Harga Ethereum selalu berkembang dari tahun ke tahun, persis seperti Bitcoin. Sampai hari ini pun, Ethereum masih sukses bersaing sengit dengan Bitcoin untuk mendominasi pasar Cryptocurrency.

Banyak pengamat yakin bahwa kelak, Ethereum akan sukses menyalip Bitcoin di ranking pertama Crypto terpopuler. Apalagi Ethereum lebih kaya akan fitur dan manfaat dibandingkan Bitcoin yang “itu-itu saja”.

Seperti apa kira-kira perkembangan sejarah koin Ethereum? Berapa juga harga Ethereum pertama kali? Semuanya sudah kami jawab tuntas pada artikel spesial berikut ini selamat membaca!

Apa Itu Ethereum?

Dunia Crypto tidak selalu berkisar tentang Bitcoin. Masih banyak koin-koin Crypto lain yang seru dan menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah koin Ethereum.

Nama Ethereum sukses mencuri perhatian publik karena nilainya yang selalu bersaing ketat dengan Bitcoin. Sampai hari ini pun, kedua mata uang virtual tersebut terus berusaha memperebutkan posisi 1 sebagai Crypto dengan kapitalisasi tertinggi.

Apa itu Ethereum? Ethereum adalah jaringan blockchain P2P (peer to peer) yang dilengkapi dengan aset Crypto tersendiri bernama “Ether”. 1 Ethereum juga sering dikenal dengan 1 ETH.

Sejarah dan Pencipta Ethereum

harga-ethereum-2

Bagaimana awal terciptanya koin Ethereum? Siapa pencipta Ethereum?

Tidak seperti Bitcoin yang diciptakan anonimus/memakai nama samaran, pencipta Ethereum sudah tervalidasi dengan pasti. Tokoh penting pencipta Ethereum adalah Vitalik Buterin, seorang programmer berdarah Kanada-Rusia. Uniknya, Vitalik menemukan Ethereum saat usianya masih 19 tahun!

Ethereum dikembangkan pertama kali sebagai sebuah sistem komputer universal yang terdesentralisasi tidak diatur-atur oleh pihak otoritas ketiga tertentu. Selain itu, sistem pemrograman Ethereum dibuat sedemikian rupa agar bisa tahan sensor, mampu menyokong sistem sendiri dan terbuka (open source).

Walaupun Ethereum dan Bitcoin sama-sama dibuat dengan sistem blockchain data, nyatanya ETH bisa dikatakan lebih maju daripada pendahulunya, BTC. Ini karena Ethereum dilengkapi dengan lapisan tambahan yang bisa mengoperasikan banyak komputer secara global.

Selengkapnya inilah timeline perjalanan perkembangan ETH:

2013 : Perkenalan Konsep Ethereum

Sama seperti Satoshi Nakamoto yang memperkenalkan konsep Bitcoin dalam sebuah paper, pada awalnya Vitalik Buterin juga mempublikasikan artikel terkait konsep Ethereum di tahun 2013.

Dalam papernya, Vitalik menjelaskan kegunaan Ethereum sebagai solusi baru untuk membuat aplikasi yang netral sekaligus bersifat desentral. Sayangnya, paper tersebut tidak serta-merta memperoleh dukungan karena ditulis dengan skrip yang rumit.

Dukungan baru berdatangan ketika Vitalik menyederhanakan konsepnya dalam bahasa skrip umum. Pengembangan pertama Ethereum melibatkan banyak pihak lain seperti: Morgen Peck dan Joseph Lubin (reporter), Gavin Wood, Anthony Di lorio dan Charles Hoskinson (donatur proyek).

Akan tetapi Charles Hoskinson tidak bertahan sampai akhir. Ia memilih berhenti dari proyek Ethereum di tengah jalan.

2014 : Pengembangan Lebih Lanjut

Proyek awal pengembangan ETH berlanjut sampai tahun 2014. Kala itu, proyek Ethereum digarap di perusahaan Swiss bernama EthSuisse (Ethereum Switzerland GmbH).

Di sini sistem blockchain Ethereum disempurnakan. Databasenya dikembangkan agar bisa mengumpulkan informasi ke dalam blok-blok yang tepat. Nantinya blok-blok tersebut ditautkan bak mata rantai sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan: penyimpanan info personal, pengelolaan keuangan, transaksi, pengembangan app desentral, dan lain-lain.

Artikel Terkait  Ethereum Adalah : 6 Fakta dan Kegunaan Ethereum Lebih Profit dari Bitcoin

2015 : Perilisan Mata Uang Ether

Proyek Ethereum akhirnya selesai dibuat dan diperkenalkan ke masyarakat umum. Yang diperkenalkan di sini tentu saja sistem blockchain dan mata uang Cryptonya Ether. Keunikan Ethereum dengan cepat tersebar ke berbagai penjuru dunia.

2016 : Masalah Skalabilitas

ETH menemukan masalah besarnya di tahun 2016. Saat itu ada cukup banyak masalah menghampiri koin Crypto baru ini. Mulai dari masalah skalabilitas, peretasan (hack) sebanyak 50 juta keping ETH, keraguan masyarakat terhadap ETH hingga puncaknya adalah perpecahan komunitas Ethereum menjadi 2 kubu yakni Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC).

2017-2019 : Kebangkitan Ethereum

Kabar gembiranya, keterpurukan Ethereum tidak bertahan lama. Setahun kemudian, koin Crypto ini kembali bangkit dengan nilai berkali-kali lipat melebihi harga Ethereum pertama kali.

Di tahun 2017, terjadi fluktuasi tajam yang berimbas pada peningkatan harga Ethereum pertama kali sebesar 13.000%! Pertumbuhan yang ‘mendadak’ ini sukses menarik minat banyak sekali investor dari berbagai negara.

Sejak saat itulah kapitalisasi Ethereum terus bertumbuh pesat. Apalagi koin ETH bisa dipakai dalam transaksi virtual. Jaringan Ethereum berkembang kian pesat, menarik minat banyak perusahaan dan individu menggunakannya. Sebut saja perusahaan Fortune 500 dan Metakovan yang bisa membeli NFT mahal berkat ETH.

2020-2021 : Ethereum Hari Ini

Kini, Ethereum berhasil menjadi uang Crypto dengan kapitalisasi terbesar nomor dua setelah Bitcoin. Kedua koin bersaing dengan cukup ketat. Di tahun 2020 pun, nilai ETH sukses melebihi BTC dengan kenaikan 500%.

Namun perkembangan Ethereum belum berakhir. Per Maret 2020, pihak pengembang Ethereum dikabarkan akan merilis Ethereum 2.0 yang jauh lebih canggih, murah dan efisien dalam transaksi internasional.

Belum lagi dengan kefleksibelan Ethereum sebagai “bahan baku” pengembangan banyak aplikasi. Jadi masuk akal jika banyak pengamat Crypto menilai Ethereum akan menggeser posisi BTC di masa depan. Dibandingkan BTC yang cuma bisa dipakai sebagai aset investasi, kita bisa memperoleh lebih banyak terobosan inovatif nan unik dari Ethereum.

Harga 1 ETH Hari Ini

Berapa harga Ethereum hari ini? Dibandingkan dengan harga Ethereum pertama kali, 1 koin ETH sekarang jelas sudah sangat jauh berbeda.

Perjalanan panjang sejarah dan kesuksesan Ethereum telah sukses menaikkan harga Ethereum pertama kali hingga berkali-kali lipat. Dilansir dari grafik harga Crypto, harga 1 ETH hari ini adalah 43.054.639 rupiah. Sementara volume perdagangan ETH (24 jam) adalah sebesar Rp257.607.015.378.550.

Sangat fantastis sekali bukan harga 1 ETH sekarang? Maka dari itu, wajar saja semakin banyak orang tertarik berinvestasi Ethereum saat ini selain Bitcoin.

Artikel Terkait  Smart Contract Adalah? | Rangkuman Kegunaan Ethereum

5 Perbedaan Utama Koin Ethereum dengan Bitcoin

harga-ethereum-1

Serupa tapi tak sama, itulah istilah yang tepat menggambarkan koin ETH dan BTC. Jangan sampai Anda salah menginvestasikan koin ETH dengan BTC! Yuk simak lebih lanjut perbedaan kedua koin Crypto tersebut:

1. Tujuan Pengembangan

Perbedaan Bitcoin dan Ethereum pertama terletak pada tujuan pengembangannya. Bitcoin diciptakan untuk menyimpan nilai aset atau kekayaan, alat transaksi (mata uang virtual baru) dan menjadi emas digital masa kini.

Dengan Bitcoin, masyarakat bisa bertransaksi lebih leluasa dan cepat tanpa perlu khawatir perbedaan kurs, waktu proses atau biaya administrasi tambahan.

Sedangkan Ethereum diciptakan untuk mengembangkan lebih banyak aplikasi pintar terdesentralisasi berbasis smart contract. Meski begitu, Ethereum juga bisa menyimpan nilai aset sama baiknya seperti BTC, bisa diinvestasikan dan dipakai transaksi jual-beli.

2. Media Perdagangan

BTC dan ETH bisa diperdagangkan di tempat atau dengan cara yang berbeda. 1 ETH bisa diperdagangkan dengan berbagai cara, misalnya transaksi smart contract, EVM (Ethereum Virtual Machine) dan exchange Crypto.

Di sisi lain, BTC hanya bisa diperdagangkan lewat Crypto exchange saja. Dengan kata lain ruang gerak BTC lebih sempit.

3. Waktu Proses Transaksi

Perbedaan mencolok lain dari Bitcoin dan Ethereum terlihat dari waktu proses transaksinya. Bitcoin memerlukan waktu proses validasi/konfirmasi selama 10 menit. Tapi Ethereum bisa bekerja berkali-kali lebih cepat yakni 12 detik saja. Alhasil Ethereum bisa menghasilkan lebih banyak transaksi dibanding BTC.

4. Jumlah Keping yang Beredar

Jumlah koin BTC yang dicetak dan beredar maksimal 21 juta. Sedangkan Ethereum diketahui tidak mempunyai batasan jumlah koin yang diproduksi dan beredar.

5. Protokol Keamanan dan Izin Transaksi

Perbedaan terakhir BTC dan ETH terletak di sistem protokol keamanan maupun izin transaksinya. Protokol keamanan BTC adalah PoW (Proof of Work), lalu protokol Ethereum adalah PoS (Proof of Stake).

Dari sisi izin transaksi, Bitcoin mewajibkan adanya izin pemilik koin untuk bisa melakukan transaksi transfer aset. Tapi dengan Ethereum, kita bisa melakukan transaksi dengan atau tanpa izin.

Nah, itulah pembahasan lengkap seputar sejarah, harga dan pencipta Ethereum! Sangat menarik bukan lika-liku perjalanan koin Ethereum dari dulu sampai sekarang?

Tentunya Ethereum dan koin-koin Crypto lainnya akan terus mengalami perkembangan di masa yang akan datang. Untuk itu, ikuti terus website dan sosial media kami agar tak ketinggalan info terbaru seputar dunia Crypto, ya! Sampai jumpa lagi!