Stock to Flow model dan ratio bisa menjadi pegangan jitu Anda untuk memprediksi harga Bitcoin terbaru. Sudahkah Anda tahu apa itu Stock to Flow model dalam dunia crypto?

Faktanya, harga Bitcoin terbaru selalu berubah setiap saat. Harga Bitcoin yang Anda simak pagi ini bisa sudah berubah lagi saat dicek nanti malam atau besok hari. Oleh sebab itulah, Anda wajib menggunakan strategi prediksi harga aset Bitcoin yang tepat ketika berinvestasi.

Nah, Stock Flow chart adalah model prediksi harga Bitcoin yang banyak dimanfaatkan investor kekinian. Seperti apa keunggulan dan cara pakainya? Simak selengkapnya pada tips belajar Bitcoin pemula ini yuk!

Stock To Flow Model Adalah

stock-to-flow..

Ada banyak jenis strategi, alat maupun grafik untuk memprediksi harga Bitcoin terbaru. Salah satunya adalah Stock to Flow model. Apa itu?

Stock to Flow (SF) chart/model/ratio adalah perbandingan antara jumlah aset simpanan dengan jumlah yang dibuat per tahun. Semisal pada Bitcoin, maka perhitungan Stock to Flow rationya adalah jumlah Bitcoin tersimpan saat ini dibagi jumlah produksi aset baru Bitcoin tiap tahun.

SF model sejatinya bukan instrumen baru dalam dunia ekonomi. Rumus ini sudah banyak digunakan untuk menghitung jumlah persediaan aset-aset penting lain. Sebut saja seperti logam mulia (perak, emas dan lain-lain).

Pun rumus SF terbukti akurat menghitung prediksi harga komoditas logam mulia. Lalu, mengingat Bitcoin memiliki sifat mirip emas, maka tak heran rumus Stock to Flow ratio diadaptasi untuk aset digital ini.

Rumus Stock To Flow Ratio

Secara ringkas, inilah rumus Stock to Flow chart untuk menghitung harga Bitcoin terbaru:

SF = stock atau reserves : flow

Keterangan:

  • Stock atau reserves: jumlah komoditas yang beredar di pasaran saat ini.
  • Flow: jumlah komoditas yang diproduksi dalam setahun, atau untuk periode tertentu.

Catatan penting tambahan: semakin tinggi nilai SF, maka biasanya nilai inflasi aset akan menurun setiap tahun. Selain itu, komoditas bernilai SF tinggi cenderung mempunyai daya jual mahal dan banyak dipilih masyarakat karena sifatnya yang langka.

Perhitungan Stock To Flow Bitcoin : Gunakan Halving

Perhitungan SF Bitcoin sedikit berbeda dari kalkulasi untuk aset non crypto. Untuk mendapat hasil yang akurat, Anda harus memperhatikan momen halving ketika menghitung SF prediksi harga Bitcoin.

Apa itu halving? Halving adalah kejadian penambang BTC menerima penurunan block reward sebanyak 50% per empat tahun sekali. Halving juga bisa terjadi per 210 block sekali.

Contoh halving: jumlah block reward yang diterima penambang adalah 50 BTC pada 2009. Jumlah tersebut diturunkan menjadi 12,5 BTC per 2019, dan menjadi 6,25 BTC pada periode berikutnya.

Momen ini berdampak pada penurunan jumlah stok Bitcoin yang beredar. Selain itu, Halving memperlambat proses produksi Bitcoin lalu menjadikannya semakin langka di pasaran. Maka dari itulah halving wajib dilibatkan dalam perhitungan chart Stock Flow.

Lalu bagaimana dengan aset komoditi lain? Situasi halving tidak terjadi pada emas, perak dan lain-lain. Alhasil nilai SF Bitcoin pasti berbeda dibandingkan komoditi lainnya.

Artikel Terkait  Hard Fork Bitcoin Cash, Bitcoin Cash ABC vs Bitcoin Cash SV, Lebih Unggul Mana?

Aturan Halving dalam Prediksi Harga Bitcoin

Tujuan halving dalam sistem Bitcoin tak lain untuk menjaga laju inflasi koin crypto satu ini. Halving bekerja sama atau berkaitan dengan aturan-aturan lain pada kinerja Bitcoin.

Aturan tersebut antara lain, jumlah suplai BTC terbatas (maksimal 21 juta), jaringan yang mampu mengatur level kesulitan penambang mengatur sistem blockchain, dan tingkat inflasi yang bisa diperkirakan.

Tanpa halving, ekosistem dan nilai Bitcoin akan lebih mudah hancur lebur atau mengalami inflasi di pasaran.

Contoh Perhitungan Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan

Rumus Stock Flow sudah banyak diterapkan di mana-mana untuk menghitung prediksi harga Bitcoin di masa depan. Pencipta rumus ini, Plan B, pun memprediksi harga Bitcoin dengan rumus SF akan mencapai 288 ribu dollar per tahun 2024.

Saat ini Bitcoin mempunyai stok suplai koin total sebanyak 17,5 juta keping. Sedangkan suplai produksi aslinya sebanyak 0,7 juta setiap tahun. Apabila dihitung dengan rumus SF, maka:

SF = 17,5 : 0,7 = 25.

Itu berarti diperlukan kurang lebih 25 tahun bagi blockchain miner Bitcoin bekerja menambang koin, demi mencapai pasokan jumlah suplai BTC yang seimbang antara stock dan flow. Diperlukan 25 tahun lagi agar jumlah Bitcoin di pasar sungguhan mencapai 17,5 juta keping.

Hingga saat itu tiba, untuk saat ini kondisi Bitcoin dapat disebut masih mengalami kelangkaan. Namun adanya kelangkaan juga menjadi indikasi bagus dalam pasar Bitcoin. Menurut rumus SF, hadirnya kelangkaan berarti mendorong pertumbuhan harga Bitcoin terbaru.

Perhitungan SF ratio Bitcoin pun turut diyakini akan meningkat pesat di pasaran crypto. Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhinya, antara lain:

  • Improvisasi pembangunan infrastruktur pendukung distribusi crypto.
  • Peningkatan sistem kerja blockchain.
  • Penambahan layanan crypto yang mempermudah proses trading Bitcoin seperti futures, kustodian dan ETF.
  • Perbaikan sistem regulasi blockchain crypto Bitcoin menjadi semakin baik.

Kelemahan Rumus Stock To Flow Chart

Walaupun mudah dan banyak diminati oleh trader Bitcoin, rupanya rumus SF juga mengundang sejumlah kritik dari pengamat perkembangan Bitcoin. Salah satunya adalah Nico Cordeiro, Chief Investment Officer dari Strix Leviathan.

Cordeiro menulis sebuah pandangan berisi kritik terhadap model perhitungan SF Bitcoin di laman Coindesk. Ia berargumen perhitungan Stock Flow tidak valid karena tak pernah bisa dibuktikan dalam berbagai riset imliah.

Ia juga menemukan sejumlah keganjilan lain terkait adaptasi rumus Stock Flow Bitcoin yakni:

  • Rumus ini terlalu ‘kaku’ menilai dari satu perspektif yakni kelangkaan aset Bitcoin. Padahal pada kenyataannya, ada banyak faktor yang memengaruhi harga Bitcoin.
  • Tidak ada hubungan antara data harga emas dengan hasil perkiraan perhitungan rumus SF selama lebih dari 1 abad terakhir. Alhasil agak ‘tidak masuk akal’ mengadaptasi rumus komoditas lain untuk perhitungan aset crypto.
  • Peranan pasar crypto tidak dipertimbangkan dalam rumus SF sehingga hasil perhitungan dapat keliru.
  • SF berpotensi menciptakan prediksi harga aset yang meragukan atau rancu, karena prediksi harga yang didapat bisa beragam antara 1 dengan yang lain.
  • Volatilitas aset crypto seharusnya diperhitungkan ketika memprediksi harga aset, apalagi Bitcoin yang nilai volatilitasnya terkenal sangat tinggi.
  • SF dapat digunakan sebagai rumus untuk mengecoh masyarakat awam, khususnya dengan iming-iming nilai BTC akan sangat tinggi di masa depan. Maka dari itu trader tetap diminta waspada, jeli dan kritis menanggapi informasi harga Bitcoin terbaru yang ada.

Demikianlah artikel belajar Bitcoin pemula kali ini seputar Stock to Flow chart. Semoga pembahasan di atas bisa membantu Anda lebih mudah memprediksi harga Bitcoin, ya!

Artikel ini hanyalah salah satu tips dan trik belajar Bitcoin pemula. Untuk memperdalam wawasan, Anda bisa menggali lebih banyak referensi lainnya.

Mau dapat lebih banyak artikel belajar Bitcoin pemula gratis? Tentu bisa dan gampang banget, lho!

Cukup kunjungi CRYPTO MARKEY di http://crypto.markey.id/ sekarang, dan langsung temukan ratusan artikel belajar Bitcoin pemula terbaru setiap harinya. Sampai bertemu lagi di pembahasan selanjutnya, sayonara!