Kondisi crypto market Bitcoin dikabarkan sedang terancam crypto winter 2021. Apa itu winter crypto?

Tidak selamanya kondisi crypto market selalu bagus. Sejarah mencatat selama beberapa kali pasar kripto terpuruk dan masuk ke dalam fase ‘musim dingin’. Bahkan di tahun 2021 pun Bitcoin terancam memasuki crypto winter 2021.

Oleh karena itu investor dan trader crypto wajib memahami apa itu winter crypto dan strategi menyiasatinya. Anda beruntung karena artikel berikut ini akan mengupas tuntas seputar fenomena musim dingin pasar kripto hari ini. Yuk disimak bersama!

Apa Itu Crypto Winter 2021?

crypto-winter.

Winter adalah istilah bahasa Inggris yang berarti ‘musim dingin’. Ternyata tidak hanya terjadi di kehidupan nyata saja, musim dingin pun bisa berlangsung pada dunia cryptocurrency.

Musim dingin crypto dikenal dengan sebutan winter crypto. Sebuah aset kripto bisa mengalami musim dingin jika harganya turun sangat jauh (drastis) hingga melebihi angka normal bullish.

Istilah winter dipilih karena dirasa paling pas menggambarkan situasi. Musim dingin dipandang sebagai fase yang paling menyulitkan, merugikan sekaligus menyengsarakan bagi masyarakat. Demikian pula dengan anjloknya harga crypto secara drastis yang membuat investor merugi besar.

Selain itu, musim dingin bisa berlangsung cukup lama. Winter crypto pun dapat terjadi selama berbulan-bulan bahkan tahunan sampai harganya berangsur pulih dengan sendirinya.

Kejatuhan harga crypto pernah terjadi selama beberapa kali, termasuk tahun 2021 dan sukses membuat investor ketar-ketir. Ke depannya bukan tak mungkin musim dingin akan datang lagi (istilahnya: crypto winter is coming). Alhasil, kita harus selalu waspada.

Fenomena Winter Crypto

Musim dingin crypto pernah terjadi pada tahun 2018 silam. Saat itu harga Bitcoin anjlok hingga melebihi 70% harga normal terendah.

Anjloknya harga Bitcoin di tahun 2018 berlangsung sampai pertengahan tahun 2019. Selama masa musim dingin itu, harga Bitcoin bertahan di nominal rendah dan masih sering turun lagi.

Setelah akhirnya lepas dari musim dingin 2018, banyak ahli crypto kembali memprediksi crypto winter is coming di tahun 2021. Benarkah hal tersebut?

Perbedaan Winter Crypto vs Altcoin Season

Banyak investor menyamakan fenomena musim dingin crypto market dengan altcoin season. Padahal sejatinya kedua hal ini berbeda drastis. Anda juga jangan sampai membuat kekeliruan yang sama, ya!

Winter dan altcoin season sama-sama fenomena dunia crypto yang menggemparkan. Namun keduanya terjadi dengan cara yang berbeda.

Saat dunia crypto dilanda musim dingin, seluruh harga aset menurun drastis hingga jauh di bawah harga bullish normal pasaran. Pasar kripto akan hancur lebur selama musim dingin dan parahnya, tidak ada yang tahu kapan momen tersebut berakhir.

Sementara altcoin season kebalikannya. Ketika musim altcoin, mayoritas nilai aset kripto akan melonjak kecuali untuk Bitcoin. Jadi sekitar 75 persen dari 50 altcoin unggulan akan mengalami peningkatan kapitalisasi dan melewati Bitcoin selama 90 hari (3 bulan).

Altcoin sering dikira musim dingin karena saat itu hanya Bitcoin saja yang tak mengalami kenaikan harga. Padahal indikator sah Bitcoin winter season adalah harganya yang menurun hingga mencapai USD $20.000.

Artikel Terkait  10 Top Cryptocurrency di Tahun 2021

Prediksi Crypto Winter 2021

Pada awalnya, para pengamat kripto meyakini crypto winter is coming pada awal sampai pertengahan tahun 2021.

Dugaan ini diperkuat dengan kejadian penurunan 5 koin kripto populer di crypto market secara serentak selama seminggu: Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Cardano dan Tether.

Penurunan harga serempak ini membuat banyak investor cemas, terlebih persentase penurunan harganya tergolong lumayan:

  • Bitcoin: turun 7,5%.
  • Ethereum: turun 14,5%.
  • Binance coin: turun 14,6%.
  • Cardano: turun 6,4%.
  • Tether: nilai aset stagnan (tetap).

Akan tetapi pada akhirnya prediksi crypto winter 2021 tersebut terbantahkan karena nilai Bitcoin tidak sampai turun hingga USD $20.000 di crypto market. Komunitas crypto Bitcoin telah membuat kesepakatan bahwa winter dinyatakan sah apabila harga BTC mencapai USD $20.000 atau di bawahnya.

Sedangkan harga BTC saat itu (30 Juni) menurut Coinmarketcap adalah USD $35.000. Sehingga kesimpulannya, winter crypto market tidak terjadi menimpa situasi pasar kripto hari ini.

Namun jangan bersenang hati dulu. Sebab prediksi pasar kripto hari ini kembali menyebutkan crypto winter is coming. Kekhawatiran baru ini muncul lantaran kesuksesan Bitcoin menembus ATH (all time high)-nya pada Oktober 2021.

Saat itu nilai Bitcoin sukses mencapai USD $66.000 (setara IDR 931 juta rupiah). Nilai ini tercatat sebagai rekor baru karena harga tertinggi BTC sebelumnya adalah USD $63.000 (sekitar IDR 924 juta rupiah). Kenaikan harga drastis ini dikhawatirkan akan berujung pada penurunan drastis seperti yang sudah pernah terjadi.

Bukan tanpa alasan, banyak pengamat profesional Bitcoin telah mempelajari pola lompatan harga Bitcoin di pasar kripto hari ini. Mereka meyakini bahwa nilai Bitcoin melonjak lalu menurun dalam pola tertentu.

Kinerja Bitcoin berlangsung dalam siklus 4 tahun. Perhitungan ini masuk akal karena nilai-nilai Bitcoin mencapai ATH persis setiap 4 tahun sekali: 2013, 2017, dan 2021.

Namun pertumbuhan harga tersebut juga diikuti dengan 4 fase berlainan yang terjadi setiap tahun. Fase-fase tersebut antara lain fase harga eksponen, fase harga terkoreksi, fase harga pemulihan serta fase harga berkelanjutan.

Akhirnya, para profesional Bitcoin membuat prediksi baru. Melihat dari kondisi ATH Bitcoin saat ini, mereka optimis BTC kelak akan sukses menembus USD $300.000 per token (setara IDR 4 miliar rupiah). Akan tetapi pasca kenaikan hampir 10x lipat tersebut, nilai Bitcoin bisa jatuh hingga ke fase musim dingin terutama jika nilainya kali ini terbukti sama dengan pergerakan 2 fase bull lain.

Artikel Terkait  Bitcoin Terdepresiasi! Shiba Inu Coin Sekarang Menjadi Incaran Para Investor?

Periode Musim Dingin Crypto Market

Mungkin Anda bertanya-tanya berapa lama musim dingin crypto ini terjadi? Jawaban sesungguhnya bisa beragam dan menjadi perdebatan.

Ada yang menyakini musim dingin crypto bisa terjadi selama 2 sampai 3 tahun. Tapi ada juga kubu yang kontra. Tidak sedikit pula ahli crypto meragukan keakuratan pola lonjakan dan penurunan Bitcoin selama 4 tahun itu.

Seperti pada kejadian winter terakhir di tahun 2018. Musim dingin kripto berlangsung selama satu setengah tahun sampai April 2019.

Strategi Menghadapi Winter Crypto

Apa yang harus kita lakukan ketika musim dingin tiba-tiba melanda market crypto Indonesia? Jawabannya sederhana: biarkan dan tunggu saja.

Sama seperti penurunan harga crypto biasa, situasi musim dingin juga tidak akan bertahan selamanya. Memang winter terjadi cukup lama berbulan-bulan, tapi pada akhirnya nilai kripto Anda akan kembali pulih sendiri.

Banyak investor sengaja membiarkan aset mereka tersimpan di rekening selama musim dingin, seperti layaknya tengah melakukan ‘hibernasi’. Jangan lakukan transaksi apapun ketika winter melanda, termasuk membeli aset walaupun harganya sedang sangat murah.

Kenapa? Tidak ada jaminan nilai aset kripto yang dibeli saat winter tidak akan hancur juga di kemudian hari. Apalagi selama winter, tidak ada siapapun yang berusaha menjaga harga aset mereka. Akibatnya nilai kripto Anda bisa hancur lebur sampai nol berbeda dengan uang fiat yang nilainya tidak mungkin nol walau sehancur apapun.

Tapi jika Anda sudah terlanjur membeli aset kripto sebelum winter terjadi, Anda bisa menahan aset (hold) atau mengaktifkan fitur cut loss dan short selling untuk menekan kerugian.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini seputar musim dingin crypto. Kondisi ini bisa mengintai market crypto Indonesia kapan saja. Jadi kami sarankan untuk Anda selalu update dengan berita terbaru market crypto Indonesia, ya!

Yuk follow terus update berita market crypto Indonesia terbaru di CRYPTO MARKEY. Klik http://crypto.markey.id/ untuk langsung mendapatkan beragam artikel berita crypto market Indonesia terbaru, GRATIS. Sampai bertemu lagi!