Analisa Bitcoin hari ini menunjukkan harga Bitcoin turun lagi akibat “Bitcoin crash”. Apa itu crash Bitcoin?

Ada banyak sekali penyebab Bitcoin turun hari ini. Setiap investor sebaiknya mengetahui apa saja penyebab nilai Bitcoin turun atau naik demi meminimalisir kerugian investasi crypto yang tengah dijalani.

Nah, Bitcoin crash merupakan salah satu penyebab Bitcoin turun hari ini. Mari simak pengaruh crash pada analisa Bitcoin hari ini selengkapnya.

Arti Bitcoin Crash dalam Analisa Bitcoin Hari Ini

analisa-bitcoin-hari-ini.

Bingung bagaimana memahami arti analisa Bitcoin hari ini? Tenang, Anda bisa mulai dengan mempelajari beragam istilah yang digunakan oleh komunitas crypto. Seperti “Bitcoin crash”.

Dalam dunia cryptocurrency, Bitcoin crash merujuk pada nilai aset Bitcoin yang anjlok atau turun secara drastis. Crash disebut terjadi ketika nilai Bitcoin turun secara cepat, mendadak dan tajam dari harga sebelumnya.

Kondisi crash tentunya adalah mimpi buruk bagi komunitas investor Bitcoin. Pasalnya, crash Bitcoin mengakibatkan kerugian yang fatal pada portofolio investasi.

Namun Anda tidak perlu terlalu risau, sebab crash hanyalah ‘buah’ dari berbagai event besar yang mengancam portofolio. Misalnya terjadi krisis ekonomi di sebuah negara, pecahnya crypto bubble, dan bencana-bencana besar lainnya yang bisa memengaruhi nilai Bitcoin secara langsung dan tidak.

Nah, istilah crash pun sering muncul berdampingan dengan kata ‘correction’ di berbagai berita terbaru Bitcoin. Ketika terjun ke dunia crypto, khususnya Bitcoin, Anda mungkin sudah sering mendengar kedua istilah ini.

Sayangnya banyak orang keliru menyamakan arti ‘crash’ dan ‘correction’ karena keduanya merupakan momen yang memengaruhi transaksi Bitcoin secara signifikan.

Pengertian Bitcoin Correction

Bitcoin correction juga merupakan istilah penting yang kerap muncul dalam analisa Bitcoin hari ini. Apa itu?

Correction adalah kondisi di mana nilai Bitcoin turun melebihi 10% dalam sebuah periode (umumnya beberapa hari). Walaupun ada yang menganggap correction tidak separah Bitcoin crash, tetapi kondisi ini sama saja membawa kerugian besar bagi investasi.

Bitcoin correction terjadi sebagai akibat dari event-event kecil yang mengakibatkan penurunan nilai BTC. Misalnya penipisan volume trading (jual beli aset), faktor teknis transaksi seperti resistance level pembelian aset, dan perbedaan negatif indikator RSI (Relative Strength Index) dengan harga BTC saat itu.

Berbeda pula dengan crash yang mendadak, correction memiliki gejala yang bisa diamati. Tanda-tanda akan terjadinya correction adalah ‘kelelahan’ pada trader bullish. Kelelahan terjadi ketika mayoritas komunitas membeli aset dasar dan tidak ada pembeli baru Bitcoin.

Apabila dibiarkan, maka lama-kelamaan sell order akan menumpuk dan berakibat pada penurunan harga Bitcoin.

Perbedaan Utama Bitcoin Crash dan Correction

Singkatnya, crash dan correction Bitcoin sama-sama merupakan kondisi penurunan nilai BTC yang wajib diwaspadai. Bedanya, crash Bitcoin terjadi secara besar-besaran, serius, drastis dan untuk periode waktu yang lama. Crash pada Bitcoin jauh lebih ditakuti oleh investor crypto.

Sedangkan Bitcoin correction yang terjadi dalam skala kecil, durasi pendek, dan nominalnya cukup rendah. Penurunan nilai correction hanya sebesar 10% saja, sehingga kerugian masih tergolong bisa diatasi investor.

Artikel Terkait  Jangan Sampai Salah, Inilah Perbedaan Utama Blockchain dan Bitcoin

Penyebab-penyebab Bitcoin Crash dalam Sejarah

Ada banyak penyebab mengapa crash terjadi pada aset Bitcoin yakni peretasan, meletusnya bubble Bitcoin dan pengaruh influencer.

Peretasan (Hack) Blockchain Bitcoin

Aksi peretasan oleh oknum tak bertanggung jawab terjadi beberapa kali di jaringan blockchain Bitcoin. Walaupun blockchain Bitcoin dilengkapi sistem keamanan yang canggih serta mumpuni, faktanya masih terdapat beberapa celah yang mungkin disusupi oleh hacker.

Hack Bitcoin terjadi pertama kali di tahun 2011 yang berujung pada crash. Kala itu, platform exchange Mt. Gox menjadi korban peretasan. Mt. Gox dikenal sebagai platform jual beli kripto terbesar dunia saat itu.

Sayang, pembobolan berujung pada pencurian banyak Bitcoin dari blockchainnya. Alhasil, harga Bitcoin langsung terjun bebas dari USD $39.000 menjadi USD $0,01 per kepingnya.

Meletusnya Bubble Bitcoin

Tak berhenti sampai di sana, crash Bitcoin terjadi untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Penyebabnya kali ini adalah meletusnya bubble Bitcoin yang terjadi pada akhir 2017.

Crash Bitcoin tahun 2018 pun tercatat sebagai kejadian terkelam sekaligus terparah dalam sejarah Bitcoin. Bubble terjadi lantaran peningkatan ketenaran Bitcoin di masyarakat umum. Banyak orang tertarik berinvestasi Bitcoin dan berujung pada kenaikan harganya secara signifikan.

Sayangnya bubble tersebut pecah pada bulan Desember karena para investor memilih menjual aset mereka usai memperoleh keuntungan investasi. Penjualan massal tersebut menjadikan harga Bitcoin menurun drastis hingga di bawah USD $12.000 per kepingnya.

Kabar menyedihkan lainnya, di tahun yang sama terjadi peretasan jaringan blockchain besar-besaran di Jepang dan Korea Selatan. Alhasil muncul berita Bitcoin terbaru pelarangan jual beli Bitcoin di berbagai negara yang berujung pada meledaknya crash Bitcoin hingga 84% dari nilai awal.

Pengaruh Influencer

Penyebab crash yang terakhir menurut berita Bitcoin terbaru adalah pengaruh influencer yang mendukung penggunaan BTC. Kejadian ini terjadi pada bulan April 2021 di mana perusahaan mobil modern Tesla mengumumkan pemberhentian transaksi dengan Bitcoin.

Pengumuman ini sukses mengecewakan semua orang yang sudah berinvestasi ke Bitcoin. Sebelumnya, perusahaan milik musisi internasional Elon Musk tersebut diketahui membuka opsi transaksi dengan Bitcoin.

Sayangnya metode Bitcoin tidak bertahan lama setelah pihak Tesla menilai dampak buruk Bitcoin terhadap lingkungan. Crash pun terjadi tanpa bisa dihindari setelah Tesla resmi meninggalkan Bitcoin. Nilai BTC sukses merosot tajam sebesar 53%.

Artikel Terkait  Apakah Bitcoin Legal? Daftar Negara yang Melegalkan Bitcoin

Strategi Menghadapi Bitcoin Crash

Banyak investor, terutama yang masih di level pemula bertanya-tanya bagaimana strategi terbaik untuk menghadapi momen crash BTC. Apakah Anda juga mempertanyakan hal yang sama?

Kabar gembira, kini sudah ada strategi jitu sederhana yang bisa Anda terapkan untuk menghadapi situasi crash Bitcoin. Alih-alih panik dan menjual aset yang dimiliki, alangkah lebih baik jika Anda memanfaatkan momen crash untuk membeli lebih banyak Bitcoin.

Momen crash dipandang sebagai peluang menjanjikan untuk investor menimbun lebih banyak aset. Ketika crash, sekeping Bitcoin bisa didapat dengan harga super murah.

Mungkin Anda bertanya-tanya, tidakkah kita justru merugi karena membeli aset yang crash? Jawabannya tidak.

Kembali lagi, situasi pasar Bitcoin tidak pernah permanen. Bisa saja saat ini Bitcoin mengalami crash, tapi tak lama kemudian harganya kembali melambung naik dan mendatangkan profit. Inilah mengapa sebagian trader cerdik memilih mempertahankan bahkan menambah jumlah aset crypto mereka ketika terjadi crash.

Tidak pernah ada jaminan pasti apakah nilai aset bisa naik atau turun besok. Namun banyak orang menyiasati kondisi dinamis tersebut dengan taktik yang sederhana: menjual aset ketika harganya naik dan membeli lagi saat harganya turun.

Ketenangan dan pikiran jernih dari investor menjadi kunci penting keberhasilan investasi crypto apa saja Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Binance, dan lain-lain. Sering kali, investor yang panik, tidak punya strategi dan ‘ikut-ikutan’ sikap trader lain lah yang berujung menemui kerugian investasi.

Demikianlah berita Bitcoin terbaru seputar penyebab Bitcoin turun hari ini. Selain Bitcoin crash, tentunya masih ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi nilai Bitcoin secara berkala. Oleh sebab itu, kami sarankan bagi Anda untuk selalu up to date dengan berita Bitcoin terbaru, ya!

Kabar gembiranya, kini Anda bisa mendapat banyak berita Bitcoin terbaru gratis setiap hari dari CRYPTO MARKEY. Follow terus website kami di http://crypto.markey.id/ agar tak ketinggalan info. Sampai bertemu lagi!