Pengelola jaringan toserba asal Amerika Serikat tampaknya semakin ikut larut dalam tren yang berkembang saat ini. Tersebar kabar bahwa Walmart ingin membuat cryptocurrency mereka sendiri dan juga mengeluarkan koleksi Non-Fungible Token (NFT).

Produk Virtual Walmart

Berdasarkan laporan CNBC, bulan lalu Walmart telah mengajukan beberapa merek dagang mereka untuk memproduksi dan menjual barang-barang virtual seperti elektronik, produk perawatan kulit, dan lainnya.

Tidak hanya itu, perusahaan juga mengajukan pengarsipan terpisah yang merujuk kepada penawaran mata uang virtual dan juga NFT. Keseluruhan terdapat tujuh aplikasi berbeda untuk setiap merek dagang mereka.

Melalui CNBC, pendiri Gerben Law Firm Josh Gerben mengatakan terdapat banyak sekali perencanaan yang terjadi di belakang layar. Perencanaan tersebut tidak jauh-jauh dari cryptocurrency, seperti bagaimana mereka akan menangani cryptocurrency, bagaimana mereka akan menangani metaverse dan dunia virtual lainnya yang akan segera datang atau yang sudah ada saat ini. Walmart sudah bersiap untuk menghadapi perkembangan yang akan datang.

Artikel Terkait  Mengenal Brave Browser, Browsing Bisa Dapat Kripto?

Sejak Facebook mengubah nama perusahaannya menjadi Meta beberapa waktu lalu, Gerben melihat bahwa banyak bisnis yang juga memiliki niat untuk menjelajah ke dunia Meta. Perlahan bisnis mulai beranjak dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Maka wajar saja rencana Walmart untuk menyelam lebih dalam ke dunia cryptocurrency dan NFT.

Tidak hanya Walmart, salah satu merek terkenal Nike juga telah mengajukan aplikasi merek dagang mereka untuk menjual barang-barang bermerek virtual. Kemudian tidak lama setelahnya Nike mengumumkan kemitraannya dengan Roblox untuk menciptakan dunia online yang diberi nama Nikeland https://www.roblox.com/nikeland . Bulan lalu Nike baru saja membeli perusahaan sepatu kets virtual RTFKT.

Perusahaan Besar Mencoba NFT

Perusahaan lainnya juga sudah menjual produknya dan habis di pasaran NFT setelah mereka debut bulan lalu. Perusahaan tersebut adalah Under Armour dan Adidas. Setelah koleksi NFT mereka habis terjual, mereka mulai menetapkan harga tinggi di pasar NFT, Open Sea.

Artikel Terkait  Negara Kazakhstan Tutup Perusahaan Crypto Mining, kok bisa?

Sebelumnya pada Oktober lalu Walmart telah menyediakan ATM Bitcoin di beberapa tokonya. Sebelum memutuskan menyediakan ATM Bitcoin, raksasa ritel ini sempat menjadi objek berita palsu. Pada saat itu beredar kabar palsu bahwa Walmart menerima Litecoin sebagai salah satu metode pembayaran. Tidak berselang lama imbas dari berita tersebut muncul, harga dari Litecoin langsung melonjak naik sebelum Walmart menepis berita tersebut.

Artikel Terkait  Aplikasi Metaverse “ZEPETO” Mengadopsi LINE Blockchain

Hasil survei terbaru dari Morning Consult menunjukkan klien Walmart cenderung berpegang pada Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata orang Amerika.

Walmart https://www.walmart.com/ merupakan sebuah perusahaan ritel multinasional yang berkantor pusat di Bentonville, Arkansas. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan hypermarket, toko grosir, dan department store Amerika.

Berdiri pada 1962 lalu, pada Oktober 2021 Walmart telah memiliki 10.566 toko dan klub yang tersebar di 24 negara dan beroperasi dengan 48 nama yang berbeda. Walmart masuk ke dalam perusahaan terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, dengan besaran  US$548,743 miliar, berdasarkan daftar Fortune Global 500 pada tahun 2020.

Untuk tahu informasi lain mengenai cryptocurrency  langsung saja kunjungi website kami di https://crypto.markey.id/ dan Anda akan mendapatkan informasi terbaru setiap harinya. Terima kasih!