Blockchain dan Bitcoin sering disamakan pengertiannya oleh masyarakat awam. Padahal, kedua hal ini berbeda meskipun saling berkaitan.

Sudahkah Anda mengetahui apa perbedaan antara Blockchain dan Bitcoin? Atau, Anda juga masih kebingungan dan sulit membedakan dua hal ini?

Mengetahui perbedaan Bitcoin dan Blockchain adalah hal yang sangat penting, lho. Apalagi jika Anda tertarik untuk menyelami dunia investasi dan trading Bitcoin. Jangan sampai Anda justru merugi hanya karena tidak tahu apa itu Bitcoin dan Blockchain serta perbedaannya.

Yuk langsung saja kita cari tahu secara lengkap perbedaan Bitcoin dan juga Blockchain pada artikel belajar Bitcoin dan Blockchain kali ini. Selamat membaca!

Pedoman Belajar Bitcoin Pemula: Perbedaan Blockchain dan Bitcoin yang Wajib Anda Ingat

bitcoin

Kapanpun kita mendengar kata “Bitcoin” maka secara otomatis kita pasti akan turut membahas seputar “Blockchain”. Namun hal tersebut bukan berarti bahwa Bitcoin sama dengan Blockchain.

Sederhananya, Bitcoin adalah aplikasi dari sistem teknologi Blockchain. Hal ini dapat diibaratkan seperti aplikasi dan sistem operasi Android maupun iOS. Blockchain adalah sistem besar yang mewadahi Bitcoin tersebut.

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah topik yang sedang ramai dibicarakan saat ini gara-gara nilai satuannya yang tergolong tinggi untuk investasi. Investasi per 1 Bitcoin bisa menembus angka yang fantastis hingga ratusan juta rupiah. Jelas saja akhirnya banyak orang tertarik untuk mencoba peruntungan dengan bermain Bitcoin.

Jadi, apa itu Bitcoin sesungguhnya? Bitcoin adalah mata uang Krypto (cryptocurrency) yang menggunakan sistem distribusi desentralisasi pertama di dunia. Bitcoin diluncurkan pertama kali pada tahun 2009 dan masih sangat banyak digunakan sampai saat ini, khususnya untuk ranah investasi.

Kepopuleran Bitcoin melonjak tajam karena kelebihannya yang unik dan tak bisa mudah ditiru. Setiap unit Bitcoin memiliki kode-kode unik tersendiri yang dapat digunakan dalam transaksi. Keunikan ini memang disengaja demi mencegah adanya pembobolan, pemalsuan dan bentuk-bentuk pengeluaran ganda lainnya.

Namun untuk bisa memverifikasi keunikan Bitcoin dan menggunakannya dalam transaksi, Anda akan memerlukan sistem Blockchain.

Artikel Terkait  Apa yang Menentukan Harga 1 Bitcoin?

Apa Itu Blockchain?

Setelah melihat apa itu Bitcoin, kini bagaimana dengan Blockhain? Blockchain adalah sistem yang dirancang untuk eksekusi transaksi Bitcoin. Mengingat keduanya saling berkaitan, alhasil banyak orang pun mulai menyebut nama sistem ini dengan “Blockchain Bitcoin”.

Blockchain adalah sebuah “buku kas permanen”. Perumpamaan tersebut sangat cocok karena kegunaan utama Blockchain yakni untuk mencatat seluruh transaksi Bitcoin Anda. Sistem Blockchain mempunyai banyak keuntungan karena Anda bisa memakainya tanpa biaya admin, transparan/terbuka untuk publik, dan fleksibel.

Hanya saja, Blockchain merupakan buku kas yang susah diubah. Sekali Anda memasukkan data transaksi, maka data tersebut bersifat tetap tidak bisa diubah-ubah lagi. Cara ini sesungguhnya bukan hal yang merugikan, sebab metode ini justru dapat menghindarkan Anda dari resiko menjadi korban hacker.

Jadi, Blockchain merupakan “wadah” bagi Bitcoin. Persis seperti permisalan sistem internet dan Google. Kita tahu persis bahwa Google bekerja dan diakses dalam internet. Dengan kata lain, Google tidak mungkin ada tanpa internet, tetapi internet tidak demikian. Internet bisa tetap ada walaupun tanpa Google.

Bitcoin tidak mungkin bisa ada dan digunakan tanpa adanya sistem Blockchain. Sebaliknya, Blockchain bisa digunakan meskipun bukan untuk keperluan Bitcoin.

Mengapa Banyak Orang Menganggap Blockchain dan Bitcoin adalah Hal yang Sama?

blockchain

Setelah melihat definisi dan konsep di atas, kini Anda pastinya sudah lebih tercerahkan dengan perbedaan Blockchain dan Bitcoin. Kebiasaan orang-orang menganggap Blockchain dan Bitcoin adalah hal yang sama pun sejatinya bukan tanpa sebab, lho.

Asal muasal kesalahpahaman ini tak lain karena Blockchain Bitcoin adalah sistem Blockchain pertama yang dikembangkan dan digunakan banyak orang. Masyarakat pertama kali mengenal sistem Blockchain untuk tujuan investasi dan trading Bitcoin. Secara tidak langsung, orang-orang pun mengingat bahwa Blockchain adalah Bitcoin.

Padahal kegunaan Blockchain tidak melulu harus untuk mencatat transaksi Bitcoin. Blockchain sekarang dikembangkan dan bisa digunakan untuk beragam tujuan lain seperti proses pelacakan pengiriman paket, pembuatan sistem kontrak pintar, memungut suara (polling) hingga penyimpanan data-data asuransi masyarakat.

Seiring berjalannya waktu pun masyarakat mulai belajar mengenal sistem Blockchain yang berbeda. Blockchain Bitcoin dikenal sebagai sistem publik yang aksesnya transparan, bisa dilihat siapa saja. Namun sekarang sudah ada blockchain pribadi yang memiliki sistem kerja serba rahasia atau private.

Ragam Manfaat dan Kegunaan Sistem Blockchain

Fungsi utama Blockchain adalah untuk memastikan transaksi Bitcoin Anda valid, sah dan mencatat setiap detil transaksi dengan jelas untuk ditinjau ulang sewaktu-waktu. Akan tetapi, Blockchain mempunyai banyak sekali kegunaan lain yang bisa juga Anda manfaatkan seperti:

  • Mewadahi banyak transaksi dan investasi mata uang digital baru seperti Ripple, Paycoin, Litecoin, Dogecoin dan Nubits.
  • Melindungi data-data pribadi atau data rahasia perusahaan dengan sistem sandi rumit dan anti retas. Jadi para hacker usil tidak akan dapat membobol rekening maupun data-data pribadi Anda.
  • Memudahkan proses audit aset-aset Anda, karena rekaman data pada Blockchain bisa diakses secara umum. Alhasil Anda akan terhindar dari kasus penipuan aset.
  • Dapat digunakan untuk membuat sistem perjanjian atau kontrak kerja pintar model terbaru. Sistem kontrak kerja pintar ini dapat mewadahi kerjasama perusahaan Anda dengan bisnis lain secara lebih baik, jujur dan adil.
  • Lebih efisien untuk mencatat transaksi karena jaringan Blockchain terhubung langsung dengan sistem komputer. Hasilnya data yang baru dimasukkan dapat langsung tervalidasi dengan cepat, akurat dan hemat biaya.
Artikel Terkait  8 Market Crypto Terbesar di Dunia dan Terpercaya untuk Investasi Bitcoin

Kegunaan Bitcoin

bitcoin

Ada juga yang menyebut Bitcoin sebagai “jalan pintas” baru menuju kemakmuran. Investasi Bitcoin dewasa ini memang tidak dapat dibilang main-main. Harga-harga Bitcoin selalu naik dari waktu ke waktu dan mungkin saja akan menyentuh ratusan juta rupiah untuk setiap unitnya.

Tapi, apa sajakah kegunaan sesungguhnya dari Bitcoin itu untuk kehidupan sehari-hari? Berikut jawabannya:

  • Menjadi alat transaksi digital di internet yang lebih praktis. Dengan Bitcoin, Anda tidak perlu menggunakan jasa perantara bank untuk membayar pembelian online. Anda bisa membeli apa saja dengan Bitcoin, mulai dari produk fashion hingga server website.
  • Bisa digunakan untuk investasi P2P (peer to peer lending). Selain investasi P2P Lending, Anda juga bisa menginvestasikan Bitcoin itu sendiri. Cukup beli Bitcoin ketika harga turun dan jual ketika harganya naik. Persis seperti ketika Anda bermain saham.
  • Menjadi tabungan model baru. Anda bisa juga mengonversikan uang ke dalam bentuk Bitcoin untuk ditabung.

Berbeda dari Blockchain, kegunaan Bitcoin lebih terbatas karena ia sama saja seperti uang pada umumnya. Anda dapat memanfaatkannya untuk berbelanja, menabung atau investasi.

Kesimpulan Belajar Bitcoin Pemula: Perbedaan Bitcoin dan Blockchain

Adapun kesimpulan poin-poin penting dari pembahasan kali ini adalah:

  • Bitcoin dan Blockchain adalah dua hal yang berbeda tetapi saling melengkapi.
  • Bitcoin adalah mata uang digital, sementara Blockchain adalah sistem yang mencatat dan memvalidasi transaksi Bitcoin Anda. Tanpa adanya Blockchain, Anda tidak bisa menggunakan Bitcoin.
  • Blockchain bisa digunakan untuk beragam keperluan selain transaksi Bitcoin. Tetapi Bitcoin umumnya hanya dipakai untuk berbelanja, menabung dan investasi.

Demikianlah pembahasan artikel belajar Bitcoin dan Blockchain kali ini dari Crypto Markey. Dapatkan lebih banyak wawasan menarik gratis lainnya seputar crypto kekinian. Sampai jumpa lagi!