Shiba Inu mengumumkan melalui postingan blognya bahwa mereka meluncurkan DAO (Decentralized Autonomous Organization) https://www.investopedia.com/tech/what-dao/ sebuah protokol tata kelola baru Shiba Inu.

Tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan token dengan tetap patuh di bawah payung desentralisasi. DAO milik Shiba Inu ini digadang-gadang akan menjadi katalis besar dari pesaing SHIB https://coinmarketcap.com/id/currencies/shiba-inu/ , yaitu Dogecoin.

Kendali Penuh di Komunitas Shiba Inu

DAO tergolong ke dalam fitur baru yang cukup rumit untuk dipersiapkan di masa depan. Selanjutnya perkembangan sistem SHIB kedepannya akan bertumpu kepada anggota-anggotanya pemegang token Shiba Inu yang memiliki julukan ShibaArmy.

Kepemilikan Shiba Inu dapat mengantarkan Anda untuk memiliki hak suara dalam menentukan sejumlah perubahan mendasar di Shiba Inu, termasuk di dalamnya mengusulkan program baru hingga usulan mekanisme lainnya.

Sementara itu untuk peluncurannya, DAO akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama akan diluncurkan beberapa hari mendatang yang di dalamnya mencakup beberapa ketentuan bagi pengguna yang akan memutuskan proyek crypto dan pasangan perdagangan mana yang akan disertakan di dalam ShibaSwap, yang merupakan pertukaran desentralisasi SHIB.

Peluncuran versi beta yang dinamakan Doggy DAO atau yang dijuluki dengan DAO 1 memungkinkan pengguna untuk bisa memutuskan dan memilih cara bagaimana token tersebut akan didistribusikan di antara berbagai kumpulan likuiditas.

Hal ini secara tidak langsung memberikan kendali kepada komunitas mereka, dengan begitu likuiditas yang dihargai akan dipilih sepenuhnya oleh pengguna daripada pengembang. Komunitas juga bisa mengutarakan pendapat mengenai bagaimana cara BONE didistribusikan di antara mereka.

Artikel Terkait  Hyundai Coba Koleksi NFT Bersama Meta Kongz

Shiba Inu Optimis Menggaet Investor

Dirilisnya DAO fase pertama menandai langkah penting bagi pertukaran desentralisasi. Bahkan pengembang percaya bahwa fase pertama dapat menarik perhatian investor untuk menggunakan platform tersebut.

Sementara itu DAO 2 memungkinkan pengguna untuk membuat proposal umum seputar pengembangan proyek. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah proposal yang akan membanjiri DAO, karena proposal hanya akan sah jika diterima oleh mayoritas komunitas.

DAO sendiri merupakan sebuah komunitas di internet yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya. Perbendaharaan organisasi ini akan diatur dan hanya dapat diakses dengan persetujuan anggota. Kemudian untuk keputusan yang akan diambil berdasarkan dengan proposal yang dipilih oleh anggota dalam kurun waktu tertentu.

Pada DAO partisipasi dilakukan melalui kepemilikan token dan peraturan diterapkan oleh kontrak pintar yang dijalankan secara otomatis jika kriteria terpenuhi.

Meskipun begitu metode pengambilan keputusan yang bertumpu pada komunitas ini menuai beberapa kritikan karena dianggap tidak efisien. Kemudian MIT Technology Review mengatakan khusus untuk bidang keuangan sebaiknya tidak dilakukan oleh anggota masal.

Namun di sisi lain DAO memiliki potensi untuk mengubah cara kerja pengaturan korporasi. Jika konsep ini semakin matang maka akan banyak organisasi yang akan menggunakannya.

Untuk tahu informasi lebih lanjut mengenai dunia cryptocurrency Anda bisa langsung ikuti website kami di https://crypto.markey.id/ dan otomatis akan mendapatkan informasi terbaru setiap harinya.