Cryptocurrency telah lama menjadi primadona baru di sebagian masyarakat. Seiring perkembangannya, muncul pula beberapa pertukaran cryptocurrency online untuk mendukung jalannya cryptocurrency. Salah satu yang paling populer adalah Coinbase.

Di Coinbase Anda bisa membeli beberapa koin populer, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin. Perlu diketahui bahwa tidak semua koin tersedia di Coinbase, total ada 90 jenis mata uang kripto yang berbeda di setiap platform pertukaran cryptocurrency.

Seiring berjalannya waktu, Coinbase telah menjelma sebagai tempat paling favorit bagi investor kripto untuk membeli dan menjual koin mereka.

Sayangnya kabar terbaru menjelaskan bahwa pada Rabu, (26/10) kemarin secara mengejutkan Coinbase mengalami pemadaman sesaat sebelum koin Shiba Inu mencapai nilai tertingginya. Pemadaman kali ini terjadi setelah lama tidak mengalami pemadaman, terakhir pada 2017.

Dampak Pemadaman Coinbase

Imbasnya banyak pengguna yang tidak bisa melakukan perdagangan crypto dan juga tidak bisa mengakses dompet digital mereka. Pemadaman diketahui dari munculnya tulisan “Kami mengalami masalah koneksi” pada situs Coinbase, dan layanan tingkat profesional Coinbase Pro Online juga tidak bisa diakses.

Tidak hanya itu, didukung pula dengan pernyataan Coinbase langsung di laman statusnya yang mengatakan mereka sedang mengalami masalah konektivitas dan sedang dalam proses penyelidikan. Pesan tersebut secara tidak langsung juga meyakinkan pengguna bahwa dana mereka aman walaupun sedang terjadi pemadaman.

Pemadaman pertukaran crypto terbesar di AS (Amerika Serikat) ini terjadi sesaat sebelum harga Shiba Inu mencapai nilai tertingginya, yaitu sekitar $0,000088 sebelum dikoreksi menjadi sekitar $0,000067. Setelah 90 menit berlalu tampaknya Coinbase mulai kembali pulih.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya pada 2017 lalu Coinbase juga sempat mengalami pemadaman. Beberapa alasan dibaliknya pemadaman seperti terlalu padatnya akses di situs tersebut, sampai dengan keliru dalam mengirim email kepada para pengguna. Hal tersebut menjadi langkah yang sangat keliru. Jadi ini bukanlah kali pertama terjadinya pemadaman tersebut.

Artikel Terkait  Coinbase Buka Fitur Peminjaman Bagi Pengguna Mata Uang Digital Terpilih

Pemadaman Bisa Menimbulkan Kerugian

Imbas lainnya adalah banyaknya keluhan pengguna, khususnya di platform media sosial Twitter. Pengguna berbondong-bondong turun ke Twitter dan menyampaikan keluhannya. Banyak sekali spekulasi yang bermunculan di platform media sosial tersebut. Tidak sedikit yang mengaitkan pemadaman yang terjadi dengan masalah likuiditas yang disebabkan oleh volume perdagangan kemarin. Ada juga pengguna yang mencurigai adanya permainan kotor di dalamnya.

Wajar saja jika para pengguna mengeluhkan pemadaman tersebut. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, ambil saja contoh pemadaman broker online Robinhood pada Mei 2020 lalu. Pemadaman tersebut mengakibatkan beberapa pengguna mereka kehilangan uang, salah satunya mengatakan telah kehilangan $52.000 karena tidak dapat berdagang pada salah satu hari perdagangan yang paling fluktuatif.

Akibatnya pengguna melayangkan gugatan class action kepada Robinhood dan menuntut untuk memberikan kompensasi. Alhasil badan regulasi mandiri industri keuangan, Otoritas Pengatur Industri Keuangan melayangkan denda kepada Robinhood senilai $70 juta atas pemadaman yang terjadi dan pelanggaran lainnya.

Untuk informasi update lainnya tentang dunia cryptocurrency, Anda bisa langsung akses website kami di https://crypto.markey.id/ dan jangan lupa ikuti ya. Sampai jumpa!