Beredar kabar bahwa layanan pengiriman uang, Cash App https://cash.app/ telah terintegrasi dengan Lightning Network. Meski belum ada kabar resmi dari pihak Cash App, tetapi para pelanggan mendapatkan sebuah pesan yang berada di dalam aplikasi. Pesan tersebut menerangkan bahwa pelanggan bisa menggunakan Lightning Network untuk melakukan pembayaran dalam Bitcoin.

Mendapatkan pesan pemberitahuan tersebut, para pengguna ramai-ramai ke Twitter untuk menunjukkan kepada yang lainnya apa saja manfaat dari Lightning Network. Meski belum ada pengumuman resmi, Jack Dorsey sang pegembang Cash App mengakui dan menyukai tweet yang memposting tangkapan layar yang menampilkan transaksi mereka menggunakan Lightning Network di Cash App.

Saat ini fitur baru tersebut belum jelas apakah tersedia untuk seluruh pengguna, atau hanya untuk pengguna iOS saja. Karena pengguna Android belum menerima pemberitahuan tersebut.

Artikel Terkait  Walmart Berencana Keluarkan Cryptocurrency dan Koleksi NFT Sendiri

Rencana Lama Jack Dorsey

Sebelumnya pada Februari 2019 lalu Jack Dorsey telah menyarankan fitur tersebut saat wawancara bersama dengan CEO Lightning Labs Elizabeth Stark. Lebih lanjut Dorsey mengatakan bahwa Lightning kemungkinan akan terintegrasi dengan Cash App ketika perusahaan sudah menemukan cara bagaimana memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Lightning secara maksimal.

Sebelum kabar ini muncul, pada Desember lalu divisi pengembangan crypto perusahaan, Spiral telah merilis Lightning Development Kit. Tool tersebut akan memungkinkan pengembang lainnya untuk lebih mudah mengintegrasikan Lightning Network dengan dompet crypto atau aplikasi yang mereka miliki.

Lightning Network Atasi Masalah Stabilitas

Sedikit informasi, Lightning Network https://lightning.network/ diusulkan pada 2015 lalu oleh dua peneliti, Thaddeus Dryja dan Joseph Poon dalam dua makalah yang berjudul “The Bitcoin Lightning Network”.

Masalah stabilitas pada Bitcoin membuatnya sulit untuk mencapai media transkasi harian, karena Bitcoin perlu mencapai puluhan atau ratusan ribu transaksi per detik. Masalahnya adalah Bitcoin tidak bisa mencapai target tersebut karena terdapat madalah stabilitas. Semakin banyaknya transaksi akan memakan waktu yang lebih lama.

Artikel Terkait  Adopsi Meningkat, Kini AVX Hadir di Pertukaran Cryptocurrency Kraken

Tidak hanya itu, transaksi yang semakin bertambah juga akan memerlukan penjngkatan pemrosesan komputer yang diperlukan.

Maka dari itu munculah Lightning Network dengan lapisan kedua yang memungkinkan tetjadinya transaksi off-chain. Transaksi off-chain merupakan transaksi yang tidak terjadi di jaringan blockchain. Jenis transaksi ini merupakan transaksi dua pihak, di mana kedua belah pihak dapat melakukan atau menerima pembayaran satu sama lain.

Sementara itu Cash App muncul pada 2013 lalu dengan sebutan Square Cash yang mengacu pada Square Inc., sebuah perusahaan induk Cash App. Cash App sendiri merupakan layanan pengiriman uang yang berfokus pada aplikasi seluler. Memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima dana secara langsung dan cepat.

Artikel Terkait  UFO Gaming, Game Pertama Berbasis Blockchain Ethereum

Tidak hanya itu ternyata, aplikasi ini juga dapat menyediakan rekening bank dan kartu debit yang bisa digunakan di ATM manapun. Perihal investasi, Anda juga dapat melakumannya di aplikasi ini. Sejak 2018 lalu Cash App memperkenalkan pembelian dan penjualan Bitcoin, dan sampai saat ini mereka semakin terlibat dengan cryptocurrency. Namun terdapat kekurangan dari Cash App, yakni tidak diasuransikan oleh FDIC.

Jadi tidak ada perlindungan bagi uang Anda, suatu saat jika Anda tidak bisa mendapatkan uang Anda kembali, tidak akan ada jaminan atad kejadian tersebut.

Ikuti terus update berita dunia Crypto hanya dari website kami! Sampai bertemu lagi di pembahasan lainnya, ya. Sampai jumpa!