Negara Thailand gegerkan jagat crypto karena keluarkan larangan pembayaran barang dan jasa dengan menggunakan aset digital. Dilansir dari Channel News Asia, langkah ini diambil oleh Negara Thailand setelah berdiskusi dengan Securities and Exchange Commission (SEC) dan Bank of Thailand (BoT) mengenai pengaturan aktivitas oleh operator bisnis aset digital.

Aturan Baru Diterapkan Awal Bulan Depan

Aturan ini akan diterapkan secara efektif pada 1 April 2022. Bagi seluruh operator bisnis aset digital di Thailand yang menyediakan layanan pembayaran dengan menggunakan asset digital harus mematuhi aturan ini dalam waktu 30 hari sejak tanggal efektif. Komisi Sekuritas dan Bursa menyatakan bahwa pelarangan juga berlaku dalam bentuk promosi terhadap pembayar barang dan jasa menggunakan aset digital. Namun, aturan ini tidak akan memengaruhi perdagangan atau investasi dalam aset digital.

Artikel Terkait  Apa itu Altcoin? Apakah bisa Menciptakannya sendiri?

Alasan Pelarangan

Menurut Securities and Exchange Commission (SEC) dalam sebuah pernyataannya, alasan diberlakukannya aturan ini adalah karena penggunaan aset digital sebagai pembayaran bisa berdampak pada keseimbangan keuangan negara dan ekonomi secara keseluruhan.

Sementara itu, negara-negara di Asia Tenggara lainnya, seperti regulator di Indonesia sudah memperingatkan perusahaan keuangan untuk tidak menawarkan dan memfasilitasi penjualan asset digital seperti crypto, di tengah ledakan penggunaannya.

Bank of Thailand (BoT) selaku bank resmi di Negara gajah putih ini juga telah berulang kali menyatakan tidak mendukung adanya pembayaran jasa maupun barang dengan menggunakan aset digital seperti cryptocurrency. Sebab, ini akan berefek terhadap pengarahan tentang pedoman peraturan untuk bisnis aset digital bank.

Artikel Terkait  Dompet Digital Coinbase Alami Pemadaman, Perdagangan Pengguna Terhenti

Pembatasan aset digital ini sejalan dengan yang sudah diterapkan lebih dulu oleh Eropa, Inggris, Korea Selatan dan Malaysia. Menutut Gubernur Bank of Thailand Roong Mallikamas, batasan tersebut akan membantu melindungi kepercayaan deposan pada pemberi pinjaman dan sistem keuangan.

Beliau juga menambahkan bahwa bank sentral akan mencabut batas investasi 3% untuk bank dalam bisnis fintech. Aturan tersebut akan berlaku secara efektif pada pertengahan tahun ini setelah bank sentral memasukkan beberapa feedback dari berbagai pemangku kepentingan.

Regulator di Thailad menyebutkan bahwa pengembangan setiap unit harga selain baht Thailand akan meningkatkan biaya kegiatan ekonomi dan mengurangi efisiensi transmisi dari kebijakan moneter. Selain itu, Bank of Thailand (BoT) tidak bisa memberikan bantuan kepada berbagai lembaga keuangan dalam bentuk selain baht apabila suatu saat terjadi krisis likuiditas.

Artikel Terkait  Inilah Keuntungan Berlimpah Aset Crypto ZMT: Coin Baru dari Zipmex Exchange

Tindakan tegas terhadap ini diambil oleh negara Thailand ketika individu terutama para investor muda meningkatkan perdagangan crypto mereka untuk mencari pengembalian yang lebih baik di tengah perlambatan ekonomi negara itu.

Update terus wawasan Anda seputar dunia crypto bersama CRYPTO MARKEY. Cukup klik https://crypto.markey.id/ sekarang dan dapatkan ratusan info dan berita crypto terkini dari dalam maupun luar negeri. Sampai bertemu lagi!