Pernahkah kamu mendengar tentang Bitcoin Maximalist? Kelompok ini percaya bahwa Bitcoin, adalah satu-satunya aset digital yang akan dibutuhkan pada masa mendatang, sedangkan jenis cryptocurrency yang lain tidak penting karena lebih rendah daripada Bitcoin.

Ideologi kelompok ini juga tak sejalan dengan pandangan dari sang pencipta Bitcoin yakni Satoshi Nakamoto (nama samaran). Lantas bagaimana peran kelompok ini dalam pasar crypto dan apa saja rahasia yang mereka pegang?

1. Narasi “Palsu”

Investasi uang elektronik Bitcoin adalah investasi yang memiliki karakteristik high risk high return. Maka tak heran uang elektronik ini dapat naik dan juga turun secara signifikan. Oleh karena itu maximalist bitcoin memulai inisiatif menipu yang bertujuan untuk memikat investor ritel baru dan yang tidak berpengalaman.

Kelompok ini pada dasarnya telah memulai kampanye berita palsu yang menyebarkan narasi bahwa perusahaan dan negara bergegas untuk membeli Bitcoin dengan harapan dapat berdampak positif pada harga Bitcoin.

Berita Palsu Disebarkan oleh Bitcoin Maximalist.

Pada bulan Juli tahun lalu, beredar berita di beberapa situs web yang mengabarkan sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Tel Aviv dan Beverley Hills menginvestasikan $2,3 Miliar dalam Bitcoin. Berita ini menjadi booming setelah sebuah akun yang sebenarnya palsu men-tweet berita tersebut.

Walau berita tersebut telah ditangguhkan, banyak yang masih percaya berita itu nyata karena selama seminggu terakhir beberapa akun bodong telah menyebarkan desas-desus palsu bahwa Apple membeli Bitcoin senilai $2,5 Miliar.

Meskipun tidak ada sumber yang valid, banyak halaman besar mulai me-retweet dan membagikan berita tersebut. Hoax itu adalah bagian dari kampanye yang sedang berlangsung untuk menciptakan narasi palsu.

Artikel Terkait  Analisa Bitcoin Hari Ini : Harga Bitcoin Turun karena "Crash"

Lalu, sedikit mundur ke bulan April 2021, setelah Bitcoin bergerak menyamping dan gagal mencapai level tertinggi, kelompok ini mulai gugup. Dalam upaya untuk menciptakan sensasi baru, mereka menciptakan rumor palsu bahwa Walmart, Facebook, dan Alibaba baru saja membeli Bitcoin.

Dalam pengajuan triwulanan beberapa hari kemudian, terbukti bahwa tidak ada satu pun perusahaan baru yang menempatkan bitcoin di neraca mereka, yang merupakan pukulan besar bagi narasi palsu bahwa “Perusahaan bergegas membeli semua pasokan Bitcoin”

2. Kegagalan Alat Pembayaran yang sah di El Salvador

uang elektronik

Saat uang elektronik bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah di El Salvador, ini menjadi polemik yang memicu protes dari penduduk negara tersebut, bahkan mengakibatkan pemenjaraan puluhan jurnalis dan kritikus.

Menurut survei yang dilakukan oleh UCA, Universitas Jesuit yang berbasis di El Savador menemukan setidaknya 67,9% dari 1.281 orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak setuju atau sangat tidak setuju dengan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah sedangkan sisanya setuju pada tingkat tertentu.

Dompet “Chivo” yang digagas oleh pemerintah juga gagal diluncurkan, karena lambat, memiliki biaya tinggi, dan tidak dapat diandalkan untuk transaksi sehari-hari. Pemerintah juga gagal menyebutkan bagaimana mereka memiliki kontrol terpusat penuh atas dana semua orang dengan dompet tersebut.

Sudah berbulan-bulan sejak Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah, namun tidak ada yang menggunakannya. Penduduk dari negara ini kemudian kembali ke dolar AS dan sepertinya Bitcoin  belum bisa dijadikan sebagai alat pertukaran jangka Panjang bagi negara El Savador.

3. Perencanaan Rehabilitasi Mt. Gox

Apakah kamu pernah mendengar tentang Mt.Gox? Mt.Gox pernah menjadi pertukaran uang elektronik bitcoin terbesar di dunia yang menangani sekitar 70% dari semua transaksi bitcoin (BTC). Namun, mereka bangkrut pada tahun 2014, dan diperkirakan 850.000 Bitcoin hilang akibat dicuri.

Artikel Terkait  Mengenal Taproot, Bitcoin Crypto Baru dengan Smart Contract

Kemudian pada akhir tahun lalu, korban Mt. Gox menerima kabar baik ketika perwakilan dari Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, mengumumkan bahwa rencana rehabilitasi telah disetujui. Rencana ini bertujuan untuk membayar kembali beberapa koin kepada pemilik aslinya yang telah menjadi masalah yang telah lama dibahas karena berpotensi merusak pasar Bitcoin jika koin tersebut dijual.

Sekitar 99% dari kreditur rehabilitasi yang memberikan suara memilih rancangan rencana rehabilitasi, dan sekitar 83% dari jumlah total hak suara digunakan untuk mendukung rancangan rencana rehabilitasi.

Keputusan tersebut mengikuti pemungutan suara pada 8 Oktober 2021 dari ribuan pengguna Mt. Gox yang kerugiannya diperkirakan bernilai hampir $10 miliar dolar. Kobayashi mengatakan distribusi aset kemungkinan tidak akan dimulai setidaknya selama satu bulan, setelah rencana rehabilitasi menjadi “final dan mengikat.” Dia menambahkan kreditur harus segera mendaftarkan rincian rekening bank mereka di situs web untuk menerima remunerasi.

Sebagai perspektif, jumlah total Bitcoin yang diharapkan akan dikembalikan ke korban Mt. Gox akan lebih banyak Bitcoin daripada yang digabungkan oleh setiap institusi. Jika koin berada dalam satu dompet, itu juga akan menjadi dompet Bitcoin terbesar ke-3 yang pernah ada.

Ketika koin-koin ini akhirnya dibuang ke pasar, kita kemungkinan akan menyaksikan salah satu koreksi pasar terbesar dalam sejarah. Jika keseluruhan BTC ini dibuang hari ini, Bitcoin akan turun -95,9% dan jauh di bawah $1000.

4. Adanya Kecacatan Pada Bitcoin

Bagi kamu yang sudah nyemplung di dunia Bitcoin pasti sudah tahu bahwa uang elektronik Bitcoin mengusung konsep desentralisasi. Maksudnya adalah Bitcoin tidak bisa dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah atau eksternal manapun, yang mungkin akan memberikan dampak buruk terhadap sistemnya.

Bagaimana jika itu tidak sepenuhnya benar? sebab mayoritas jaringan penambangan Bitcoin sebenarnya dikendalikan oleh 5 perusahaan di China, dan total 79% jaringan dikendalikan oleh 9 perusahaan. Sejak China melarang penambangan Bitcoin, jaringan Bitcoin telah mengalami penarikan terbesar dan tercepat dalam sejarah.

Artikel Terkait  Terungkap! Inilah Cara Analisa Harga Bitcoin Langsung Menurut Ahli

Fakta bahwa harga Bitcoin pernah mengalami penurunan akibat larangan tersebut membuktikan bahwa jaringannya goyah begitu cepat, China yang memberlakukan larangan penambangan menunjukkan seberapa besar kendali yang dimiliki pemerintah atas jaringan tersebut.

Masalah Skalabilitas Bitcoin

Masalah skalabilitas Bitcoin mengacu pada kemampuan terbatas jaringan Bitcoin untuk menangani sejumlah besar data transaksi pada platformnya dalam rentang waktu yang singkat. Kapasitas pemrosesan transaksi yang diperkirakan maksimum menggunakan ukuran transaksi rata-rata atau median adalah sekitar 3,4 transaksi per detik.

Sebagai perbandingan, Visa menangani sekitar 1000 per detik. Bitcoin hanya dapat menangani sekitar 600.000 transaksi per hari. Untuk kartu kredit saja, diperkirakan ada lebih dari 1,5 miliar transaksi per hari

Pertanyaanya, bagaimana Bitcoin dapat bersaing dengan bank ketika sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat diskalakan?

Kesimpulan

Investasi uang elektronik, seperti Bitcoin memang tengah digandrungi banyak orang. Selain karena akses mendapatkannya jauh lebih mudah, pesatnya kenaikan harga uang elektronik ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya. Namun, jangan mudah tergiur dulu, apabila kamu pernah mendengar istilah “Don’t put your eggs in one basket,” ini juga berlaku untuk investasi terhadap Bitcoin.

Nilai satu cryptocurrency yang turun belum tentu terjadi pada cryptocurrency yang lain. Oleh karena itu, kamu harus melakukan riset yang mendalam terhadap setiap aset kripto yang akan kamu investasikan dan tidak jatuh dengan cepat terhadap berita maupun hype yang yang terjadi.

Artikel ini dibuat tidak bermaksud untuk menjatuhkan pihak manapun, namun mengajak setiap orang untuk herhati-hati dalam berinvestasi. Kunjungi situs http://crypto.markey.id/ untuk mengetahui perkembangan terbaru dari crypto setiap harinya secara gratis!