Salah satu petinggi media sosial yakni Twitter mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa melakukan investasi crypto saat ini bagi perusahaan tidak masuk akal. Sontak saja pernyataan ini ramai diperbincangkan. Tidak bisa diremehkan, pernyataan tersebut juga berpengaruh terhadap harga pasar crypto yang seperti kita tahu mudah sekali berubah. Selepas pernyatan tersebut beredar, harga crypto sempat menurun walaupun tidak lama kemudian sudah kembali normal.

“Menginvestasikan beberapa kas perusahaan Twitter Inc. dalam aset kripto seperti Bitcoin tidak masuk akal saat ini”, kata Chief Financial Officer (CFO) Ned Segal dalam sebuah wawancara. Perusahaan juga berencana akan mengubah kebijakan mereka perihal investasi dan mulai memilih untuk memiliki aset yang lebih bergejolak.

Sementara di sisi lain Twitter mengatakan saat ini sedang membentuk tim yang disebut dengan Twitter Crypto. Nantinya tim tersebut bertugas untuk mencari cara bagaimana pembuat aplikasi bisa mendapatkan uang atau menerima cryptocurrency seperti Bitcoin untuk pembayaran, dan juga mencari cara lain dalam menggunakan teknologi blockchain. Segal mengatakan bahwa tim ini masuk ke dalam bagian organisasi produk dan rekayasa Twitter.

Artikel Terkait  Binance Bermitra dengan France FinTech, Kembangkan Ekosistem Blockchain di Prancis

Regulasi Belum Jelas, Menambah Kesulitan

Segal merasakan keprihatinan bersama di antara kepala keuangan karena banyak dari mereka yang mengutip volatilitas mata uang digital dan aset sebagai salah satu alasan mengapa tidak menggunakannya sebagai investasi perusahaan mereka.

Ditambah dengan masih kurangnya aturan akuntansi khusus untuk aset ini juga semakin mempersulit masalah dan pengambilan keputusan. Sementara itu perusahaan besar AS selama beberapa bulan terakhir telah mendesak Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk mengatur regulasi secara jelas mengenai bagaimana cara memperlakukan aset kripto.

Artikel Terkait  Apa itu Stablecoin? Kenapa ia Dapat Menganggu Market Crypto Global?

Terdapat pengecualian terhadap dua perusahaan besar seperti Tesla Inc. milik Elon Musk dan Square Inc., sebuah perusahaan pembayaran yang dipimpin oleh Jack Dorsey, sekaligus kepala eksekutif Twitter. Kedua perusahaan besar tersebut telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah membeli dan memiliki aset kripto untuk neraca mereka sendiri. Pihaknya yakin bahwa keuntungan finansial akan datang kepada mereka dalam jangka panjang.

Investasi Crypto Masih Diragukan

Perihal Twitter yang akan menggunakan aset kripto, Segal mengatakan selama ini perusahaan telah mempelajari penggunaan Bitcoin, jika mereka menginginkan cryptocurrency pada neraca, akan ada serangkaian keputusan berbeda yang harus mereka buat.

Artikel Terkait  Harga Bitcoin Cash Sejenak Melambung Tinggi Karena adanya Berita Palsu

Di sisi lain perusahaan melihat potensi pendapatan tambahan dari pertumbuhan layanan berlangganan mereka yang baru saja diluncurkan. Ini merujuk ke layanan seperti fitur Twitter Blue yang menyediakan fitur tambahan bagi pengguna, dan fitur Twitter Super Follows yang memungkinkan pengguna menagih pengikut dan memberikan akses ke konten tambahan.

Twitter melaporkan kasnya pada akhir September sebesar $3,47 miliar dalam bentuk tunai, naik dari $1,99 miliar selama periode tahun sebelumnya. Sementara investasi jangka pendek sebesar $3,94 miliar.

Tertarik mengetahui informasi lebih dalam seputar dunia cryptocurrency? Anda bisa langsung ikuti website kami di https://crypto.markey.id/ dan otomatis akan mendapatkan berita terbaru seputar cryptocurrency setiap harinya. Sampai jumpa kembali!