Tren Cryptocurrency adoption kini semakin meningkat di berbagai belahan dunia. Cryptocurrency menjadi salah satu instrumen investasi yang sangat disukai masyarakat dunia karena kenaikannya yang sangat pesat hanya dengan hitungan jam. Sebagai contoh, Dogecoin (DOGE) pernah melesat hingga 100% dalam waktu semalam saja!

Meskipun mampu menanjak tajam, rupanya cryptocurrency bisa menurun dalam sekejap. Ya, cryptocurrency memang sebuah instrument investasi dengan volatilitas yang sangat tinggi. Meskipun amat beresiko, rupanya beberapa negara di dunia masih memiliki tren crypocurrency adoption yang sangat tinggi.

Asia menjadi pemimpin tren cryptocurrency adoption dan Vietnam menjadi negara dengan tingkat tren Cryptocurrency adoption tertinggi di dunia. Kali ini, kami akan membahas tren cryptocurrency di Asia dan juga khususnya di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk tahu, simak terus artikel berikut ini.

Tren Cryptocurrency Adoption di Asia dan Dunia

cryptocurrency adoption

Adopsi cryptocurrency di seluruh dunia telah mengalami peningkatan sebesar 880% selama setahun terakhir. menurut perusahaan analitik blockchain Chinalysis, lonjakan tertinggi adopsi cryptocurrency terjadi di beberapa negara Asia terutama di Vietnam, India, Pakistan, dan negara berkembang lainnya termasuk Indonesia.

Riset yang dilakukan Perusahaan Global Crypto Adoption Index 2021 dengan judul “Geography of Cryptocurrency,” membandingkan adopsi cryptocurrency negara berdasarkan tiga parameter utama: nilai ritel on-chain yang ditransfer, nilai cryptocurrency on-chain yang diterima, dan volume perdagangan pertukaran antara Juni 2020 dan Juni 2021 secara peer-to-peer (P2P).

Dengan mengambil rata-rata geometrik dari tiga metric tersebut, indeks memberi peringkat pada 154 negara kemudian menormalkan angka akhir itu pada skala 0 hingga 1 untuk memberi setiap negara skor yang menentukan peringkat keseluruhan. Semakin dekat skor akhir negara dengan 1, semakin tinggi peringkatnya.

Vietnam adalah negara yang paling banyak mengadopsi kripto yang mencapai skor indeks keseluruhannya 1. Kemudian disusul dengan India (0,37), Pakistan (0,36), dan Kenya (0,28).

Dibandingkan dengan tahun lalu, Ukraina yang semula berada di urutan pertama turun ke ranking 4. Tingginya angka Cryptocurrency Adoption di negara berkembang diakibatkan pada kegiatan ekonomi di dalamnya di mana negara-negara berkembang ini memiliki transaksi yang besar pada platform peer-to-peer apabila disesuaikan dengan pendapatan per kapita dan pengguna internet berbanding dengan populasi.

Oleh karena itu, tidak heran bahwa kawasan dengan banyak pasar berkembang menyumbang sebagian besar lalu lintas web ke situs web layanan P2P. Devaluasi mata uang yang signifikan di banyak pasar negara berkembang mendorong orang untuk membeli cryptocurrency di platform P2P untuk menghemat tabungan mereka.

Meskipun China berada di urutan keempat dan AS berada di urutan keenam dalam indeks tahun lalu, peringkat mereka masing-masing turun ke urutan ke-13 dan ke-8. Alasan terbesar kedua negara tersebut turun adalah karena peringkat mereka dalam volume perdagangan P2P yang ditimbang untuk populasi pengguna internet menurun secara dramatis. Saat ini China turun dari peringkat 53 dalam komponen ini ke peringkat 155, sementara AS turun dari peringkat 16 ke 109.

Artikel Terkait  Mengenal Huobi Global, Exchange Crypto Terbaik di Asia

Tren Cryptocurrency Indonesia

Perkembangan aset cryptocurrency di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pada Juli 2021 saja, jumlah orang yang melakukan transaksi perdagangan crypto Indonesia adalah sebesar 7,4 juta orang. Dibandingkan tahun 2020, peningkatan ini sudah hampir 2x lipat di mana pada tahun 2020 pengguna crypto Indonesia baru mencapai 4 juta.

Nilai transaksinya pun meningkat sangat jauh yaitu dari 65 triliun menjadi 478,5 triliun. Adapun aset crypto Indonesia yang sangat diminati adalah Cardano, Ethereum, dan Bitcoin. Beberapa exchanges crypto di Indonesia dengan pengguna tertinggi adalah Tokocrypto dengan volume transaksi sebesar 1,268 triliun dengan likuiditas 446. Kemudian, exchanges terbaik lainnya dipegang oleh Indodax, dengan volume transaksinya adalah sebesar 1,765 triliun dengan likuiditas 197.

Kemudian yang ketiga ada Zipmex dengan transaksi sebesar 452 triliun dengan likuiditas 262. Hingga saat ini, sudah ada banyak exchanges crypto Indonesia lainnya yang bisa digunakan seperti Pintu, Luno, dan Gopax. Exchanges Crypto Indonesia ini pun sudah diatur oleh Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti).

Tantangan Crypto Indonesia

Meskipun memiliki jumlah pengguna dengan transaksi yang cukup besar, nampaknya masa depan Crypto Indonesia tidak akan banyak berubah. Pasalnya, Bank Indonesia selaku bank sentral tidak berencana atau memberi izin kepada crypto untuk dipergunakan sebagai mata uang digital atau alat pembayaran. Hal ini dikarenakan, perlu banyak pertimbangan sebelum menjadikan cryptocurrency sebagai alat pembayaran agar tidak mempengaruhi perekonomian Indonesia dan masyarakat.

Selain itu, adanya gagasan digitalisasi rupiah oleh Bank Indonesia juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi aset mata uang digital atau cryptocurrency ini. Meskipun demikian, bukannya Crypto Indonesia lantas kehilangan harapannya.

Anda tetap dapat bertransaksi cryptocurrency di Indonesia dan menjadikannya sebagai salah satu cara Anda untuk menyimpan aset, alih-alih menjadikannya sebagai alat pembayaran. Anda tetap bisa bertransaksi dengan aman dan nyaman karena transaksi crypto Indonesia sudah dilindungi oleh Bappebti, serta beberapa otoritas lainnya.

Selain itu, mengingat cryptocurrency meningkat seiring dengan tumbuhnya kepercayaan banyak orang terhadap mata uang digital ini membuat crypto bisa memiliki masa depan yang cukup cerah. Hal ini terbukti, dengan banyaknya artis dan influencer di Indonesia yang udah mengadopsi tren mata uang digital atau cryptocurrency. Sebut saja Ernest Prakasa yang baru-baru ini memposting pengalamannya melakukan investasi cryptocurrency.

Adanya sentiment-sentimen positif terhadap cryptocurrency, membuat crypto Indonesia mungkin akan semakin meningkat lagi dalam beberapa tahun. Hal ini menyambung juga dengan prediksi Chainalysis berikut ini.

Artikel Terkait  Crypto Indonesia IDK disebut Koin Dewa! Cari Tahu Alasannya Yuk!

Bagaimana Tren Cryptocurrency Adoption ke Depannya?

Menurut data yang ditemukan Chainalysis melalui risetnya, ditemukan bahwa pertumbuhan volume transaksi untuk layanan terpusat dan diikuti dengan ledakan pertumbuhan DeFi mendorong penggunaan cryptocurrency di negara maju dan di negara-negara yang telah memiliki adopsi substansial akan semakin meningkat lagi. Sementara itu kehadiran platform P2P mendorong adopsi baru di pasar negara berkembang.

Pertanyaan terbesar para ahli crypto di Chainalysis untuk dua belas bulan ke depan adalah seberapa banyak adopsi yang akan berlanjut pada kategori platform tersebut dibandingkan dengan model baru dan model baru yang belum kami lihat. Namun, takeaway yang jelas adalah ini: adopsi Cryptocurrency telah meroket dalam dua belas bulan terakhir, dan variasi di negara-negara yang berkontribusi terhadap itu menunjukkan bahwa cryptocurrency adalah fenomena yang benar-benar global.

Itulah penjelasan tentang Cryptocurrency Adoption di berbagai dunia dan tren crypto Indonesia. Apakah Anda sudah yakin untuk berinvestasi cryptocurrency sekarang? Jika Anda ingin namun belum yakin untuk berinvestasi pada mata uang digital karena pengetahuan Anda yang masih minim, cobalah untuk membaca berbagai penjelasan yang ada di Crypto Markey.

Crypto Markey adalah situs yang menyediakan berbagai informasi maupun berita terbaru seputar dunia cryptocurrency. Anda bisa nyalakan notifikasi dari website Crypto Markey agar Anda tidak ketinggalan update berita dan informasi terbaru seputar Cryptocurrency.