Sejarah Bitcoin sangat penting untuk diketahui. Sebab dari sanalah kita bisa belajar terkait perkembangan harga Bitcoin di masa depan sekaligus menjadikannya patokan.

Semenjak Bitcoin menjadi populer di masyarakat, banyak orang mulai penasaran dengan sejarah Bitcoin dan perkembangannya. Mengetahui sejarah Bitcoin dan perkembangannya juga merupakan keharusan bagi investor/trader. Gunanya tak lain untuk memastikan investasi tetap berjalan lancar dan menguntungkan.

Jadi seperti apa sejarah Bitcoin dan perkembangannya? Berikut ini kami telah merangkum semua informasi terkait perkembangan Bitcoin dengan lengkap – termasuk sejarah Bitcoin di Indonesia. Selamat membaca!

Pengertian Bitcoin

Bitcoin atau BTC adalah koin Crypto yang populer di seluruh dunia. Saat ini, harga sekeping Bitcoin bisa menembus ratusan ribu rupiah.

Tak heran kini banyak orang tertarik berinvestasi Bitcoin. Sudah ada banyak orang berhasil “mendadak miliarder” hanya dengan berinvestasi BTC saja.

Meskipun populer, masih ada juga yang belum tahu pengertian Bitcoin, sejarah perkembangannya serta keuntungannya. Nah, mengetahui seluk-beluk pengertian Bitcoin amat penting sebelum memutuskan berinvestasi dengannya.

Sebab, dengan mengetahui apa pengertian Bitcoin, kita tidak perlu takut mencoba berinvestasi BTC. Selain itu kita pun tahu lebih dalam terkait strategi-strategi terbaik investasi BTC.

Jadi apa itu Bitcoin? Pengertian Bitcoin adalah mata uang elektronik pertama yang bisa digunakan untuk transaksi di internet. Setelah Bitcoin populer, barulah ratusan jenis Crypto lainnya bermunculan seperti ADA, Ethereum, DOGE, NFT dan lain-lain.

Keunikan utama Bitcoin adalah bisa digunakan untuk transaksi tanpa perantara bank. Ini karena BTC bekerja dengan blockchain yang mengusung konsep desentralisasi. Tujuannya untuk memungkinkan masyarakat bertransaksi secara langsung tanpa intervensi aturan pemerintah atau bank. Alhasil, pemilik/penerima koin bisa menerima keuntungan 100%.

Artikel Terkait  Mengenal Mata Uang Kripto Bitcoin Cash, Kembaran Bitcoin?

Sejarah Bitcoin

sejarah-bitcoin-1

Tentunya kehadiran Bitcoin tidak muncul secara ajaib begitu saja. Sebelum seterkenal sekarang, terdapat lika-liku cukup panjang dalam sejarah Bitcoin dan perkembangannya.

Menurut informasi yang beredar dan diyakini berbagai kalangan, penemu Bitcoin adalah seseorang bernama Satoshi Nakamoto. Nama tersebut diketahui bukan nama asli (anonim).

Nakamoto memperkenalkan konsep Bitcoin lengkap dengan blockchainnya pertama kali di internet pada Oktober 2008. Sejarah harga Bitcoin dimulai persis dari sini. Saat itu harga BTC masih sangat murah bahkan tidak dinilai sama sekali.

Dalam paper yang ditulisnya, Nakamoto menjelaskan Bitcoin adalah koin elektronik yang bekerja dengan sistem P2P (peer to peer) terdesentralisasi. Karena tidak bergantung pada sistem bank, maka kredibilitas harga Bitcoin sepenuhnya dijaga dengan sistem teknologi kriptografik.

Mulai Dikembangkan Tahun 2009

Keunikan konsep Bitcoin berhasil menarik perhatian para programmer dan ahli IT seluruh dunia. Akhirnya mulai banyak programmer yang suka rela mewujudkan teknologi blockchain dan Bitcoin menjadi nyata.

Proses pengembangan teknologi uang virtual tersebut memakan waktu setahun lamanya. Baru pada tahun 2009 lah teknologi Bitcoin dan blockchain berhasil diperkenalkan ke publik dalam wujud nyata.

Tapi tahukah Anda? Pada awalnya teknologi Bitcoin tidak dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi sama sekali.

Kala itu pengembangan Bitcoin lebih diarahkan sebagai permainan teknologi. Tujuan dari permainan ini adalah untuk memvalidasi sistem blockchain yang dikembangkan bisa bekerja sesuai konsep pada paper Nakamoto.

Sejarah Harga Bitcoin: Transaksi Pertama di 2010

Tidak hanya proses penemuannya yang unik, sejarah harga Bitcoin juga cukup menarik untuk disimak. Sebelum harganya melambung selangit bermiliar-miliar dollar, harga Bitcoin dulu hanya semahal seloyang pizza biasa!

Bitcoin pertama kali digunakan untuk berbelanja pada 22 Mei 2010. Penyebabnya pun sepele. Kala itu, ada seorang programmer di tim pengembangan blockchain BTC yang bercanda via email, “Apakah kamu mau membeli pizza dengan 10 ribu Bitcoin?”

Tanpa diduga ada programmer lain yang tertarik sungguhan membeli seloyang pizza dengan BTC! Postingan lelucon bersejarah tersebut pun masih dimuat sampai saat ini dalam buletin online “Bitcoin Forum”. Selain itu, tanggal 22 Mei ikut diperingati sebagai Bitcoin Pizza Day (Hari Pizza Bitcoin).

Semenjak kejadian tersebutlah orang-orang baru serius mempertimbangkan BTC sebagai alat transaksi bernilai. Mereka baru melihat adanya potensi BTC sebagai alat tukar selain uang kertas dan koin yang diproduksi bank.

Sejarah Bitcoin di Indonesia

sejarah-bitcoin-2

Lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Seperti apa sejarah Bitcoin di Indonesia? Kapan Cryptocurrency ini masuk dan beredar di Indonesia?

Seiring berjalannya waktu, Bitcoin mulai beredar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut berbagai sumber, inilah kisah sejarah Bitcoin di Indonesia selengkapnya:

BTC pertama kali masuk Indonesia sekitar tahun 2012-2013 lalu. Komunitas Bitcoin Indonesia menjadi pihak pertama yang membeli BTC di Tanah Air.

Masuknya Bitcoin ke Tanah Air dikarenakan oleh krisis Cyprus. Krisis Cyprus adalah masalah perekonomian yang cukup fatal akibatnya, di mana nilai mata uang tidak lagi berarti menurut warga negara penggunanya. Kondisi tersebut dialami oleh negara Zimbabwe.

Di sisi lain, krisis Cyprus mendongkrak harga Bitcoin. Sebelum krisis, harga 1 BTC dinilai seharga 6 sampai 10 Dollar Amerika. Tapi selama krisis Cyprus berlangsung, harga 1 BTC melonjak drastis menjadi USD$10, USD$40, dan USD$200 dalam hitungan minggu.

Puncaknya terjadi pada November 2013. Harga Bitcoin meroket gila-gilaan hingga 10 ribu persen per keping. Jika dirupiahkan, harganya setara 7 sampai 8 juta per keping BTC. Masih di tahun 2013, harga BTC seluruh dunia meroket hingga 70 triliun pada bulan Desember.

Kabar tingginya profit Bitcoin pun merebak dengan cepat ke berbagai wilayah di Indonesia. Akibatnya mulai banyak orang tertarik mencoba investasi Bitcoin sampai hari ini. Walaupun harga BTC kini tak semurah dulu, nyatanya fakta tersebut tak melunturkan semangat orang-orang berinvestasi demi keuntungan menjanjikan.

Artikel Terkait  Rekomendasi Dompet Digital Bitcoin Cash 2021

4 Cara Kerja Bitcoin Terlengkap

Perkembangan sejarah harga Bitcoin turut dibarengi dengan perkembangan cara kerja BTC itu sendiri. Dari tahun ke tahun, cara kerja Bitcoin terus diperbaharui demi menjaga kenyamanan, efisiensi dan harga BTC.

Sebagai investor, Anda juga wajib tahu bagaimana cara kerja Bitcoin dalam blockchain. Seperti apa? Ini dia jawabannya:

1. Satuan BTC dalam Sistem Desentralisasi

Bitcoin adalah uang virtual yang tidak punya bentuk fisik. Semua keping BTC tersimpan dalam dompet virtual berbasis teknologi blockchain terdesentralisasi.

Dengan sistem ini, seluruh proses transaksi dan harga BTC bebas dari regulasi bank maupun pemerintah. Transaksi pun bisa dilakukan selama 24 jam non-stop tanpa sekat batas wilayah manapun (internasional).

Proses transaksi BTC pun lebih cepat dibanding pengiriman uang via bank. Soalnya uang dikirim langsung ke penerima tanpa “transit” dulu di sistem bank. Namun sebagai gantinya, seluruh kestabilitasan harga BTC harus ditanggung dan diatur oleh komunitas Crypto tersebut.

Meski begitu, BTC tetap punya satuannya sendiri yakni 1BTC. Unit minimal dari BTC dikenal dengan 1 Satoshi (1/100 juta dari 1 BTC). Dalam proses transaksi nyata, jumlah terkecil transaksi BTC yang bisa Anda lakukan adalah 0.001 BTC.

2. Sistem Blockchain Anti Bobol

Kecanggihan sistem blockchain terletak pada sifatnya yang sulit diedit dan anti bobol pihak ketiga. Ketika Anda melakukan transaksi dengan blockchain, maka data tersebut akan langsung tersimpan apa adanya. Anda tidak bisa mengedit data tersebut lagi.

Sistem ini tergolong menguntungkan sekaligus sangat aman untuk menjaga aset Bitcoin pengguna. Blockchain pun dilengkapi sistem verifikasi dan validasi data pengguna yang amat ketat. Jadi Anda tidak perlu takut data-data akan hilang atau dicuri.

3. Mining Bitcoin

Ada banyak cara mendapatkan Bitcoin: transaksi jual-beli, transfer ke pengguna lain, investasi atau mining Bitcoin. Dari semua cara di atas, aksi mining Bitcoin sering menjadi sorotan di kalangan para trader Crypto.

Mining Bitcoin adalah proses “menambang” BTC dari komputer milik orang lain. Saat melakukan mining, Anda harus menyelesaikan permasalahan matematika rumit untuk memperoleh “imbalan” berupa Bitcoin.

Persoalan tersebut diselesaikan dengan algoritma konsensus bernama PoW (Proof of Work). Sistem ini mampu bekerja cepat menyelesaikan berbagai masalah komputasi yang spesifik dan mendapatkan hasil BTC. Hadiah mining saat ini sebesar 6,25 BTC per 1x tambang.

PoW juga membantu membuat blok baru di blockchain untuk menampung hasil tambang secara otomatis. Banyak orang keliru mengira proses penambangan BTC dilakukan secara manual di alam. Padahal, seluruh proses mining dilakukan dengan perangkat komputer dan online.

4. Batas Jumlah Bitcoin adalah 21 Juta Keping

Demi menjaga kestabilitasan harga, jumlah Bitcoin yang beredar ditetapkan maksimal sebanyak 21 juta keping saja. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah batas penerbitan keping emas sungguhan. Inilah mengapa Bitcoin juga dikenal sebagai emas digital.

Koin-koin BTC yang beredar tidak dicetak sekaligus sebanyak 21 juta keping, melainkan secara bertahap. Diperkirakan Bitcoin akan mencapai jumlah maksimumnya pada tahun 2140 kelak.

Perkembangan Bitcoin di Masa Depan

Mungkin Anda penasaran, mengapa Bitcoin diciptakan ketika kita sudah punya uang virtual (e-cash). Nyatanya, Bitcoin dan uang virtual biasa sangat berbeda. Uang virtual masih berada di bawah peraturan bank dan pemerintah, sedangkan BTC tidak.

Selain itu, ada banyak sekali percobaan membuat uang virtual baru seperti Cryptocurrency dari masa ke masa. Namun banyak pula yang gagal. Bitcoin merupakan segelintir hasil percobaan yang berhasil diaplikasikan ke masyarakat sampai sekarang.

Menurut Nakamoto, gagalnya pengembangan uang virtual tersebut dikarenakan masih adanya keterlibatan pihak otoriter ketiga (bank/pemerintah). Terbukti, ketika Bitcoin diciptakan dengan sistem blockchain desentral, sistemnya berhasil berjalan dengan baik.

Kini peluang Bitcoin sebagai aset transaksi digital masa depan masih sangat besar dan menjanjikan. Mulai banyak perusahaan ternama menggunakan mata uang Crypto sebagai alat transaksi. Salah satunya adalah perusahaan mobil modern Tesla.

Semenjak tahun 2017, sistem teknologi pendukung Bitcoin berkembang menjadi kian terbaru plus canggih. Bitcoin mulai bisa diperjual-belikan secara bebas lewat aplikasi-aplikasi e-wallet populer sejenis PayPal.

Kemudahan teknologi terus mendorong trend investasi Bitcoin jadi semakin maju. Jadi tidak ada salahnya untuk mulai mencoba investasi Bitcoin mulai dari sekarang.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini seputar sejarah Bitcoin dan perkembangannya. Artikel ini hanyalah salah satu referensi belajar Bitcoin. Jika Anda ingin serius terjun berinvestasi, kami sarankan untuk mendalami lebih banyak referensi atau meminta saran dari tenaga profesional.

Hal ini penting, mengingat seluruh keuntungan dan resiko investasi ditanggung oleh investor itu sendiri.

Terima kasih sudah mengikuti artikel sampai di sini. Sampai bertemu lagi di artikel informatif lainnya seputar dunia Cryptocurrency hanya di Crypto Markey. Sayonara!