Baik Anda yang masih pemula maupun sudah lama berkecimpung di dunia cryptocurrency, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Peer to Peer Crypto atau yang sering disingkat juga dengan P2P. Apa itu Peer to Peer? Mengapa ia menjadi hal yang sangat penting untuk dibahas?

Peer-to-peer merupakan pertukaran data dan aset antara peserta dalam suatu jaringan tanpa keterlibatan otoritas pusat. Peer-to-peer (P2P) melibatkan interaksi terdesentralisasi antara individu dan kelompok.

Lalu, mengapa P2P menjadi hal yang penting untuk dibahas? Kali ini Crypto Markey akan mengulasnya lebih dalam untuk Anda. Pastikan Anda menyimak artikel ini sampai akhir agar Anda tidak terlewat informasi sedikitpun.

Apa itu Peer to Peer Crypto?

peer-to-peer-crypto

Pasar peer-to-peer adalah salah satu bagian mendasar dari industri cryptocurrency. Bagi Anda trader ataupun investor pemula di Crypto, Anda harus memahami dasar dari Peer to Peer ini. Sebelum lebih jauh membahas tentang Peer-to-Peer Crypto, kita akan membahas terlebih dahulu apa itu Peer-to-Peer sebagai pengenalan dasar.

P2P adalah model komunikasi terdesentralisasi antara dua rekan yang juga dikenal sebagai node, di mana jaringan ini dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa memerlukan server pusat. Tidak seperti model seeder/leecher (atau client/server), yang mana seeder membuat permintaan dan leecher memenuhi permintaan, model jaringan P2P memungkinkan setiap pihak berfungsi sebagai seeder dan leecher. Hal ini menandakan bahwa jaringan, setelah ia terbentuk dapat digunakan oleh para peserta untuk berbagi dan menyimpan file tanpa bantuan perantara.

Jaringan ini terdistribusi dan berasal dari tahun 1980-an ketika pertama kali digunakan untuk tujuan bisnis. Namun, konsep P2P diperkenalkan ke masyarakat umum pada tahun 1999 ketika mahasiswa Shawn Fanning menciptakan layanan berbagi musik, Napster.

Layanan ini dengan cepat menjadi pusat untuk berbagi lagu berhak cipta secara tidak sah, tetapi dua tahun kemudian, Napster ditutup oleh anggota parlemen sebagai akibat dari gugatan dari industri musik Amerika. Hal ini pun mendorong munculnya generasi baru layanan P2P yang ingin mengisi kekosongan dan memajukan pengembangan jaringan terdesentralisasi.

Artikel Terkait  Mengenal Paxful Wallet : Marketplace Crypto P2P Terbaik Saat ini

Saat ini, model P2P dimanfaatkan di mesin pencari web, pasar online, platform streaming, blockchain P2P, dan protokol web IPFS (InterPlanetary File System). Namun, model P2P juga merupakan inti dari teknologi blockchain dan telah menemukan penggunaan baru dengan munculnya cryptocurrency.

P2P dibuat dengan tujuan memungkinkan transaksi anonim yang tidak memerlukan pemrosesan oleh lembaga keuangan. Transaksi P2P hanya membutuhkan penggunaan enkripsi dan penciptaan teknologi blockchain untuk memungkinkan dua pihak melakukan transaksi dengan aman tanpa memerlukan pihak ketiga yang terpercaya.

Blockchain dapat memberikan apa yang oleh para pendukung P2P dianggap sebagai keuntungan keamanan yang penting dengan transaksi yang dicatat di setiap jaringan rekan sehingga sangat sulit bahkan secara komputasi hal ini tidak praktis untuk menimpa atau memalsukan buku besar dalam pertukaran mata uang kripto.

Cara Kerja Peer to Peer Crypto

Model peer-to-peer dikelola oleh jaringan komputer terdistribusi. Hal ini menandakan komputer tidak memiliki server atau administrator pusat karena setiap node menyimpan salinan file karena bertindak sebagai server dan klien.

Oleh karena itu, setiap node dapat mengunggah file untuk node lain atau mengunduh file dari node tersebut. Node ini menggunakan hard drive mereka sendiri untuk menyimpan data mereka, bukan server pusat.

Karena setiap node memiliki kemampuan yang sama untuk menyimpan, mengirim dan menerima file, jaringan P2P cenderung lebih cepat dan lebih efisien. Tidak seperti arsitektur tradisional di mana ada satu titik kegagalan, jaringan P2P memiliki arsitektur terdistribusi yang membuatnya sangat tahan terhadap serangan siber.

Jenis-Jenis Peer-to-Peer yang Ada

Peer-to-Peer memiliki beberapa jenis berdasarkan perbedaan arsitekturalnya. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis P2P.

1. Unstructured P2P Network

Unstructured P2P Network atau jaringan P2P yang tidak terstruktur memiliki node yang terhubung dan terkomunikasi secara random. Karena node sering bergabung dan meninggalkan jaringan, sistem ini paling cocok untuk aktivitas churn tinggi.

Artikel Terkait  5 Exchange Crypto Terbaik yang Menggunakan Sistem P2P

Misalnya, platform sosial yang digunakan pada jaringan P2P yang tidak terstruktur dapat memanfaatkannya secara efisien, karena pengguna dapat memilih untuk sering bergabung atau meninggalkan jaringan. Jaringan seperti itu mudah dibangun; namun, mereka membutuhkan penggunaan CPU dan memori yang tinggi karena permintaan pencarian dikirim ke seluruh jaringan.

2. Structured P2P Network

Structured P2P Network atau jaringan P2P terstruktur adalah jaringan yang memungkinkan node melakukan pencarian data secara efisien meskipun data tidak tersedia secara luas. Dalam kebanyakan kasus, jaringan ini menerapkan tabel hash terdistribusi (DHT), yang memungkinkan node untuk mencari data menggunakan fungsi hash. Sementara itu jaringan terstruktur dapat merutekan lalu lintas secara efisien, mereka membutuhkan biaya penyiapan dan pemeliharaan yang lebih tinggi dan cenderung lebih terpusat.

3. Hybrid P2P Network

Hybrid P2P Network atau Jaringan P2P hybrid, adalah jaringan yang menggabungkan model peer-to-peer dan client/server pada satu platform. Jaringan menggunakan server indeks yang berisi data tentang lokasi sumber daya di pusat dan menggunakan server ini untuk pencarian.

Fungsionalitas sentralisasi yang disediakan oleh jaringan terstruktur dan kesetaraan node yang disediakan oleh jaringan tidak terstruktur bertanggung jawab untuk membuat trade-off pada jaringan hybrid. Jenis jaringan ini relatif berkinerja lebih baik daripada dua jenis Peer-to-Peer sebelumnya karena permintaan pencarian tertentu memang memerlukan fungsionalitas terpusat tetapi, pada saat yang sama, pengguna dapat mengambil manfaat dari jaringan terdesentralisasi.

Penggunaan Peer-to-Peer dalam Blockchain

Konsep blockchain dipopulerkan pada tahun 2008, sebagai bagian dari proposal untuk Bitcoin, mata uang virtual yang dikembangkan untuk mengatasi masalah kepercayaan kuno. Satoshi Nakamoto, sebagai pencipta Bitcoin mendefinisikan P2P sebagai “sistem uang elektronik peer-to-peer” yang dibangun dengan tujuan untuk menciptakan bentuk uang digital P2P tanpa bank.

Teknologi blockchain yang mendasari memanfaatkan kekuatan jaringan P2P dan menyediakan transaksi bersama dan terpercaya. Sebagai teknologi buku besar terdistribusi, blockchain mencatat transaksi sebagai blok digital stempel waktu yang tidak dapat diubah yang menunjukkan pengirim dan penerima.

Artikel Terkait  Binance Exchange Tidak Tersedia di Negara-Negara Ini, Cek Daftarnya!

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak ada otoritas terpusat yang mengelola jaringan blockchain. Hal inilah yang membuat mata uang digital (cryptocurrency) berbeda dengan instrument investasi lainnya.

Dalam crypto hanya ada para peserta yang dapat memvalidasi transaksi antara satu sama lain. Teknologi ini memungkinkan orang dan institusi untuk memercayai hasil tanpa memercayai peserta. Bentuk baru penyimpanan dan pengelolaan data terdistribusi ini bertindak sebagai buku besar digital yang secara publik mencatat semua transaksi dan aktivitas.

Belakangan ini perdagangan Peer to Peer Crypto menjadi populer karena digunakan diberbagai exchange crypto. Sebut saja exchange crypto yang menggunakan P2P adalah Binance.

Mengapa Blockchain harus Menggunakan Jaringan Peer to Peer?

Cryptocurrency adalah instrument investasi yang desentralisasi. Berbeda dengan instrument investasi lain seperti saham yang diatur oleh bursa efek atau mata uang fiat yang diatur oleh bank sentral. Cryptocurrency membutuhkan kepercayaan para pengguna mata uang digital ini untuk dapat bertahan.

Oleh karena itu, Cryptocurrency butuh media transaksi atau istilah kerennya ‘buku besar’ yang aman dan tahan dari serangan siber. P2P hadir sebagai jaringan yang dapat menjamin keamanan transaksi para penggunanya, oleh karena itulah ia digunakan sebagai tempat bertransaksi.

Karena penerimaan dan adopsi cryptocurrency telah berkembang, semakin banyak orang yang beralih dari pertukaran terpusat yang relatif mudah seperti Coinbase dan Binance dan menuju pertukaran P2P murni, juga dikenal sebagai decentralized exchanges (DEX).

Demikianlah penjelasan tentang Peer-to-Peer Crypto dasar yang harus Anda ketahui, khususnya untuk para trader pemula. Apa yang Anda pelajari ini masih bagian luar dari P2P, masih banyak lagi penjelasan lebih mendalam tentang Peer to Peer Crypto yang harus Anda ketahui.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang Crypto jangan lupa kunjungi Crypto Markey. Jangan lupa klik allow notification agar Anda tidak ketinggalan update artikel terbaru.