Di tengah kisruhnya kebijakan China yang melarang seluruh aktifitas cryptocurrency, Indonesia mempersilahkan perdagangan cryptocurrency di negaranya. Pernyataan ini datang langsung dari Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi yang memberikan keyakinan kepada publik bahwa Indonesia tidak menutup pintu rapat-rapat terhadap cryptocurrency.

Cryptocurrency Bukan Pengganti Uang

Walaupun sudah diijinkan, terdapat satu hal yang perlu digaris bawahi, yakni pemerintah mengizinkan perdagangan cryptocurrency, tetapi tidak diizinkan digunakan sebagai alat pembayaran. Secara singkat, Indonesia tidak memperbolehkan warganya menggunakan cryptocurrency sebagai pengganti uang.

Central bank juga berpendapat bahwa cryptocurrency merupakan aset yang dapat diperdagangkan, tetapi tidak layak dijadikan sebagai alat pembayaran. Bahkan dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, Central bank tidak berencana untuk mengizinkan cryptocurrency sebagai alat pembayaran, karena terdapat banyak pertimbangan agar cryptocurrency tidak memberikan dampak buruk bagi perekonomian masyarakat dan juga negara.

Artikel Terkait  Altcoin Terbaik : Hal yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Investasi Altcoin

Pada diskusi daring yang diadakan oleh Asian Law Students’ Association Local Chapter (Alsa Lc) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rosalia Suci Handayani, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Hukum BI menjelaskan bahwa terdapat beberapa kemungkinan risiko dari adanya cryptocurrency atau crypto asset seperti risiko pada sistem pembayaran, jika crypto ditetapkan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Risiko capital outflow yang nantinya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia. Risiko stabilitas sistem keuangan, yakni transaksi crypto asset semakin membesar dan kompleks serta melibatkan perbankan. Risiko pelanggaran prinsip Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PTT). Terakhir, risiko pelanggaran perlindungan konsumen dan perlindungan data pribadi.

Sementara itu volume perdagangan Indonesia pada 2020 lalu mencapai $4,5 miliar dan nilai transaksi naik sebanyak 40% pada 2021 di lima bulan pertama. Perlu diketahui, pada 2018 lalu telah disahkan Peraturan Menteri Perdagangan No.99 Tahun 2018 mengenai perdagangan aset kripto. Pemerintah menganggap kripto merupakan aset yang mudah berubah tergantung dengan situasi.

Artikel Terkait  Setelah Melarang Penambangan Bitcoin, China Memburu Para Penambang

Aset kripto biasanya diperjual belikan di pasar spot yang ditransfer langsung antara penjual dan pembeli. Pedagang aset kripto juga tak selalu untung. Jika harga sedang melambung tinggi, tentu mereka akan untung tetapi sebaliknya jika harga aset kripto sedang anjlok pedagang tidak akan mendapatkan keuntungan.

Pengguna Cryptocurrency di Indonesia

cryptocurrency-1

Terdapat sebanyak 299 jenis cryptocurrency yang diakui di Indonesia, beberapa di antaranya seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, Binance Coin, Bitcoin Cash, Cardano, dan lainnya. Menteri Perdagangan mengatakan bahwa sekitar 80-90% pengguna kripto sebagian besar adalah generasi muda, usia 20-30 tahun.

Artikel Terkait  Bitcoin Terdepresiasi! Shiba Inu Coin Sekarang Menjadi Incaran Para Investor?

Dikutip dari databoks.katadata.co.id, sebuah survei yang dilakukan pada kuartal II-2019 oleh GlobalWebIndex menyebut bahwa dari sekian banyaknya pengguna internet di Indonesia, sekitar 10% dari mereka memiliki cryptocurrency.

Dengan begitu, Indonesia berada di peringkat lima dunia. Sementara, negara lainnya seperti Filipina menduduki peringkat terbanyak, sebesar 16%, kemudian Nigeria, 12%, Thailand, 11%, dan Argentina 10%. Persentase kepemilikan negara-negara ini berbanding jauh dari rata-rata dunia, yang hanya mencapai 7%.

Sementara itu kini central bank tengah sibuk mengembangkan mata uang digital Central Bank Digital Currency (CBDC) mereka sendiri yang dinamakan digital rupiah. Nantinya jika sudah diterapkan penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan digitalisasi negara.