Beberapa tahun belakangan cryptocurrency sudah sangat akrab dengan kehidupan kita. Perlu diketahui, cryptocurrency sudah ada sejak 1998 yang diciptakan oleh Wei Dai. Hanya saja pada tahun tersebut belum hadir teknologi yang bisa mencatat transaksi, sehingga pengguna bisa melakukan duplikat mata uang.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini sudah banyak bermunculan cryptocurrency yang memiliki kelebihan masing-masing. Sebagai contoh, Bitcoin dan XRP, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, kira-kira mana yang lebih relevan untuk  investasi?

XRP VS BITCOIN, 1998 Tenggelam, 2008 Awal Kejayaan

Setelah beberapa lama “tenggelam”, akhirnya pada 2008 masalah terpecahkan oleh penggagas Bitcoin, yaitu Satoshi Nakamoto, dan muncullah Bitcoin sebagai mata uang kripto yang menggunakan teknologi blockchain pertama.

Perjalanan Bitcoin sampai saat ini cukup menarik. Diawali pada 2013 lalu, secara perlahan Bitcoin mulai menunjukkan eksistensinya, yang didukung terjadinya inflasi mata uang secara besar pada saat itu. Kemudian bergantinya tahun, posisi Bitcoin semakin menunjukkan perkembangan positif, harganya di pasaran pun cenderung stabil.

Selanjutnya pada 2017 bisa dikatakan menjadi salah satu puncak bangkitnya Bitcoin. Harga di pasaran naik dari $1.000 hingga hampir $20.000. Hingga kini, harga Bitcoin terus menanjak dan telah menjadi tren baru di kalangan atas.

Dari awal dibuatnya, Bitcoin sejatinya sebagai alat pembayaran barang dan jasa. Pemicunya adalah dari pemikiran pengembang Bitcoin yang mengatakan bahwa beberapa kejadian krisis finansial yang telah terjadi sebelumnya telah menggoyahkan kestabilan ekonomi. Pengembang beropini bahwa mata uang yang tidak dikelola oleh pemerintah atau negara, itulah definisi mata uang yang baik.

Dalam hal penggunaan, Bitcoin sendiri dianggap telah menghormati privasi pengguna, karena dalam proses transaksi, pengguna tidak diharuskan mencantumkan identitas,  bisa menggunakan anonim atau tidak mengisi identitas sama sekali.

Pamor Bitcoin yang sudah dibangun sejak lama tidak serta merta mudah untuk digeser. Mata uang kripto lainnya berlomba-lomba membuat sistem yang mudah bagi pengguna dan berusaha untuk memiliki performa yang lebih baik dari Bitcoin. Salah satunya adalah XRP, koin kripto yang memiliki kapitalisasi pasar yang mumpuni.

Artikel Terkait  Dompet Digital Coinbase Alami Pemadaman, Perdagangan Pengguna Terhenti

Seluk Beluk XRP VS Bitcoin

Ripple dan XRP, sama atau beda ya? Ripple sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan pelayanan pembayaran lintas batas di industri keuangan secara efisien. Cara yang digunakan Ripple adalah dengan membuang perantara atau pihak ketiga dalam proses transaksi, agar biaya yang dibutuhkan lebih kecil dan waktu transaksi lebih cepat. Dalam layanan tersebut digunakanlah mata uang kripto XRP, atau singkatnya, Ripple menjadi platform pembayaran dan XRP merupakan aset digital yang bersifat independen.

XRP pertama kali digagas oleh Ryan Fugger pada 2004 lalu. Kemudian setahun setelahnya, Ryan Fugger mendirikan Rippleplay, yaitu layanan finansial yang menyediakan pilihan pembayaran digital yang aman.

XRP secara penuh dirancang untuk mengurangi ketergantungan akan Bitcoin. Selain itu, penggunaan listrik juga diminimalisir dan bisa memproses transaksi lebih cepat dari Bitcoin.

Saat ini XRP menjadi salah satu cryptocurrency yang menjadi kegemaran para investor, dikarenakan kapitalisasi pasar yang dimiliki cukup besar. Berbanding terbalik, masa depan XRP diperkirakan kurang menarik, kurangnya prospek yang dimiliki mengakibatkan XRP tidak direkomendasikan untuk investasi dalam jangka panjang.

Dalam XRP, transaksi bersifat bebas, tidak dibatasi dalam hal jumlah dan tanpa penagihan tambahan bagi pengguna. Walaupun begitu, XRP masih memiliki basis penggemar tersendiri sampai saat ini.

Setelah ditelaah, XRP vs Bitcoin hasilnya tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna, karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya. Jangan lupa, tetap bijak dalam memilih.