Seringkali kita mendengar penggabungan antara dua bidang yang sedang eksis diperbincangkan masyarakat. Penggabungan tersebut biasanya karena mereka melihat peluang baru dari suatu hal yang sudah ada dan sedang ramai diperbincangkan. Contohnya seperti game dan cryptocurrency.

Seperti yang kita ketahui bersama, industri game beberapa tahun belakangan ini sedang menjadi sorotan baru, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Hal tersebut karena hadirnya game online yang mampu menarik rasa penasaran banyak anak-anak hingga orang dewasa.

Semenjak hadirnya game online, perlahan banyak juga bermunculan perlombaan game dari tingkat kecil sampai dengan tingkat internasional. Selain itu, bermunculan pula komunitas game tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa saat ini game tidak dipandang sebelah mata, karena munculnya peluang lain yang menuju ke arah positif.

Kemudian di sisi lain cryptocurrency mulai eksis di kalangan masyarakat. Seiring perkembangannya, banyak bermunculan perusahaan dan koin crypto baru yang jumlahnya terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Tidak hanya itu, cryptocurrency juga dikatakan dapat menjadi investasi masa depan, walaupun pergerakan harga yang dimiliki sangat fluktuatif. Meski begitu, peminat dari crpyotocurrency tidak bisa dikatakan sedikit dan kini crypto seolah menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat menengah ke atas.

FTX Merambah ke Industri Game

crypto-exchange..

Kabar penggabungan antara game dan cryptocurrency datang dari pertukaran crypto exchange FTX. Mereka memutuskan untuk mengeluarkan unit game baru mereka, yang disebut FTX Gaming. Tujuannya adalah membantu studio game mengintegrasikan teknologi blockchain dan NFT (Non-fungible Token) ke dalam game yang mereka miliki.

FTX Gaming juga akan menyediakan platform crypto-as-a-service, di mana para penerbit game dapat dibantu untuk meluncurkan token mereka sendiri dan juga menawarkan dukungan kepada NFT. Penggabungan keduanya juga memungkinkan perusahaan memberikan token digital dan NFT kepada para gamer dengan kepemilikan sendiri.

Supaya tujuan yang ingin dicapai dapat berjalan dengan sesuai, FTX Gaming mempekerjakan insinyur perangkat lunak yang memiliki pengalaman dengan bahasa pemrograman C dan mesin permainan Unity, yang merupakan platform pengembangan game populer yang dibuat oleh Unity Technologies.

Sebagai informasi, mesin permainan Unity pertama kali diumumkan pada Juni 2005 lalu di Konferensi Pengembang Seluruh Dunia Apple Inc. sebagai mesin permainan eksklusif Mac OS X. Kemudian dikembangkan dan diperluas secara bertahap agar dapat digunakan di berbagai platform, seperti desktop, seluler, konsol, dan realitas virtual.

Beberapa game yang menggunakan mesin permainan ini antara lain Pokemon Go, Monument Valley, Call of Duty: Mobile, Beat Saber, dan Cuphead. Unity juga dianggap mudah digunakan bagi pemula, ditambah dengan kegunaannya yang bisa membuat game 2 dimensi, 3 dimensi, simulasi interaktif, dan pengalaman lainnya. Sampai saat ini Unity sudah diadopsi oleh industri yang ada di luar video game, seperti film, arsitektur, otomotif, teknik, konstruksi, dan angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Berita penggabungan game dan cryptocurrency ini muncul satu bulan setelah presiden FTX.US Brett Harrison membuat sebuah tweet yang berisi game akan menjadi bagian dari rencana besar mereka di tahun 2022. Dalam tweet tersebut dikatakan bahwa crypto exchange FTX sangat bersemangat dalam menyambut inovasi antara game dan crypto, seperti mengintegrasikan NFT, perdagangan crypto, dan teknologi e-wallet yang langsung terintegrasi dengan game pada skala besar.

Sebelumnya pada November 2021, FTX memberitahukan kepada semuanya bahwa dana ekosistem GameFi dengan Solana Ventures dan Lightspeed Venture Partners mencapai senilai $100 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk diinvestasikan pada perusahaan rintisan yang berfokus pada pembangunan studio game blockchain. FTX bependapat, game membuat kasus penggunaan menjadi menarik, terbukti dengan masuknya investasi ke industri game. Bahkan raksasa teknologi telah banyak melakukan investasi pada ekosistem game play-to-earn (P2E) yang sedang berkembang saat ini.

Game P2E berbeda dengan game yang sudah ada sebelumnya. Game P2E merupakan permainan berbasis teknologi blockchain yang memiliki model bisnis memberikan insentif kepada pemain dengan keuntungan moneter, sehingga memungkinkan mereka menghasilkan uang dalam ekonomi terbuka.

Jika biasanya pemain hanya bermain untuk bersenang-senang, kini mereka bisa mendapatkan uang dari game tersebut. Insentif yang diberikan juga bervariasi, tergantung dengan gameplay dan tujuan dalam game.

Dari awal kemunculannya sampai dengan saat ini, game P2E sangat berkembang pesat, terbukti mampu menarik perhatian banyak orang. Sementara itu laporan DappRadar menyebutkan per Januari 2022 terdapat sebanyak 398 game blockchain aktif.

Artikel Terkait  Momen Crypto FUD Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Adopsi Blockchain Pada Game

Sementara para pengembang bersemangat mengembangkan industri game dengan NFT dan crypto sebagai sumber pendapatan baru, di sisi lain para gamer bersikap sebaliknya, kurang menerima terhadap dibawanya teknologi blockchain ke dalam game.

Selanjutnya, Harrison mengatakan perusahaan percaya bahwa teknologi blockchain dapat dibangun di atas permainan yang ada tanpa mempengaruhi para pemain yang tidak setuju akan hal tersebut.

Perusahaan juga percaya bahwa teknologi blockchain akan mengambil item yang ada di dalam game tersebut, seperti skin, avatar, dan hadiah yang memungkinkan pemain untuk memilikinya, berinvestasi, dan melakukan transaksi jual beli item tersebut di luar game.

Pemain bisa mendapatkan keuntungan dari adanya penjualan tersebut. Meskipun begitu, pemain yang kurang menerima teknologi blockchain pada game masih menjadi tujuan utama perusahaan, termasuk kenyamanan pemain.

Dalam beberapa bulan belakangan ini beberapa penerbit game diharuskan untuk mengajukan proyek NFT yang direncanakan. Sementara kritikus blockchain lainnya memiliki pendapat bahwa saat ini sudah banyak pasar mapan yang yang bisa menjadi tempat untuk memperdagangkan item dalam game. Hal tersebut membuat proposisi nilai koneksi cryptocurrency menjadi tidak jelas.

Crypto exchange FTX merupakan pertukaran mata uang kripto terpusat yang lebih fokus dalam produk turunan dan leverage. FTX mendukung cryptocurrency yang paling sering digunakan. Didirikan pada 2018 lalu, FTX memiliki beberapa produk yang ditawarkan, termasuk derivatif, opsi, produk volatilitas, dan token leverage.

Selain itu, mereka juga menyediakan pasar spot yang memperdagangkan lebih dari 100 pasang cryptocurrency, seperti BTC/USDT, ETH/USDT, XRP/USDT, dan token asli FTT/USDT. Crypto exchange FTX juga telah mendukung 9 mata uang fiat yang dapat disetor dan ditarik oleh investor melalui transfer kawat, seperti dolar AS, eurp, pound Inggris, dolar Hong Kong, dolar Australia, dolar Singapura, dolar Kanada, Francs, Swiss, dan real Brasil.

Untuk tahu informasi lain mengenai cryptocurrency bisa langsung mengikuti website kami di https://crypto.markey.id/ dan Anda akan mendapatkan informasi terbaru setiap harinya. Sampai jumpa!