Belakangan ini, NFT menjadi salah satu aset digital yang sangat disukai oleh banyak orang. NFT menjadi topik terhangat menyangkut aset digital sepanjang tahun 2021 sehingga harga NFT pun melambung begitu tinggi. Ada banyak perusahaan yang mulai mengeluarkan NFT-nya sendiri, seperti KFC Korea serta KFC Indonesia.

Menariknya, NFT dijual dengan harga yang luar biasa membuat banyak artis menjadi jutawan dalam semalam. Beeple, yang merupakan salah satu artis NFT teratas di komunitas NFT dapat menjual koleksi karya seninya seharga $69 Juta dolar. Ini pun menjadi salah satu NFT termahal yang pernah dijual.

Selain Beeple, banyak artis lain seperti PAK yang telah menghasilkan lebih dari $17 Juta dolar dari penjualan NFT. Hal ini menandakan, NFT punya masa depan yang serius untuk sebuah asset. Tampaknya, NFT akan mengambil alih dunia dalam bidang seni, teknologi, dan finansial.

Jika Anda bertanya-tanya, mengapa NFT bisa menjadi mahal dan seberapa serius NFT ke depannya, maka Anda wajib membaca artikel ini sampai akhir! Pada artikel ini, kami akan membahas tentang 4 hal yang membuat harga NFT bisa melambung tinggi. Cek jawabannya di sini!

4 Alasan Harga NFT Bisa sangat Tinggi

harga nft

Ada beberapa factor yang membuat harga NFT bisa melambung tinggi hingga jutaan dollar beberapa di antaranya adalah kelangkaan, visual, dan berbagai alasan lainnya. Ini dia penjelasan lebih lengkap tentang alasan NFT bisa terjual dengan harga sangat sangat tinggi.

1. NFT adalah Barang Langka

Tahukah Anda lukisan Leonardo da Vinci, Mona Lisa? Ya lukisan ini terjual dengan sangat mahal yakni 860 juta dollar di tahun 2020. Mengapa lukisan Mona Lisa bisa begitu mahal? Karena lukisan Mona Lisa adalah satu-satunya lukisan yang ada di dunia. Lukisan ini juga sangat terkenal dan bahkan seringkali menjadi pembahasan di antara pembuat teori konspirasi maupun mereka yang suka membuat meme.

Sama halnya dengan lukisan Mona Lisa, NFT adalah barang yang langka. Biasanya, seniman NFT akan membuat satu jenis NFT yang tidak ada duanya. Harga NFT termahal yang pernah terjual adalah NFT dari Beeple yaitu “Everydays – The First 5000 Days” yang terjual selama $69 Juta. Lihat artikel tentang NFT termahal di sini: https://urbandigital.id/nft-termahal-sepanjang-masa/.

Baru-baru ini, Jack Dorsey, pendiri Twitter, juga berhasil memanfaatkan tren NFT dengan menjual Tweet Twitter pertama miliknya seharga $2.9 Juta dolar. Namun tentunya, harga ini belum semahal harga NFT dari Beeple yang terjual berkali-kali lipat dari harga tweet pertama Jack Dorsey.

2. Menjadi Alasan untuk Menghabiskan Uang dengan Jumlah Besar

NFT merupakan bukti kepemilikan atas file digital yang merepresentasikan karya seni digital terkait dengan game, tokoh kartun, dan masih banyak lagi. Hal yang perlu diingat adalah, apapun bisa disimpan sebagai data di dalam blockchain. Inilah yang kemudian menjadi NFT.

Ada banyak orang kaya di dunia yang tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan dengan uang mereka. Oleh karena itu, mereka membeli NFT sebagai alasan untuk menghabiskan uang mereka.

Orang-orang ini rela menghabiskan jutaan dollar hanya untuk mendapatkan hak atas file data yang dapat dilihat atau disalin oleh orang lain. Pengusaha Cryptocurrency Vignesh Sundaresan menghabiskan $69 juta untuk memecahkan rekor harga NFT termahal yang terjual awal tahun ini.

Artikel Terkait  Bagaimana Sistem NFT? Tutorial Investasi NFT Art Pemula

3. Visual dan Popularitas

Pada tahun 2021, tim ahli ATI (Alan Turing Institute) menyelesaikan studi yang melihat peran faktor-faktor tertentu dalam harga NFT. Para peneliti ini menilai ada tiga komponen utama yang mempengaruhi harga NFT: penjualan NFT terkait sebelumnya, fitur visual NFT, dan jaringan sosial pembeli dan penjual.

Para peneliti menggunakan model machine learning dalam mempertimbangkan 4,7 juta NFT dalam suatu kumpulan data. NFT ini pun telah dipertukarkan oleh lebih dari 500.000 pembeli dan penjual. Hasilnya adalah penjualan NFT terkait di masa lalu adalah yang paling penting dari ketiga faktor ini, menyumbang lebih dari 50 persen dari varian harga.

Misalnya, penjualan NFT sebelumnya dari koleksi CryptoPunks, satu set 10.000 token terkemuka yang menggambarkan gambar piksel punk, akan menjadi indikator yang baik untuk penjualan token di masa mendatang dari koleksi yang sama. Lihat tentang CryptoPunks di sini: https://www.larvalabs.com/cryptopunks.

Fitur visual adalah aspek terpenting kedua. Menyertakan data ini meningkatkan kinerja model pembelajaran mesin hingga 20 persen. Data menunjukkan popularitas pedagang meningkatkan kinerja sebesar 10 persen.

Gabungan, mereka menyimpulkan ketiga faktor ini dapat menjelaskan hingga 70 persen dari variabilitas harga NFT. Mereka berencana untuk melihat lebih banyak faktor di masa depan, termasuk platform tempat NFT dijual dan aktivitas pembuatnya di media sosial.

4. Pasar Lama yang Baru Dipikirkan Kembali

Di pasar untuk NFT karya seni digital, seseorang menganggap NFT sebagai sesuatu dari pasar seni konvensional, di mana kelangkaan, jaringan sosial dan, seringkali pada tingkat lebih rendah, konten karya seni membantu menentukan nilai suatu objek. NFT benar-benar seperti pasar seni konvensional yang menampilkan berbagai kesenian langka dan bernilai tinggi yang tidak hanya menawarkan keindahan tetapi juga ekslusifitas dan prestise.

Tetapi NFT memiliki beberapa fitur yang membedakan mereka dari rekan-rekan mereka di dunia nyata. Perbedaan yang sangat besar antara pasar seni konvensional dan NFT adalah seniman mengambil 10 hingga 20 persen dari penjualan sekunder.

Oleh karena itu kapan pun karya itu akan dijual lagi, sebagian dari penjualan akan selalu diberikan kepada seniman. Ini merupakan hal yang benar-benar baru dalam gagasan seni dan dapat menjadi pengubah permainan besar bagi para seniman.

Itulah 4 alasan mengapa harga NFT bisa sangat tinggi. Memang hal ini menjadi kabar baik bagi seniman memiliki NFT yang menghasilkan uang. Tetapi tentunya ada banyak NFT yang tidak punya harga sama sekali.

Perlu diketahui bahwa setiap hari ada 10.000 keping baru NFT yang siap dijual dan dibeli. Sayangnya, bahkan dalam sehari pun belum tentu ada 1000 pembeli baru untuk NFT. Hal ini pun menuntut stabilitas harga di dalam pasar NFT. Harga NFT membutuhkan perhatian yang lebih besar dari publik untuk menarik investor tradisional, serta kenyamanan yang lebih besar dengan cryptocurrency. Perkembangan ini kemungkinan masih bertahun-tahun lagi.

Jika kita perhatikan bahwa antusiasme untuk NFT hari ini sangat mirip dengan antusiasme untuk cryptocurrency di awal, maka tentunya kan ada masanya koreksi besar-besaran terjadi sebagaimana halnya crypto. Hal ini pun akan memiliki implikasi yang tidak jelas untuk Non-Fungible Token ini.

Apakah Anda masih tertarik untuk membeli NFT? Cari tahu lebih banyak tentang NFT di https://crypto.markey.id agar Anda memahami apa itu NFT sebelum Anda memutuskan untuk membelinya. Sama halnya dengan Crypto, NFT juga mempunyai resiko yang sangat besar ke depannya. Oleh karena itu, pikirkanlah baik-baik sebelum Anda mulai terjun ke dalam asset digital ini.