Decentralized exchange adalah cara penggunaan lain dari teknologi blockchain. Teknologi ini menawarkan perdagangan aset kripto Peer to Peer (P2P). Keuntungan utama dari pertukaran terdesentralisasi adalah adanya fasilitas perdagangan di hampir semua koin yang ada bahkan yang baru rilis sekalipun.

Ada lebih dari 12.000 koin yang beredar saat ini. Banyak dari koin ini masih dalam masa pertumbuhan dan mereka tidak memiliki volume perdagangan yang tinggi. Centralized exchange seperti Binance biasanya mempunyai beberapa pertimbangan untuk memilih aset yang akan didaftar untuk diperdagangkan.

Pada artikel kali ini, Crypto Markey akan membahas tentang Decentralized Exchange Terbaik di Afrika yang beberapa di antaranya bisa Anda gunakan juga. Penasaran? Baca ulasan ini sampai akhir!

Pengertian Decentralized Exchange

decentralized-exchange.

Decentralized Exchange atau disingkat DEX adalah aplikasi terdesentralisasi otonom (DApps) yang memungkinkan pembeli atau penjual cryptocurrency untuk berdagang namun tidak harus menyerahkan kendali atas dana mereka kepada perantara mana pun.

Jenis infrastruktur dari DEX atau pertukaran terdesentralisasi jauh berbeda dari centralized exchange pada umumnya, di mana pengguna menyerahkan aset kripto mereka ke exchange tersebut, yang bertindak sebagai penjaga. Agar pengguna mau melakukan trading di platformnya, exchange ini  mengeluarkan IOU untuk penggunanya.

Awal kemunculan DEX dikarenakan kebutuhan trader untuk menghilangkan otoritas apapun dalam pengawasan dan persetujuan perdagangan yang dilakukan dalam bursa tertentu. Melalui bantuan smart contract, DEX mengoperasikan pesanan otomatis atau pembuat pasar otomatis serta  perdagangan crypto. Dalam hal ini DEX benar-benar menerapkan peer to peer dalam transaksinya.

Adapun beberapa jenis DEX diuraikan lebih lanjut sebagai berikut:

1. On-Chain Order Books

Dalam DEX yang menggunakan buku pesanan on-chain atau on-chain order books. Di sini, terdapat node jaringan yang akan menyimpan catatan semua pesanan. Pada pengoperasian ini juga membutuhkan operasi miner atau penambang untuk mengkonfirmasi setiap transaksi. Ada juga beberapa platform terkenal yang telah mengadopsi on-chain order book adalah exchange Bitshares dan StellarTerm.

2. Off-Chain Order Books

Berbeda dengan on-chain order books, catatan transaksi dalam off-chain order books berada di-host dalam entitas terpusat. Dalam mengelola order books ini mereka menggunakan “relay” untuk membantu pekerjaannya. Artinya, DEX off-chain order books dalam hal ini hanya terdesentralisasi semu, tidak seperti jenis DEX lainnya. Contoh DEX yang menggunakan off chain order books adalah EtherDelta, Binance DEX, dan lain sebagainya.

3. Automated Market Makers (AMM)

Auto Market Makers meledak dalam popularitas pada tahun 2020, mendorong banyak kemunculan Decentralized Finance (DeFi). Decentralized Finance ini digunakan oleh platform DEX populer seperti Uniswap, SushiSwap dan Kyber Network.

AMM tidak membutuhkan buku pesanan. Mereka menggunakan smart contract sebagai gantinya. Smart contract ini pun berfungsi untuk membentuk kumpulan likuiditas yang secara otomatis mengeksekusi perdagangan berdasarkan parameter tertentu.

Artikel Terkait  Diblokir Berbagai Negara, Binance Exchange Masih Populer di Afrika?

Beberapa Decentralized Exchange Terbaik di Afrika

1. PancakeSwap

PancakeSwap adalah decentralized exchange yang memungkinkan Anda untuk memperdagangkan mata uang kripto dan token tanpa perantara terpusat. Ia berfungsi menjaga token Anda. Selain itu, Pancakeswap juga memberikan opsi staking, farms, dan pool crypto Anda untuk menghasilkan bunga darinya.

Pancakeswap dibangun di atas automatic smart contract yang digunakan di Binance Smart Chain, platform blockchain yang dijalankan oleh pertukaran crypto Binance. Meskipun Binance mempunyai layanan centralized exchanges yang telah beroperasi, hal tersebut masih tidak mampu mengoperasikan atau mengontrol decentralized finance yang dibangun oleh pengembang anonim ini.

Pancakeswap dianggap memiliki kemiripan dengan layanan Ethereum DEX yang populer, Uniswap. Memang, sekilas keduanya terlihat mirip dan terasa mirip, namun ada beberapa perbedaan spesifik yang bisa dirasakan juga.

Token BEP-20 yang berjalan di Binance Smart Chain digunakan secara khusus oleh Pancakeswap. Meskipun dimungkinkan untuk membawa token dari platform lain melalui Binance Bridge dan mengemasnya dalam token BEP-20 untuk digunakan pada DEX.

2. DODO

DODO adalah protokol DeFi atau decentralized finance (DeFi) dan penyedia likuiditas on-chain dengan algoritma proactive market makers (PMM). Uniknya, DeFi ini awaalnya dibuat dengan tujuan untuk menawarkan likuiditas dan stabilitas harga yang lebih baik daripada automatomatic market makers (AMM)

Mekanisme penetapan harga PMM pada DODO meniru human trading atau perdagangan yang melibatkan manusia di dalamnya. Ia menggunakan prediksi untuk mengumpulkan harga pasar yang sangat akurat untuk aset.

Exchange ini kemudian menyediakan likuiditas yang cukup dekat dengan harga ini untuk menstabilkan portofolio Liquidity Provider (LP). DODO juga menyelipkan harga yang lebih rendah dan meniadakan kerugian permanen dengan mengizinkan perdagangan arbitrase sebagai hadiah.

DODO juga melayani proyek crypto baru dengan daftar ICO gratis melalui Initial DODO Offering (IDO) yang mengharuskan penerbit untuk hanya menyetor token mereka sendiri. Smart contract DODO beroperasi di jaringan Ethereum sebagai token ERC20.

3. Uniswap

Uniswap adalah DEX terkemuka yang berjalan di atas blockchain Ethereum. Sebagian besar trading crypto dari platform ini terjadi di centralized excghange besar seperti Coinbase dan Binance. Platform ini diatur oleh otoritas tunggal (perusahaan yang mengoperasikan bursa).

DEX ini mengharuskan pengguna agar menempatkan dana di bawah kendali mereka. Selain itu pengguna diharuskan untuk menggunakan sistem tradisiona dalam order books untuk memfasilitasi perdagangan. Trading atau perdagangan yang dilakukan berdasarkan order books menjadi pesanan jual dan beli yang disajikan dalam daftar bersama dengan jumlah total yang ditempatkan di setiap pesanan.

Banyak jumlah pesanan jual beli pun sangat terbuka untuk suatu aset dikenal sebagai market depth.  Untuk membuat perdagangan yang sukses menggunakan sistem ini, buy orders yang dilakukan harus dicocokkan dengan sell orders di sisi berlawanan dari buku pesanan untuk jumlah dan harga aset yang sama, dan sebaliknya.

Sebagai contoh, saat Anda ingin menjual satu bitcoin (BTC) dengan harga $33.000 di centralized exchange seperti Binance. Maka, Anda harus menunggu pembeli muncul di sisi lain order book yang ingin membeli harga yang sama atau lebih tinggi.

4. exchange

1inch adalah agregator yang memindai decentralized exchange (DEX) untuk menemukan harga cryptocurrency terendah bagi para trader. 1inch adalah agregator DEX pertama dalam dunia crypto.

Hal tersebut menandakan, 1inch telah mampu menjadi salah satu pertukaran terdesentralisasi untuk harga termurah. Agregator ini juga mampu mengalihkan perdagangan pelanggannya di antara mereka untuk mencoba dan memastikan bahwa mereka mendapatkan harga terbaik.

Pada Juni 2021, 1inch telah menawarkan pengguna akses ke lebih dari 50 sumber likuiditas di berbagai tempat seperti 20 di Binance Smart Chain, di Ethereum, dan 8 di Polygon. Daftar DEX yang digunakan termasuk Balancer dan Uniswap, serta protokol likuiditas 1inch sendiri, yang sebelumnya dikenal sebagai Mooniswap.

Menariknya, 1inch didirikan selama hackathon ETHNewYork oleh Sergej Kunz dan Anton Bukov pada tahun 2019. 1inch telah berhasil mengumpulkan dana sekitar $15 juta dari perusahaan besar seperti Binance Labs, Galaxy Digital dan Pantera Capital sejak kehadirannya dalam hackathon tersebut. Kini exchange 1inch pun telah berhasil memperdagangkan sekitar $250 juta per hari.

Artikel Terkait  Mengenal MetaMask Wallet, DeFi Wallets yang Terkenal di Afrika

5. Aave

Salah satu dari sejumlah decentralized finance yang saat ini banyak digunakan adalah Aave. Aave memungkinkan pengguna untuk memberi pinjaman, meminjam, dan mendapatkan bunga atas aset crypto tanpa perantara dengan sistem yang pinjaman terdesentralisasi.

Aave menggunakan sistem smart contract yang memungkinkan aset ini dikelola oleh jaringan komputer terdistribusi yang menjalankan perangkat lunaknya. Ia dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum.

Hal ini pun mendukung pengguna Aave untuk mengelola dananya sendiri tanpa perlu lembaga tertentu. Mereka hanya perlu percaya bahwa kode blockchain mereka akan dieksekusi seperti yang tertulis.

Pada intinya, decentralized exchange Aave memiliki tujuan untuk memungkinkan pembuatan kumpulan pinjaman yang memungkinkan pengguna untuk meminjamkan atau meminjam 17 cryptocurrency yang berbeda termasuk ETH, BAT dan MANA.

Itulah decentralized exchange terbaik yang banyak digunakan di Afrika. DEX dan DeFi saat ini sedang populer di antara trader crypto karena memungkinkan penggunanya untuk membeli aset crypto yang belum rilis di exchange-exchange besar seperti Binance. Tertarik untuk berinvestasi di DEX dan DeFi? Kunjungi Crypto Markey untuk dapatkan informasi terbaru seputar crypto.