Saat ini Indonesia telah menjadi salah satu negara terbesar dalam pengadopsian cryptocurrency. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak bangsa yang membuat koin, token, maupun NFT. Salah satu cryptocurrency yang banyak diperbincangkan oleh penggemar crypto di Indonesia adalah Degree Crypto Token.

Pada artikel ini, kami akan membahas tentang Degree Crypto Token (DCT) yang merupakan salah satu cryptocurrency dalam bentuk token yang dibuat oleh anak bangsa. Anda bisa melihat tentang token, serta apa perbedaannya dengan koin di sini:

Apa itu Degree Crypto Token?

degree-crypto-token..

Degree Crypto Token mengklaim diirnya sebagai solusi untuk Proof of Stake (POS) di masa depan. Para developer token ini membangun DCT agar dapat bertumbuh dengan cepat di seluruh dunia. Degree Crypto Token dibangun agar dapat membentuk komunitas yamg solid. Hingga saat ini, anggota komunitas DCT sudah mencapai 3000 member dengan mining dalam komunitas mencapai 300ribu.

Sementara reward staking yang akan diberikana dalah sebanyak 6juta DCT. Dengan total supply maksimal yang disediakan untuk token ini adalah 7 juta DCT. Namun, sejauh ini token yang sudah tersirkulasi adalah sebanyak 300.000 DCT.

DCT didistribusikan dengan cara yang berbeda dari proyek token lainnya, Kami tidak melakukan penjualan ICO, tetapi menambang dengan konsep POS dalam nama komunitas yang dipakai token ini adalah sistem komunitas digital.

Degree Crypto Token dibuat dengan memakai teknologi TRC20 yang fleksibel dan berkualitas baik sehingga dapat mendukung kebutuhan jaringan teknologi guna mengembangkan DCT itu sendiri. DCT mengedepankan staking (Proof of Stake) bagi para investor.

DCT bermaksud untuki mematahkan anggapan bahwa staking adalah alternatif yang kurang intensif sumber daya daripada menambang. Ini termasuk menyimpan dana di dompet cryptocurrency untuk mendukung keamanan dan pengoperasian jaringan blockchain. Sederhananya, staking adalah tindakan mengunci cryptocurrency untuk menerima hadiah.

Apa itu TRC20?

DCT sendiri dibangun di atas teknologi TRC20. Lalu apa itu TRC20? Sebelum lebih jauh membahas tentang TRC20, kita akan membahas terlebih dahulu tentang jaringan TRON yang mendasari TRC20.

TRC atau TRON adalah jaringan blockchain stabil yang telah diperkenalkan untuk memfasilitasi web yang sepenuhnya terdesentralisasi. Tak perlu dikatakan, blockchain mendukung aplikasi terdesentralisasi dan pembuatan token. Jaringan TRON ini diperkenalkan pada 2017 sebagai ICO di platform Ethereum. ICO secara tak terduga mengumpulkan lebih dari $70 juta, menjadikannya salah satu pengenalan blockchain paling menguntungkan yang pernah ada.

Tujuan TRON adalah untuk mengembalikan kepemilikan data kepada pengguna, bertentangan dengan situasi saat ini di mana data dipegang oleh perusahaan seperti Google, Facebook, dan Amazon. TRON juga bertujuan untuk membantu startup membuat aplikasi terdesentralisasi mereka sendiri tanpa kesulitan.

Salah satu keuntungan terbesar yang dibawa TRON adalah kecepatan transaksinya yang relatif besar. Sementara jaringan Bitcoin dapat menangani enam transaksi per detik dan Ethereum dapat menangani 25 transaksi per detik, jaringan TRON dapat menangani 2000 transaksi per detik. TRON menyajikan alternatif praktis untuk transaksi global yang tidak hanya tampak hebat di atas kertas tetapi juga berfungsi dalam kehidupan nyata.

Pada jaringan TRON terdapat TRC10 dan TRC20. Token TRC10 adalah cryptocurrency yang dibuat dan dikeluarkan oleh jaringan itu sendiri. Ini didukung secara negatif oleh blockchain dan tidak mengamanatkan kehadiran mesin virtual TRON. Dimungkinkan bagi setiap pengguna untuk mengeluarkan token TRC-10 mereka sendiri dengan menghabiskan 1024TRX.

Dengan spesifik seperti nama token, kapitalisasi pasar, jumlah total token, nilai tukar relatif terhadap TRX, dan durasi sirkulasi. Karena token ini didukung oleh hampir semua dompet kripto, menjadi mudah bagi pembuat token untuk menjual token mereka menggunakan penawaran koin awal. Mereka relatif mudah dibuat dan selalu ada permintaan tinggi untuk token TRC-10 sejak diperkenalkan.

Sementara untuk TRC20 yang mendasari Degree Coin Crypto adalah protokol yang lebih mengandalkan teknikal di dalam blockchain TRON untuk smart contract. Protokol ini dapat digunakan untuk membuat token di blockchain TRON. Apa yang membuat token ini menarik adalah bahwa mereka kompatibel dengan standar ERC-20 dan mereka menggunakan mesin virtual TRON.

Seperti yang mungkin sudah Anda duga, TRC-20 adalah peningkatan dari protokol TRC-10 sehingga TRC20 lebih aman dan keamanan dijamin oleh smart contract. Sedikit penjelasan tentang smart contract, smart contract pada dasarnya, adalah kontrak digital yang menghilangkan kebutuhan akan perantara dalam ekosistem blockchain. Mereka dirancang untuk menjadi kaku dan kondisional dan otomatis dieksekusi pada pemenuhan kondisi tertentu.

Smart contract dapat dianggap sebagai pusat teknologi blockchain karena merupakan salah satu yang berkontribusi pada desentralisasi dengan menghilangkan kebutuhan akan perantara dan biaya yang terkait dengannya. Ekosistem smart contract TRON menghadirkan alternatif yang layak untuk ERC-20 yang dianggap sebagai standar de facto untuk smart contract untuk waktu yang lama.

Sekarang Anda sudah tahu tentang TRON yang menjadi dasar dari Degree Crypto Token. Selanjutnya, kita akan membahas tentang kekurangan dan kelebihan dari DCT sebagai bahan pertimbangan Anda untuk memiliki token ini atau tidak.

Artikel Terkait  Apa itu DEX “Arth Swap” dari Astar (ASTR)?

Kelebihan Degree Crypto Token

  1. Token Degreecryori adalah token Minted yang mengacu pada token mata uang yang sah. DCT seperti bank sentral yang mencetak koin. Bisa dibilang, ia adalah mata uang yang sah dalam hal cryptocurrency.
  2. Transaksi aman. DCT menggunakan TRC-20 yang sudah menggunakan smart contract sehingga dalam hal keamanan, DCT tidak perlu diragukan lagi.
  3. Transparan, dalam menggunakan blockchain semua pengguna dapat memeriksa transaksi di block explorer.
  4. Memiliki komunitas yang solid untuk mendukung proses pengembangan platform yang baik
  5. Sudah listing di berbagai exchange besar seperti Huobi, Gate.io, maupun Coinbase. Anda bisa lihat selengkapnya di https://degreecrypto.com/.
  6. Karya anak bangsa. Anda pun bisa berinvestasi pada token crypto ini dan memperoleh keuntungan melalui Proof of Stake yang disediakannya. Anda pun bisa mendapat penghargaan yang maksimal selagi mendukung karya anak bangsa.

Kekurangan Degree Crypto Token

  1. Cryptocurrency yang baru diluncurkan. DCT adalah token baru diluncurkan sehingga belum banyak orang yang mengetahui tentang koin ini sehingga banyak orang yang masih ragu-ragu untuk berinvestasi di dalam crypto ini.
  2. Harganya bisa jadi terlalu mahal untuk sebuah crypto baru yakni sekitar 7,5 juta rupiah per 3 Januari 2022.
  3. Ada ketidaksinkronan klaim antara whitepaper dan website. Pada website disebutkan bahwa DCT menggunakan ERC20 atau jaringan ethereum. Namun, berdasarkan informasi coinmarketcap, DCT menggunakan jaringan TRON.

Itulah penjelasan tentang Degree Crypto Token. Jika Anda tertarik untuk tahu informasi terbaru seputar crypto, kunjungi kami di Crypto Markey: https://crypto.markey.id/ dan dapatkan informasi ter-update seputar crypto.