ADA Cardano dinilai cukup mirip dengan Ethereum. Apa saja persamaan dan perbedaan dari kedua Crypto terbaik 2021 ini? Semuanya telah kami jawab lengkap di sini!

ADA Cardano dan Ethereum adalah Crypto dari dua generasi berbeda. Namun, pencipta Cardano diketahui pernah bekerja mengembangkan ETH. Alhasil terdapat sejumlah kesamaan antara sistem kerja blockchain maupun kegunaan Ethereum dan Cardano.

Untuk Anda yang penasaran siapa pemenang Crypto terbaik 2021, yuk langsung simak review tuntas perbandingan Cardano dan Ethereum berikut ini!

Definisi ADA Cardano

ada cardano

Apa Itu Cardano Coin?

Mari kita mulai dengan mengenal definisi Cardano. Cardano coin atau ADA tengah ramai disebut-sebut sebagai Crypto terbaik 2021. Bukan tanpa sebab, koin digital satu ini sukses merebut perhatian masyarakat dengan berbagai keunggulannya.

Menurut Coinmarketcap, Cardano masuk ke dalam jajaran 5 besar Crypto paling besar kapitalisasinya secara global. Saat tulisan ini dibuat (19/10/2021), kapitalisasi Cardano adalah sebanyak $70,118, 496,650. Sedangkan harga pertokennya ialah Rp30,196 IDR. 

Pun per 2 September 2021 lalu, Cardano coin mencapai ATH dengan harga Rp44,206 IDR atau $3,10 USD. Harga Cardano terbilang stabil dan lebih menjanjikan untuk investasi dibandingkan koin-koin Crypto lain. Alhasil banyak orang tertarik untuk menginvestasikannya.

Sejarah dan Cara Kerja Cardano Coin

Cardano diciptakan pada tahun 2017 oleh Charles Hoskinson, mantan co-founder blockchain Ethereum. Inilah salah satu alasan mengapa ADA disebut-sebut sebagai “ETH Kedua”.

Ada banyak sekali unsur sistem Cardano yang mirip dengan Ethereum. Contohnya adalah pemakaian protokol Proof of Stake (PoS). Dengan sistem ini, mining ADA coin jauh lebih simpel, hemat biaya dan ramah lingkungan dibanding mining Crypto lain.

Cardano juga lebih unggul karena sistem blockchainnya telah disusun sedemikian rupa hingga melampaui kinerja Bitcoin dan Ethereum. Cardano menggunakan blockchain ganda plus algoritma Ouroboros untuk memvalidasi transaksi dan membuat blok baru. Selain itu, blockchain ADA juga menerapkan sistem peer-reviewed untuk pertama kalinya dalam sejarah. 

Semua itu sengaja dilakukan oleh tim Cardano guna mencegah kemunculan beragam masalah yang kerap mengintai pesaingnya, Ethereum. Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang manis. Kini Cardano dikenal sebagai Crypto generasi ketiga sekaligus platform DApp (pengembangan aplikasi yang desentral) terbaik.

6 Keuntungan ADA Cardano

  • Harga cenderung stabil dan meningkat setiap tahun berkat sistem produksi koin yang ketat (metode burning). 
  • Crypto pertama yang menggunakan sistem peer reviewed. Sistem tersebut terbukti efektif meminimalisir kesalahan atau cacat cela pada produk-produk blockchain Cardano.
  • Dilengkapi smart contract blockchain yang terpisah dari blockchain khusus transaksi. Jadi kita bisa lebih leluasa mengatur kontrak pintar tanpa perlu takut transaksi terganggu.
  • Lebih mudah dan praktis untuk didapat secara gratis dengan staking.
  • Lebih ramah lingkungan.
  • Mempunyai banyak kesamaan sistem dan cara pemakaian dengan Ethereum.

1 Kelemahan ADA Cardano

Kelemahan Cardano coin cuma satu: masih sedikit orang yang berminat untuk mengadopsi atau menginvestasikannya.

Walaupun saat ini Cardano sukses mempunyai nilai kapitalisasi pasar yang tinggi—bahkan hampir menyaingi ETH dan BTC—nyatanya masih sedikit orang yang benar-benar berminat membeli koin Crypto ini.

Tantangan popularitas masih menjadi PR besar bagi tim Cardano jika mereka ingin kelak bisa menduduki peringkat 1 sebagai Crypto terlaris.

Artikel Terkait  Mengenal ADA Crypto : Naik 3000% dalam Setahun

Definisi Ethereum ETH

Apa Itu Ethereum Coin?

Ethereum adalah koin Crypto yang sudah tak asing lagi bagi sebagian besar orang. Ethereum diciptakan 2 tahun lebih awal dari Cardano, oleh seorang programmer berusia 19 tahun bernama Vitalik Buterin.

Ethereum kini menduduki peringkat kedua sebagai koin Crypto dengan kapitalisasi pasar tertinggi dunia. 1 ETH setara dengan Rp53.262.402,14 IDR sedangkan nilai kapitalisasinya adalah Rp6,290,913,104,037,633.

Ethereum mempunyai banyak peminat dari berbagai belahan dunia. Blockchain ETH bekerja dengan sistem PoS dan dikembangkan memakai bahasa programming khusus “Solidity”. 

Pun kemampuan Ethereum adalah yang terbaik sekaligus tercepat. Blockchain ETH sanggup mengelola 30 transaksi per detik—angka yang jauh lebih banyak ketimbang BTC (7 transaksi per detik).

Persamaan lain Cardano dan Ethereum adalah tujuan pembuatannya. Ethereum juga diciptakan sebagai Dapps (pengembangan aplikasi yang terdesentralisasi), selain digunakan sebagai aset investasi kripto.

Sejarah dan Cara Kerja Ethereum

Konsep Ethereum diperkenalkan pertama kali oleh Buterin di tahun 2015. Pada proyek pengembangan awal, ia dibantu oleh dua orang programmer lain yakni Charles Hoskinson dan Anthony Di Iorio. 

Sayangnya, Di lorio tidak berpartipasi cukup lama. Ia memilih meninggalkan proyek ETH karena mengkhawatirkan keselamatan data diri pribadinya.

Sedangkan Charles Hoskinson diketahui bertahan cukup lama di proyek tersebut. Tetapi pada akhirnya dia juga memutuskan untuk keluar dan fokus mengembangkan Cardano.

Kini, Ethereum menjadi salah satu Crypto terbaik 2021 pilihan masyarakat. Bukan tanpa sebab, Ethereum menjanjikan banyak sekali kegunaan bagi kita seperti smart contract, transfer pembayaran, pengembangan aplikasi, dan lain-lain.

Jaringan Ethereum bekerja dengan sistem PoS dan DeFi. Berkatnya, Ethereum bisa menjadi alat decentralized ledger milik publik yang praktis untuk semua aktivitas monetisasi. Kegunaan Ethereum lumayan beragam mulai dari merekam, mencatat sampai memvalidasi transaksi kita secara digital.

6 Kegunaan Ethereum

  • Jauh lebih fleksibel dibandingkan koin lain, seperti Bitcoin.
  • Bisa dikembangkan untuk membuat beragam aplikasi dengan sistem desentral (Dapps).
  • Menyediakan fitur smart contract untuk mengamankan transaksi.
  • Dilengkapi dengan native token.
  • Dasar pengembangan aset Crypto NFT (non-fungible token).
  • Bisa dikembangkan oleh siapa saja tanpa batas karena blockchain Ethereum bersifat publik (open source).

1 Kelemahan Ethereum

Kelemahan Ethereum adalah volatilitasnya yang cukup tinggi. Volatilitas adalah jarak (gap) selisih kenaikan dan penurunan harga aset secara berkala. 

Sesungguhnya sebagian besar Crypto pasti memiliki angka volatilitas yang tinggi. Bisa dibilang, selisih harga yang jauh ini nyaris tak terhindarkan dalam dunia Crypto mengingat nilai aset sangat dipengaruhi oleh permintaan dan sentimen pasar.

Oleh karena itu, investor diminta untuk berhati-hati dan rajin mengecek pergerakan harga di grafik Crypto.

Artikel Terkait  Cardano Luncurkan ADA Smart Contracts, Lebih Baik dari Ethereum?

Crypto Terbaik 2021: ADA Cardano VS Ethereum

Nah, kita sudah melihat spesifikasi masing-masing untuk Cardano dan Ethereum. Lalu manakah yang bisa dinobatkan sebagai Crypto berkualitas terbaik dari keduanya?

Jika diminta untuk memilih dari segi teknologi blockchain, maka jawabannya sudah jelas Cardano. Cardano sebagai “versi terbaru” Ethereum mempunyai sistem kerja yang lebih canggih, kuat dan aman.

Semua keunggulan Ethereum pun ada lengkap di Cardano. Mulai dari smart contract, transaksi sampai pembangunan aplikasi yang desentral, semuanya bisa kita lakukan juga di blockchain Cardano.

Cardano juga lebih unggul daripada Ethereum karena menggunakan algoritma Proof of Stake sedari awal. Algoritma ini jauh lebih efisien, minim energi dan ramah lingkungan daripada versi lawasnya: Proof of Work.

Sementara Ethereum diciptakan pertama kali dengan sistem Proof of Work. Baru-baru ini Ethereum dikabarkan berkembang menjadi “Ethereum 2.0”. Pada versi tersebut Ethereum resmi bertransisi atau beralih ke sistem Proof of Stake.

Perbedaan algoritma tadi juga masih memengaruhi elemen-elemen penting dari kinerja blockchain: skalabilitas, pengembangan infrastruktur dan interoperabilitas. Cardano dan jaringan PoS-nya mempunyai keleluasaan kerja yang lebih luas daripada Ethereum. Jaringan Ethereum terbukti masih boros energi dan agak lambat memproses transaksi.

Tapi jika berbicara dari segi kepopularitasan, maka Ethereum adalah juaranya. Ethereum masih menduduki peringkat 2 sebagai koin Crypto paling diminati hari ini. Nama dan kegunaan Ethereum begitu terkenal di masyarakat. Ia juga sering direkomendasikan oleh trader profesional sebagai aset terbaik untuk investasi Crypto masa depan.

Jadi bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Anda lebih nyaman berinvestasi Ethereum atau Cardano coin? Jawabannya ada di tangan Anda sendiri!

Apapun aset yang nantinya Anda pilih untuk diinvestasikan, pastikan betul-betul bahwa Crypto tersebut sungguh-sungguh aman dan pas dengan kebutuhan investasi serta modal Anda. Tidak ada salahnya untuk mempelajari setiap jenis Crypto dengan cermat sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan investasi.

Yuk pelajari semua jenis koin Crypto selengkapnya di website kami! Ikuti terus update infonya secara gratis dengan memfollow website maupun sosial media kami, ya. Sampai bertemu lagi di pembahasan menarik Cryptocurrency selanjutnya!