Gas fee NFT adalah biaya tambahan yang harus diperhitungkan saat melakukan jual beli NFT. Sudah tahu apa itu gas NFT, fungsi dan harganya?

Gas adalah elemen penting yang melancarkan transaksi kripto di blockchain Ethereum (ETH). Pun banyak marketplace NFT yang bekerja dengan blockchain ETH. Alhasil pengguna pun dibebankan biaya gas tersebut saat melakukan jual beli NFT.

Agar tidak bingung menentukan harga jual beli NFT, yuk pelajari dulu apa itu gas NFT, fungsi dan harga selengkapnya pada ulasan berikut ini!

Apa Itu Gas Fee NFT?

gas-fee

Secara sederhana, gas NFT adalah biaya tambahan yang harus Anda bayar ketika membuat smart contract baru atau melakukan transaksi di blockchain Ethereum. Mengingat jaringan Ethereum adalah basis pembuatan NFT, otomatis Anda akan dikenakan biaya gas saat bertransaksi NFT.

Gas fee NFT dipakai untuk melancarkan kinerja validasi transaksi blockchain yang Anda lakukan. Dengan adanya gas, aplikasi DeFi (smart contract) pada blockchain ETH bisa bekerja dengan aman, terdesentralisasi dan mandiri.

Ada juga yang menjelaskan bahwa gas NFT menjadi sumber daya EVM (Ethereum Virtual Machine). Sehingga tanpanya, mustahil transaksi bisa berjalan sama sekali.

Biaya gas ini juga bisa kita analogikan sebagai biaya admin transaksi milik blockchain Ethereum. Biaya ini dihitung dari beban kerja, energi dan modal komputasi yang dikeluarkan para penambang ETH untuk menyempurnakan kerja blockchain.

Cara Kerja Gas NFT

Untuk mempermudah pemahaman, mari bayangkan konsep biaya gas dengan kapasitas bensin dan daya tempuh kendaraan.

Misalkan mobil Anda memerlukan X liter bensin supaya bisa melaju sejauh Y kilometer. X melambangkan nilai utilitas (nilai ETH); sedangkan Y merepresentasikan biaya bensin (biaya gas).

Jika dibawa ke ranah blockchain Ethereum, maka perhitungannya akan jadi seperti ini:

Misal nilai transaksi blockchain untuk beli NFT sebesar 50 ETH. Akan tetapi di balik 50 keping ETH tadi terdapat biaya proses pembuatan sebesar 1/100 ribu ETH. Kita tidak hanya membayar 50 keping ETH sesuai harga NFT, tetapi juga biaya proses di baliknya sebesar 1/100.000 ETH.

Sekali lagi, gas fee NFT bukan nilai asli dari crypto. Gas adalah bayaran yang Anda beri kepada penambang supaya mereka mau memvalidasi transaksi Anda dengan baik.

Oleh karena itu juga, penambang berhak mengabaikan transaksi jika biaya gas yang ditawarkan tidak sepadan dengan tingkat kesulitan verifikasi transaksi.

Artikel Terkait  4 Ciri dan Cara Kerja NFT Crypto Art Menghasilkan Uang

Gas Fee vs Gas Limit

Ada satu lagi istilah penting yang berkaitan dengan cara kerja biaya gas yakni gas limit. Gas limit adalah jumlah batas maksimal energi (gas) yang bisa dikeluarkan pengguna untuk setiap transaksi.

Sesuai namanya, fungsi gas ini adalah menjaga jumlah biaya admin transaksi agar tetap terukur.

Biasanya semakin tinggi angka limit, maka pengguna berkesempatan melakukan lebih banyak transaksi di blockchain. Tujuannya supaya biaya gas jadi lebih murah per transaksinya. Begitupun sebaliknya semakin sedikit limit gas, jumlah transaksi yang dilakukan otomatis jadi lebih sedikit.

Gas limit dan biaya gas sama-sama bekerja di jaringan transaksi Ethereum. Perbedaan utama dari keduanya hanya pada kegunaannya. Biaya gas adalah harga tambahan untuk melancarkan verifikasi transaksi. Sedangkan gas limit hanya batas maksimum biaya gas per pengguna

Satuan dan Harga Gas Fee

Biaya gas mempunyai satuan dan harganya tersendiri. Satuan biaya gas Ethereum adalah Gwei—unit terkecil dari ETH. Nilai 1 Gwei setara dengan 0,000000001 ETH.

Sesungguhnya 1 ETH bisa dibagi menjadi beberapa unit satuan kecil. Misalnya seperti Szabo, Gwei, Kwei, Wei, Mwei dan Finney. Namun khusus untuk perhitungan biaya gas, unit satuan yang digunakan adalah Gwei.

Lalu berapa besar biaya gas untuk satu kali transaksi blockchain? Banyak orang penasaran nilai biaya gas ini. Sayangnya, tidak ada perhitungan pasti harga gas blockchain.

Tarif gas ditentukan dari permintaan dan penawaran harga antara pengguna ETH dan penambang. Selalu terjadi negosiasi harga gas sebelum transaksi blockchain berlangsung. Apabila harga yang diajukan tidak sesuai menurut penambang, maka transaksi Anda akan diabaikan.

Untuk menghindari penolakan verifikasi, Anda wajib tahu dua faktor pertimbangan penentuan harga gas seperti :

  • Tingkat kemacetan blockchain.
  • Jumlah sumber daya komputasi untuk menuntaskan transaksi.

Semakin banyak sumber daya komputasi dan tingginya kemacetan blockchain saat transaksi berlangsung, maka biaya gas akan semakin mahal. Begitupun sebaliknya.

Artikel Terkait  KFC Indonesia Keluarkan Non Fungible Token, Simak Penjelasannya!

Pro Kontra Gas Fee NFT

Walaupun memiliki peranan penting, sampai saat ini biaya gas masih menimbulkan pro kontra dalam sistem jual beli NFT. Pada dasarnya, banyak orang merasa enggan untuk membayar ongkos tambahan transaksi, apapun bentuknya.

Belum lagi fakta bahwa harga gas kripto cenderung melonjak tajam di momen tertentu. Dalam kondisi normal saja, harga gas sudah lumayan mahal. Apalagi ketika sedang mengalami kenaikan. Harga gas bisa meningkat saat periode ICO (Initial Coin Offering), kemacetan aktivitas di blockchain, atau terjadi ledakan aplikasi DeFi.

Di sisi lain, kita tidak mungkin menghilangkan biaya gas sepenuhnya. Pasalnya biaya gas sangat berguna untuk alasan keamanan blockchain:

  • Mencegah terjadinya spam transaksi atau bentuk kecurangan lain via blockchain.
  • Membantu memberi proteksi tambahan pada jaringan blockchain.
  • Mempercepat proses validasi transaksi pada blockchain (karena penambang selalu memprioritaskan transaksi dengan biaya gas tinggi untuk memperoleh untung lebih banyak).

Akhirnya sebagai alternatif, sistem Ethereum menerapkan sejumlah protokol baru agar biaya gas tidak merugikan pengguna:

  • Terdapat gas limit untuk membatasi nilai maksimal biaya gas yang bisa disetor pengguna.
  • Pengguna bisa mengecek perkiraan harga gas dengan kalkulator ETH “Gas Station”. Jadi Anda bisa mempersiapkan budget yang akurat sebelum membeli kripto.
  • Terdapat nilai standar transaksi biaya gas bagi penambang bernama “Basefee”. Nilai ini sengaja dihadirkan agar penambang tidak bisa memanipulasi biaya transaksi dan mengeksploitasi keuntungan dari pengguna blockchain.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini tentang apa itu gas fee NFT, fungsi dan harganya. Semoga penjelasan di atas mampu menambah wawasan Anda sebelum mencoba jual beli NFT di marketplace kripto.

Aktivitas jual beli NFT sejatinya memang penuh resiko dan biaya-biaya tambahan. Namun jangan khawatir. Anda tetap bisa memastikan transaksi NFT menguntungkan kalau sudah memahami seluk-beluk kinerja NFT dengan baik. Kami sarankan untuk selalu mencari referensi dan info terupdate seputar kripto sebelum membelinya, ya!

Ikuti terus website CRYPTO MARKEY di http://crypto.markey.id/ agar tak ketinggalan update berita dan info terkini seputar dunia kripto setiap hari, gratis. Sampai bertemu lagi di pembahasan selanjutnya!