Belum lama ini Presiden El Salvador, Nayib Bukele membagikan sebuah video pendek di twitter yang memperlihatkan perkembangan penambangan Bitcoin dengan memanfaatkan energi vulkanik di negaranya. Hal tersebut sontak mengundang banyak perhatian. Sebelum video tersebut diunggah, Presiden Nayib sudah memberi sinyal bahwa El Salvador akan mengambil langkah pertama untuk pemanfaatan energi panas bumi yang lebih terjangkau, lebih bersih, dan nihil emisi.

Sesuai informasi, saat ini terdapat sebanyak 20 gunung api aktif di negara tersebut. VolcanoDiscovery.com mengatakan bahwa itu semua menyumbang hampir 22 persen pasokan energi El Salvador. Presiden Nayib mengaku telah menginstruksikan perusahaan listrik panas bumi milik negara untuk memberikan izin kepada penambang Bitcoin untuk bisa memanfaatkan sumber daya vulkanik agar mereka mendapatkan lebih banyak Bitcoin.

Energi Bersih Perbaiki Citra Bitcoin

Dengan pemanfaatan energi tersebut, diperkirakan menjadi jawaban atas permasalahan sumber energi bersih yang selama ini dicari, terutama untuk penambangan Bitcoin. Penggunaan energi ini juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan menggunakan sumber bahan bakar fosil. Walaupun begitu, tampaknya investor masih sangat ragu dengan proyek terobosan baru ini.

Selama ini Bitcoin memiliki kedudukan negatif tersendiri di mata banyak orang, karena proses penambangan yang menghabiskan banyak energi. Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor pelarangan Bitcoin. Dengan hadirnya energi vulkanik ini seolah membantu memperbaiki citra Bitcoin di masyarakat, karena energi vulkanik ini dinilai lebih terjangkau, dan mengarah ke sumber energi bersih. Ini juga dapat mengurangi kekhawatiran akan jejak karbon yang dihasilkan dari penambangan Bitcoin.

Artikel Terkait  Kazakhstan Ambil Langkah Batasi Konsumsi Listrik bagi Penambang Crypto

Optimis Berjalan Bersama Bitcoin

Jika dilihat kembali dari awal peresmian Bitcoin menjadi mata uang legal, tampaknya El Salvador benar-benar yakin dengan keputusannya, dan sangat optimis mengembangkan Bitcoin di negara mereka. Kehadiran Bitcoin di El Salvador mendatangkan dampak positif, di antaranya seperti mendatangkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di sekitar tempat penambangan, menambah pendapatan negara, dan juga dapat menjadi peluang agar El Salvador menjadi negara dengan penghasilan Bitcoin terbanyak, didukung dengan adanya pelarangan China dan bertambahnya permintaan Bitcoin dengan sumber energi bersih.

Penambangan menggunakan energi vulkanik telah menghasilkan sekitar 0,00599179 Bitcoin, dengan kisaran harga 269 dolar Amerika Serikat. Perlu diketahui, sebelum El Salvador memanfaatkan energi vulkanik untuk menambang Bitcoin, Islandia dan Norwegia telah lebih dulu memanfaatkan energi yang sama untuk menambang cryptocurrency.

Artikel Terkait  Perdagangan Cryptocurrency di Indonesia Mendapat Lampu Hijau