Amerika Serikat (AS) baru saja menyetujui  ETF (Exchange Traded Fund) berjangka Bitcoin agar bisa beroperasi di negaranya. Keputusan tersebut membawa tuntutan secara tidak langsung kepada negara lainnya untuk mempertimbangkan produk kripto dan mengikuti jejaknya.

Salah satu negara yang terkena imbas dari keputusan AS tersebut adalah Rusia. Pada konferensi pers September lalu, ketua Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina mengatakan negaranya tidak siap jika mengikuti jejak langkah Amerika Serikat dalam hal mengizinkan ETF berjangka Bitcoin beroperasi.

Pernyataan tersebut dilontarkan sebagai jawaban dari pertanyaan yang ditujukan kepadanya, apakah Rusia akan mengikuti AS dalam mendaftarkan ETF berjangka Bitcoin atau tidak. Jawaban yang diberikan Nabiullina tersebut wajar saja karena sejauh ini Bank Sentral Rusia belum membuka pintu bagi cripto. Jadi untuk Rusia mengikuti jejak Amerika Serikat rasanya masih sangat jauh untuk diwujudkan.

Artikel Terkait  Mengenal Babydoge, Coin Crypto Terbaru 2021

Sebelumnya pada (19/10) dana investasi pertama, Proshares Bitcoin Strategy ETF telah diluncurkan di New York Stock Exchange (NYSE). Peluncuran tersebut mencapai volume total hampir $1 miliar sampai dengan perdagangan ditutup.

Lika-Liku Perjalanan Aset Kripto di Rusia

Perjalanan cryptocurrency di Rusia tidak mulus. Pada Juli lalu bursa saham Rusia disarankan untuk menghindari perdagangan produk keuangan yang berkaitan dengan cryptocurrency.

Saran tersebut juga menginstruksikan manajer aset agar tidak menginput aset kripto ke dalam reksadana. Tindakan tersebut diambil karena mereka melihat cryptocurrency memiliki peluang untuk merugikan orang-orang yang tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup.

Sementara untuk regulasi cryptocurrency di Rusia, mereka sudah membuat undang-undang tentang “Aset Keuangan Digital” yang mulai berlaku awal tahun ini, yang mana sebagian isinya membahas mengenai cryptocurrency. Walaupun begitu undang-undang tersebut tidak mengatur penerbitan dan peredarannya dalam ekonomi negara.

Artikel Terkait  Setelah Melarang Penambangan Bitcoin, China Memburu Para Penambang

Contohnya seperti penambangan kripto, walaupun tidak dilarang oleh negara, tetapi pengoperasiannya tidak diatur secara jelas. Sama halnya dengan smart contract, kata tersebut tidak tertera sama sekali di dalam undang-undang yang sudah berjalan atau pun di dalam rancangan. Jadi undang-undang tersebut tidak secara menyeluruh membahas tentang dunia kripto.

Kemudian seiring berjalannya waktu, pejabat negara mengindikasi bahwa akan ada tambahan aturan mengenai cryptocurrency agar terciptanya regulasi yang komprehensif. Kemudian di sisi lain, Bank Sentral Rusia menentang untuk melegalkan peredaran cryptocurrency dan memandangnya sebagai pengganti uang yang terlarang.

Kemungkinan Aset Kripto Mendominasi

Presiden Rusia, Vladimir Putin ketika ditanya mengenai kemungkinan cryptocurrency digunakan dalam proses penyelesaian kontrak untuk pasokan minyak mengatakan bahwa ada kemungkinan tersebut, tapi di masa depan.

Artikel Terkait  XRP VS Bitcoin, Mana yang Lebih Menjanjikan?

Untuk saat ini presiden menilai masih terlalu dini jika crypto digunakan dalam perdagangan minyak. Hanya saja memang terdapat beberapa aset kripto yang digunakan sebagai transaksi.

Imbas dari sikap Rusia selama ini terhadap Bitcoin pemerintah mendapat kritik oleh Oleg Deripaska. Seorang miliarder Rusia tersebut menuduh Bank Sentral tidak mengindahkan pertumbuhan pasar cryptocurrency. Bahkan ia membandingkan negaranya dengan El Salvador yang justru mendukung penuh pasar cryptocurrency dan menjadikannya sebagai alat pembayaran.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai berita terbaru seputar dunia Cryptocurrency. Semoga setiap informasi yang kami sajikan bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan Anda. Kunjungi terus situs Crypto Markey dan dapatkan selalu update artikel terbaru dari kami! Terima kasih.