Salah satu cryptocurrency, Cardano (ADA) kabarnya telah meluncurkan smart contract pada Minggu, 12 September 2021 lalu. Dengan diluncurkannya smart contract ini, ADA digadang-gadang menduduki peringkat pertama sebagai pembunuh Ethereum, salah satu cryptocurrency yang paling eksis dalam kurun beberapa waktu.

Smart Contract Cardano

Hadirnya smart contract dalam sistem blockchain ini karena mereka ingin membuat aplikasi yang terdesentralisasi. Usaha yang dilakukan Cardano untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman Plutus, yang dapat membuat pengguna aman dan mudah dalam penggunaan smart contract.

Selain itu, cryptocurrency ini juga melakukan peningkatan yang cukup signifikan pada sistem mereka, yaitu pembaruan Alonzo, dengan begitu semua pengguna dapat memanfaatkan smart contract pada sistem blockchain mereka sendiri, dan terwujud lah decentralized apps (dApps).

Artikel Terkait  Argentina Mulai Tetapkan Pajak Pada Pertukaran Aset Crypto, Apa Dampaknya Bagi Pasar?

Bagi yang belum tahu, smart contract sebetulnya kurang lebih sama dengan perjanjian cetak yang sering kita temui, hanya saja ini dalam bentuk digital. Dalam bahasa lain, smart contract merupakan perjanjian digital yang akan merekam seluruh transaksi penjual dan pembeli secara otomatis, sehingga akan lebih transparan dan aman karena rekaman transaksi langsung masuk ke dalam barisan kode, tidak bisa diubah lagi.

Tak hanya itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih terjangkau dan transaksi yang lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya. Perlu diketahui, sebelum Cardano mengadopsi smart contract ke dalam sistem blockchain mereka, Ethereum sudah mendahuluinya.

Dampak Adanya Smart Contract Cardano

Dikatakan bahwa pengadopsian smart contract pada ADA dapat membawa dampak positif dan negatif. Sebagai dampak positif yang ditimbulkan seperti, tingkat transparansi transaksi terjamin, data yang tersimpan dijamin aman, lebih hemat biaya karena tidak memerlukan pihak ketiga dalam proses transaksi, dokumen pengguna akan terjaga dengan baik karena adanya enkripsi sistem, dan kecepatan transaksi yang mumpuni karena proses pencatatan data tidak dilakukan secara manual.

Artikel Terkait  China Kembangkan Sayap Melalui Proyek Blockchain Mandiri

Beberapa keuntungan tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Cardano, seperti bisa mengangkat harga cryptocurrency ini di pasaran, serta mampu menarik para pengembang dApps serta pencipta NFT agar masuk ke sistem blockchain ADA.

Adapun dampak negatif yang ditimbulkan adalah masih belum adanya regulasi hukum yang jelas terhadap smart contract ini, kemudian kode smart contract juga masih dibuat oleh programmer, di mana tentu ada celah terjadinya human error, dan pentingnya programmer berpengalaman, untuk melakukan perawatan.

Artikel Terkait  Mengenal Brave Browser, Browsing Bisa Dapat Kripto?

Setelah peluncurannya, ADA dikatakan sebagai cryptocurrency unggulan yang mengancam eksistensi Ethereum. Selain karena smart contract yang ada, ternyata dalam hal kecepatan transaksi, ADA jauh lebih unggul dibanding Ethereum. ADA memiliki kecepatan 1 juta transaksi per detik, sedangkan Ethereum hanya 30 transaksi per detik.

Hal tersebut tentu mampu memalingkan komunitas aset kripto agar beralih ke ADA. Informasi yang beredar juga karena proyek ini dimulai oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson. Menarik sekali bukan?