri menawarkan peningkatan ukuran blok dari yang sebelumnya Bitcoin hanya 1 MB menjadi antara 8 MB dan 32 MB, tujuannya agar lebih banyak memuat jumlah proses transaksi. Ukuran tersebut diyakini mampu menampung 25.000 transaksi untuk satu blok.

Di tahun berikutnya, tepatnya pada November 2018, cryptocurrency mengalami hard fork lain yang terbagi menjadi dua, yaitu Bitcoin ABC (Adjustable Blocksize Cap) dan Bitcoin Cash SV (Satoshi Vision).

Sebagai informasi, Bitcoin Cash ABC ditemukan oleh para developer yang ada di China. Kripto yang ini lebih fokus terhadap penyediaan cryptocurrency yang cepat secara global, bersifat skala dengan cara berkelanjutan dan dalam jangka waktu panjang.

Tak hanya itu, teknologi yang dimiliki juga lebih anyar dibanding Bitcoin sebelumnya. Kemudian seiring perkembangannya, Bitcoin Cash ABC melakukan rebranding untuk menata ulang definisi mata uang digital. Rebranding juga dilakukan terhadap nama dari Bitcoin Cash ABC, diubah menjadi eCash pada (1/7).

Sementara itu untuk Bitcoin SV sendiri dibuat untuk meluruskan tujuan awal sang penemu Bitcoin, yaitu Satoshi Nakamoto. Craig Wright merupakan pencipta Bitcoin SV ini. Tujuan diciptakannya semata-mata hanya untuk meluruskan tujuan utama karena Wright melihat selama ini Bitcoin dan Bitcoin Cash telah jauh berjalan dari tujuan utama diciptakan keduanya.

Artikel Terkait  Menyimak Sejarah Bitcoin dan Potensinya Kelak [Terlengkap!]

Saat awal Bitcoin SV dirancang, ukuran blok yang digunakan adalah versi default, yakni 128 MB. Kemudian protokol Bitcoin SV menjalankan Quasar Protokol Update pada Juli 2019, dan meng-upgrade ukuran blok menjadi 2 GB. Struktur yang dibuat pada Bitcoin SV memiliki tujuan untuk melakukan proses transaksi lebih banyak dan juga menghasilkan lebih banyak biaya transaksi.

Hard fork yang terjadi pada Bitcoin bukanlah hal baru dalam dunia cryptocurrency. Hard fork biasanya terjadi jika aset kripto dinilai sudah tidak bisa menangani laju transaksi atau sudah tidak kompeten, maka akan ada peristiwa hard fork. Ketika itu terjadi maka akan muncul blockchain baru yang memiliki sifat unik, maka jadilah Bitcoin Cash.

Perlu diketahui bahwa peristiwa hard fork tersebut tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi pada Ethereum juga pernah terjadi. Pada saat itu pengembang merasa terdapat hal yang tidak sempurna dalam sistem keamanannya. Maka terpecahlah menjadi dua, yaitu Ethereum dan Ethereum Classic.

Setelah Bitcoin Cash rilis, ternyata tidak semua platform bisa menerimanya. Terdapat beberapa platform yang menolak dan tidak memasukkannya ke dalam kategori aset kripto yang bisa diperjual belikan.

Berbeda halnya dengan pendukung Bitcoin Cash, seperti Roger Ver yang menilai bahwa dengan hadirnya Bitcoin Cash dengan muatan transaksi yang lebih banyak dapat membantu pencipta Bitcoin mencapai tujuan awalnya, yaitu menjadikan Bitcoin sebagai mata uang kripto yang digunakan dalam transaksi sehari-hari dan mampu bersaing dengan pemrosesan kartu multinasional.

Artikel Terkait  Berbagai Cara Trading Bitcoin Cash yang Perlu Diketahui

Perbedaan Keduanya

Setelah dijelaskan latar belakang munculnya Bitcoin Cash, lantas antara Bitcoin dan Bitcoin Cash apakah terdapat perbedaan? Tentu saja ada. Beberapa perbedaan yang ada pada keduanya di antara lain :

  • Kapasitas blok transaksi. Hal ini tentu saja sangat jelas terlihat antara keduanya. Seperti yang sudah dijelaskan, Bitcoin hanya memiliki kapasitas blok hingga 1 MB, sedangkan Bitcoin Cash bisa sampai sekitaran 8 MB dan 32 MB.
  • Nilai guna. Sejauh ini pamor keduanya sangat berbeda, terlihat dari nilai guna dari masing-masing. Bitcoin yang sudah menjadi pentolan cryptocurrency banyak dianggap sebagai pelindung investasi kekayaan seseorang, bahkan banyak yg menyandingkannya dengan emas. Sementara Bitcoin Cash lebih dijadikan sebagai nilai tukar. Hal tersebut karena biaya transaksi Bitcoin Cash bisa jadi lebih murah dibanding Bitcoin. Perbedaan harga tersebut menimbulkan opini bahwa pengguna Bitcoin bakal beralih ke Bitcoin Cash.
  • Harga kripto masing-masing juga sangat berbeda. Berhubung Bitcoin masih merajai tingkatan cryptocurrency dan masih banyak yang minat, maka harga Bitcoin lebih mahal dibandingkan dengan Bitcoin Cash. Penyebab harga Bitcoin Cash lebih rendah adalah karena aset kripto yang satu ini memiliki nilai pertukaran yang lebih terjangkau. Namun jangan khawatir, Bitcoin Cash bisa dijadikan sebagai tameng jika sewaktu-waktu Bitcoin anjlok. Harga kripto yang lebih rendah juga wajar terjadi karena Bitcoin Cash masih tergolong koin kripto baru, masih ada peluang perkembangan yang baik di masa depan.

Kemudian mengenai cara kerja dari Bitcoin Cash sendiri sebetulnya kurang lebih sama dengan temannya, yaitu Bitcoin. Jika Anda sudah sering menggunakan Bitcoin, maka Anda juga akan terbiasa menggunakan Bitcoin Cash. Perbedaan keduanya hanya terletak pada ukuran blok yang lebih besar sehingga tidak ada transaksi yang menumpuk.

Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin Cash mencapai Rp8,452,091.89 dengan sebelumnya mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Nantikan terus artikel terbaru kami dan kunjungi terus situs website Crypto Markey.